Liga Italia: Seorang Profesor Menduga Paul Pogba Tidak Sengaja Menggunakan Zat Doping

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 12 Sep 2023, 08:05 WIB
Penyerang Juventus, Dusan Vlahovic, merayakan gol bersama rekannya, Paul Pogba, dalam laga kontra Bologna di Allianz Stadium pada giornata kedua Serie A Liga Italia, Minggu (27/8/2023). (MARCO BERTORELLO / AFP)

Bola.com, Jakarta - Mantan kepala medis Italia, Profesor Enrico Castellacci, berpendapat tes doping positif Paul Pogba untuk testosteron adalah jenis hasil yang biasanya ditemukan dalam ‘pil, botol atau krim’ dan dipicu oleh nandrolone. Ia menduga gelandang Juventus itu tidak sengaja menggunakannya.

Gelandang Juventus dan Timnas Prancis, Paul Pogba, untuk sementara diskors setelah otoritas anti-doping Italia (NADO) mendeteksi zat terlarang testosteron, Senin (11/9/2023) malam waktu setempat. Ancaman skorsing empat tahun menanti.

Advertisement

"Pengadilan Antidoping Nasional menginformasikan bahwa, setelah menerima kasus yang diajukan oleh Jaksa Antidoping Nasional, Pengadilan telah menetapkan penangguhan sementara terhadap atlet Paul Pogba,” kata NADO dalam sebuah pernyataan kepada AFP.

Adapun hasil tes tersebut diambil setelah kemenangan tandang Juventus dengan skor 3-0 pada laga pembuka Serie A Liga Italia atas Udinese pada 20 Agustus. Paul Pogba tidak bermain dan sepenuhnya berada di bangku cadangan.

 

2 dari 4 halaman

Nandrolone

Paul Pogba memilih meninggalkan Old Trafford setelah kontraknya habis. Ia memutuskan untuk kembali ke Juventus setelah berpisah dengan MU. Pemain berusia 29 tahun tersebut sebelumnya pernah membela Juventus selama empat tahun antara 2012 sampai 2016. Pogba kembali ke Allianz Stadium dengan status bebas transfer. Gelandang asal Prancis tersebut dikontrak jangka panjang dengan durasi selama empat tahun. (AFP/Ethan Miller)

Tes tersebut menyangkut sampel ‘A’, dan jika sampel ‘B’ juga dites positif mengandung testosteron, Paul Pogba bisa menghadapi larangan bermain selama dua hingga empat tahun.

"Saya tidak tahu jenis zat apa yang ditemukan, biasanya nandrolone yang ditemukan dalam bentuk pil, vial, atau krim."

"Kita perlu melihat apa yang dikatakan oleh analisis tandingan, namun sementara itu pemain tersebut terkena skorsing," kata mantan kepala medis Italia, Profesor Castellacci, kepada TV Play.

 

3 dari 4 halaman

Tidak Sengaja?

Juventus akan kembali kedatangan mantan pemain andalannya pada periode 2012-2016 yakni Paul Pogba. Pemain Timnas Prancis itu enggan memperpanjang kontrak di MU dan memutuskan akan kembali memperkuat Si Nyonya Tua musim depan. (AFP/Marco Bertorello)

Lebih lanjut, Profesor Castellacci mengatakan bahwa Pogba bisa saja tidak sengaja terpapar karena yang memberikannya tidak paham bahan-bahan di dalamnya.

"Testosteron tidak bisa diresepkan untuk Pogba. Mungkin saja dia tidak sengaja terpapar," lanjut Profesor Castellacci.

"Biasanya hal ini dapat terjadi melalui krim atau gel yang secara keliru dianggap tidak berbahaya. Ini akan menjadi masalah serius jika dia disarankan untuk menggunakannya."

"Jika dia sengaja mengonsumsi zat ini, maka larangannya bisa berlipat ganda."

Sumber: TV Play

4 dari 4 halaman

Posisi Juventus saat Ini

Berita Terkait