3 Fakta Persik Vs Persebaya: Kekuatan Mental Jadi Senjata Macan Putih untuk Menggaruk Bajul Ijo di BRI Liga 1

Apa saja fakta menarik diungkap dari Derby Jatim antara dua sahabat, Persik Kediri dan Persebaya?

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 28 Oktober 2023, 10:30 WIB
Persik Kediri melibas Persebaya Surabaya dengan skor telak 4-0 di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Jumat (27/10/2023). (Bola.com/Gatot Sumitro)

Bola.com, Kediri - Persik Kediri menutup putaran pertama BRI Liga 1 2023/2024 dengan sangat indah. Persebaya jadi korban keganasan Macan Putih dengan skor telak 4-0 di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Jumat (27/10/2023).

Empat gol Persik masing-masing dicetak Adi Eko Jayanto menit 47 dan brace Flavio Silva menit 61 dan 65. Satu bola lainnya hasil bunuh diri Song Ui-Young menit 55.

Advertisement

Berkat tambahan poin absolut ini, Persik mengoleksi 23 angka atau selisih satu dari Persebaya. Untuk sementara pasukan Marcelo Rospide berhak menempati urutan kesembilan. Sedangkan posisi Bajul Ijo melorot di peringkat 10.

Apa saja fakta menarik diungkap dari Derby Jatim antara dua sahabat, Persik Kediri dan Persebaya ini?


1. Derby Jatim Terbaik

Persebaya Surabaya saat dipermak Persik Kediri 0-4 pada pekan ketujuhbelas BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Jumat (27/10/2023). (Bola.com/Gatot Sumitro)

Tanpa meremehkan perjuangan hebat para penggawa Persik, kemenangan besar ini akibat pertahanan Persebaya sangat keropos. Bajul Ijo kehilangan bek asing Dusan Stevanovic dan Arif Catur yang sedang menjalani hukuman kartu merah.

Song Ui-Young yang ditugaskan mengisi posisi Dusan kelabakan menerima serangan Persik. Tak pelak lagi gol-gol langsung mengoyak jala Ernando Ari.

Kemenangan besar ini merupakan rekor kedua ditorehkan Persik di kandang pada paruh musim ini. Sebelumnya, Arthur Irawan dkk. juga memberondong Arema FC dengan skor 5-2.

Catatan ini menempatkan Persik sebagai tim yang meraih kemenangan besar pada laga bertajuk Derby Jatim. Sebelumnya, Madura United juga sempat membombardir Persebaya dengan skor 3-0 di Pamekasan.


2. Wasit Plin-plan

Yusuf Meilana (kiri) menemukan permainan terbaiknya pada laga Persik kontra Persebaya di Stadion Brawijaya Kota Kediri. (Bola com/Gatot Sumitro)

Keputusan wasit Zetman Pangaribuan membatalkan hukuman penalti Persik pada menit akhir babak pertama sempat membuat pertandingan menegang. Kubu Persik jelas meradang, sebaliknya pihak Persebaya bersuka cita.

Hebatnya tekanan mental itu tak membuat spirit anak-anak Kediri surut. Babak kedua Persik membuat Persebaya tak berkutik. Pelatih Persik, Marcelo Rospide, menyesalkan sikap wasit yang plin-plan.

"Kami sadar wasit juga manusia. Tapi yang kami sesalkan dia mengubah keputusan yang sudah diambil. Saya bangga mental anak-anak tak jatuh akibat keputusan penalti itu," ujarnya.

Makanya arsitek asal Brasil itu mendorong agar PSSI dan PT LIB segera memakai VAR untuk Liga 1. "FIFA telah mengamanatkan agar sepakbola pakai VAR. Sekarang tergantung Federasi untuk mewujudkannya di sepakbola Indonesia," ucapnya.


3. Kartu Merah Bikin Prahara

BRI Liga 1 - Persik Kediri Vs Persebaya Surabaya (Bola.com/Adreanus Titus)

Permainan dan kekuatan Persebaya mulai kacau, setelah Reva Adi Utama diusir wasit pada menit 54. Kapten tim itu terlalu cepat melakukan dua pelanggaran yang berbuah kartu kuning yang dikonversi menjadi merah.

Reva Adi yang menempati bek kiri membuat pertahanan Persebaya makin longgar dan mudah ditembus pemain Persik. Song Ui-Young pun terpaksa membuat gol bunuh diri akibat tekanan bertubi-tubi dari Persik.

Pelatih Persebaya, Josep Gombao, mengakui pemainnya banyak melakukan kesalahan kecil yang berakibat terjadinya gol. "Saya bertanggungjawab atas kekalahan ini. Tapi tadi ada kesalahan yang dilakukan pemain. Apalagi setelah kami bermain dengan sepuluh orang. Persik makin mudah mengancam pertahanan kami," tuturnya.

Berita Terkait