4 Pemilik Nickname The Next Lionel Messi Bernasib Malang, Para Remaja yang Termakan Ekspektasi Tinggi

oleh Choki Sihotang diperbarui 04 Des 2023, 14:26 WIB
Penyerang Barcelona, Lionel Messi, merayakan gol yang dicetak Ansu Fati ke gawang Ferencvaros pada matchday 1 Grup G Liga Champions 2020/2021 di Camp Nou, Rabu (21/10/2020) dini hari WIB. Barcelona menang 5-1 atas Ferencvaros. (AFP/Lluis Gene)

Bola.com, Jakarta - Terkadang, asa berbanding lurus dengan kenyataan. Berharap jadi bintang, malah jadi pemain buangan. Nasin tragis itu dialami pemain muda Barcelona yang sempat digadang-gawang bakal jadi superstar, Ansu Fati.

Fati terpaksa ditendang ke Brighton, Inggris, lantaran tak lagi mendapat tempat utama di jajaran pemain penting Barcelona besutan Xavi. Padahal, dia mendapat sematan 'mengerikan', yakni The Next Lionel Messi.

Advertisement

Cedera hamstring kambuhan yang membuat Fati harus menepi cukup lama dan posisinya kemudian diisi pemain lain. Tadinya, sang pemain berharap ada sedikit keajaiban.

Namun, nasib baik enggan berpihak kepada penyerang yang masih berusia 21 tahun itu. Dengan berat hati, ia tak kuasa menerima kenyataan pahit dibuang ke Brighton jelang bergulirnya musim 2023/2024.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

 

2 dari 6 halaman

Kasihan Si Remaja

Paradoks. Bagaimana tidak, Fati sebelumnya sempat dijuluki "Lionel Messi Baru". Seperti halnya Messi, Fati juga jebolan La Masia. Banyak yang berharap, Fati benar-benar menjadi Messi selanjutnya bagi Tim Catalan.

Akan tetapi, nyatanya, masih jauh panggang dari api. Jika Messi senior terus menggebrak dunia dengan permainannya yang belum juga redup di usia 36 tahun, Fati justru sebaliknya.

Julukan Lionel Messi Baru tentunya tak hanya milik Fati. Banyak pemain muda lainnya yang sempat menyandang status yang sama. Namun, sayangnya, satu persatu tenggelam dan nyaris tak terdengar.

Nah, penasaran siapa saja? Yuk kita lahap infonya di bawah ini :

 

3 dari 6 halaman

Pietro Pellegri

Pietro Pellegri dari Torino, kiri, berlari dengan bola melewati pemain AC Milan Fikayo Tomori selama pertandingan sepak bola Serie A antara Torino dan AC Milan di stadion Olimpiade Turin, Italia Minggu, 30 Oktober 2022. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Pada Mei 2017, bintang muda Italia berusia 16 tahun dari Genoa, Pietro Pellegri, menjadi pemain pertama yang lahir di abad ke-21, dengan status pencetak gol di Serie A.

Bagi mereka yang berada di Genoa, hal ini bukanlah sebuah kejutan. Dua tahun sebelumnya, ketua klub Enrico Preziosi dengan berani menyatakan: “Kami memiliki Messi baru.”

Pellegri pindah ke AS Monaco dengan biaya 25 juta euro pada Januari 2018. Ssetelah itu, masalah cedera membatasinya untuk tampil, dan hanya enam kali dalam dua setengah musim.

Pada 2020/2021, ia pulih dan bermain 16 kali di Ligue 1. Sang pemain mendapat cap pertama bersama Timnas Italia pada November 2020.

Dia pindah ke AC Milan dengan status pinjaman pada periode 2021/2022, dengan opsi permanen. Sayang, semua itu tak terjadi, dan Pellegri lebih memilih ke Torino.

 

4 dari 6 halaman

Thiago Almada

Gelandang serang Argentina yang saat ini bermain di klub MLS Amerika Serikat, Atlanta United, Thiago Almada. (AFP/Eric Espada)

“Man City akan mendaratkan Messi baru dengan kesepakatan 20 juta pounds, sang pembuat sensasi adalah remaja Almada,". Kalimat tersebut hampir muncul di seluruh media yang mengupas Liga Inggris pada April 2019.

Laporan tersebut menyatakan, Almada, yang sedang terkenal di Argentina bersama Velez Sarsfield, bisa bergabung dengan klub kembar City, Girona. Kala itu, langkah tersebut menjadi poin penting di tengah kekhawatiran tim asuhan Pep Guardiola akan terkena larangan transfer.

Bermain di bawah asuhan mantan bek Manchester United Gabriel Heinze, sang striker mencetak empat gol dalam 21 penampilan di musim terobosannya. Dia melakukan kepindahan penting ke Atlanta United menjelang musim 2022, dan berstatus pemain termahal di MLS.

Sayang, kini sematan Lionel Messi yang Baru sudah hilang. Almada tinggal kenangan, dan entah kapan ia bisa mampir ke Eropa lagi.

 

5 dari 6 halaman

Dario Sarmiento

Berasal dari negara asal Lionel Messi, Argentina, Sarmiento mulai dikenal bersama Estudiantes pada usia 16 tahun. Ia punya kemampuan menggiring bola serta pusat gravitasinya yang rendah membuatnya dibandingkan dengan Little Leo.

Tidak dapat merekrut Messi yang sebenarnya, Manchester City menandatangani kesepakatan untuk Sarmiento tahun lalu. Manchester Biru mengirim Sarmiento ke Girona menjelang musim 2021/2022.

Sarmiento menghabiskan musim lalu di Montevideo City Torque, satu di antara klub afiliasi Manchester City. Kini, ia tinggal berharap ada klub raksasa yang bisa membawanya keluar dari zona tak nyaman.

 

6 dari 6 halaman

Ansu Fati

Pemain Brighton, Ansu Fati merayakan gol kedua timnya pada laga Grup B Liga Europa 2023/2024 melawan Ajax Amsterdam di American Express Community Stadium, Brighton, Inggris, Jumat (27/10/2023) dini hari WIB. (AP Photo/Frank Augstein)

Fati adalah satu di antara produk La Masia. Ia menjalani musim pertama yang cemerlang di tim senior pada 2019/2020, mencetak delapan gol dalam 33 penampilan.

Pada 2020/2021, ia melakukan debut internasional seniornya dengan memilih berkostum Timnas Spanyol, tempat ia dibesarkan, dibandingkan negara kelahirannya, Guinea-Bissau. Sayang, ketika musim Fati berhenti karena karena cedera.

Sebelumnya, kepergian Messi membuat Fati dipandang sebagai pewaris sah takhta pemain Argentina itu, bahkan diberi nomor punggung 10. Kapan semua itu akan terjadi?, sepertinya sangat berat jika sudah keluar dari Camp Nou.

Sumber : Planetfootball

 

Berita Terkait