VIDEO: Sejarah Lemparan ke Dalam di Sepak Bola

oleh Pradipta Rama Baskara diperbarui 28 Des 2023, 11:26 WIB

Bola.com, Jakarta Lemparan ke dalam adalah satu di antara aspek teknis dalam sepak bola yang cukup signifikan. Tidak jarang, ada gol tersaji dari 'skema set-piece' ini.

Jika melihat sejarahnya, lemparan ke dalam sempat menjadi perdebatan panjang dalam era sepak bola zaman dahulu.

Advertisement

Buat pembaca setia Bola.com yang belum tahu, rugby dan sepak bola memiliki keterikatan yang cukup erat. Lemparan ke dalam pun berhubungan kuat dari dua olahraga ini.

Dinukil dari Football-stadiums.co.uk, peraturan mengenai lemparan ke dalam dipetakan pada 1863, bersamaan dengan 'bercerainya' rugby football dan association football. Maka tidak heran kalau ada kemiripan aturan dari rugby dan sepak bola.

Tim Liga Inggris, Cheltenham, yang juga merupakan tim rugby, memiliki peraturan sendiri. Dari sana muncul Cheltenham Rules. Pun demikian dengan Sheffield Rules, yang memiliki sedikit perbedaan saja mengenai peraturan lemparan ke dalam.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan sepak bola, asosiasi sepak bola perlahan mulai merumuskan peraturan umum lemparan ke dalam. Satu hal yang pasti adalah, bola harus berada di atas kepala saat dilepaskan, yang praktis tangan mesti berada di atas kepala juga.

Dari sini, muncul banyak cara melakukan lemparan ke dalam. Steve Watson, mantan pemain Newcastle United, menciptakan teknik unik lemparan salto. Risto Kallaste, pesepak bola asal Estonia, lantas mengikutinya dan ditiru oleh beberapa pemain dari segala penjuru dunia.

Lemparan ke dalam sering dianggap sepele. Padahal acap kali lahir gol-gol tak terduga yang bermula dari sini. Berikut ini Extra Time akan merangkum serba-serbi lemparan ke dalam di sepak bola.