IBL 2024: Dihuni Banyak Pemain Muda, Bima Perkasa Jogja Tak Gentar Hadapi Bali United

oleh Ana Dewi diperbarui 13 Jan 2024, 18:30 WIB
Sesi latihan Bima Perkasa Jogja jelang Basketball League (IBL) musim 2024. (Dok BPJ).

Bola.com, Yogyakarta - Bima Perkasa Jogja (BPJ) bersiap memulai kiprahnya di kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) musim 2024. Tim besutan Predag Lukic itu dijamu Bali United di GOR Purna Krida, Kuta Utara, Bali pada Minggu (14/1/2024) sore.

Predrag Lukic memprediksi, duel kontra Bali United bakal berjalan ketat. Menurut dia, pasukannya tidak hanya menghadapi taktik dan strategi tim tuan rumah. Namun, Bima Perkasa Jogja juga harus melawan tekanan suporter tim asuhan Anthony Garbaletto itu.

Advertisement

"Mereka jadi favorit. Apalagi Bali United didukung fans dan punya banyak pemain berpengalaman," ujar pelatih asal Serbia itu.

Mantan arsitek Mountain Gold Timika itu mengatakan, laga perdana selalu tak mudah. Oleh karena itu, Predag Lukic pun berharap BPJ tampil jauh lebih semangat dan tetap menjaga fokus di kandang Bali United.

===

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Dihuni Banyak Pemain Muda

Para pemain Bima Perkasa Jogja melakukan selebrasi usai menang dramatis atas Prawira Harum Bandung dalam game kedua seri 1 IBL 2023 di GOR Merpati Denpasar. (Maheswara Putra/Bola.com).

Pada musim ini, satu-satunya wakil Yogyakarta di IBL itu berkekuatan 14 pemain. Sebagian besar dihuni para pemain muda. Mereka adalah empat rookie: Muhammad Mukhlisin, Andre Rizqiano, Muhammad Rifqi Lubis, dan Bayu Bima Prasetya.

Kemudian Moh Sarono, Joseph De Smet, Handri Satrya, Habib Ahmeda Nur, Restu Dwi Purnomo, Avin Kurniawan, dan Ali Mustofa. Sedangkan Garrius De Marquise Holloman, Martyce Kimbrough, serta Feliciano Perez Neto mengisi slot pemain asing BPJ di IBL musim ini.

Predrag Lukic tak gentar meski skuadnya dihuni mayoritas pemain muda. Misi mereka sama yakni membawa pulang poin penuh ke Yogyakarta.

"Kami banyak dihuni wajah baru, termasuk saya. Semuanya serba baru tetapi proses yang dibangun dalam waktu berbulan-bulan kemarin berjalan baik," katanya.

"Pemain muda improve setiap hari dibantu para pemain senior dan asing. Pertandingan melawan Bali United pasti seru dan ketat," sambung pelatih yang akrab disapa Pedja itu.

3 dari 4 halaman

Sarat Aroma Mantan

Aksi Pemain Bima Perkasa Jogja saat melawan Hangtuah (Dok IBL)

Prediksi ketatnya laga melawan Bali United tidak hanya lahir dari sektor taktik. Kentalnya aroma mantan diprediksi bakal menambah intensitas pertandingan.

Galank Gunawan, center tuan rumah, pernah membela BPJ pada musim 2018/2019 dan musim 2021. Di kubu BPJ, ada Handri Satrya dan Joseph De Semet. Joseph berseragam Bali United di IBL musim 2021, sedangkan Handri Satrya hijrah dari sana musim ini.

Namun, tak ada nostalgia bagi Handri. Dia ingin bermain maksimal bersama BPJ di tiap pertandingan, termasuk melawan eks klubnya tersebut. "Ini tantangan tersendiri bagi saya untuk membawa nama Jogja. Target saya pribadi bermain maksimal untuk BPJ di tiap game," tegas Handri.

4 dari 4 halaman

Bangun Tim Jangka Panjang

IBL musim 2024 menggunakan sistem kandang-tandang. Usai menghadapi Bali United, BPJ akan menjamu Dewa United dan Rajawali Medan pada 21-22 Januari 2024 di GOR Pancasila UGM.

Setelah itu, tim yang dikapteni Ali Mustofa tersebut menutup laga bulan Januari dengan bertandang ke GOR Pacific Caesar Surabaya melawan Pacific Caesar, Minggu (28/1/2024).

Sebelumnya, Presiden klub, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo menyatakan, salah satu misi manajemen pada musim ini yaitu membangun tim yang memiliki rencana jangka panjang.

Cucu Sultan Hamengku Buwono X itu yakin Bima Perkasa Jogja punya banyak potensi yang sebenarnya bisa dikembangkan, tetapi tidak dalam jangka pendek atau per musim.

“Saya yakin musim-musim besok ini cukup menantang. Penyesuaian masih perlu banyak dilakukan tetapi proses ini perlu kita lewati agar melihat hasil dalam dua tiga musim ke depannya. Kita sekarang waktunya melihat ke depan dan optimis,” ucapnya.

Berita Terkait