7 Pemain Terakhir yang Rebut Ballon d’Or Tanpa Juara Liga Champions: Kabar Gembira buat Mohamed Salah

Berikut tujuh pemain yang menyabet penghargaan Ballon d'Or meskipun klub yang dibelanya gagal menjuarai Liga Champions.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 15 Maret 2025, 08:45 WIB
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Menjuarai Liga Champions merupakan impian semua pemain yang berkarier di Eropa. Maklum, kompetisi ini merupakan ajang antarklub paling bergengsi di Benua Biru.

Tak jarang, sukses memenangkan "Si Kuping Besar" acap kali berujung dengan seorang pemain menggondol Ballon d’Or.

Advertisement

Oleh karena itulah, kita bisa memaklumi mengapa Mohamed Salah tampak begitu terpukul bahkan sampai menangis tak lama setelah Liverpool tersingkir dari Liga Champions 2024/2025 setelah kalah adu penanti melawan Paris Saint-Germain (PSG) di babak 16 besar.

Musim ini, Liverpool memang berpotensi menyabet treble menyusul performa apik skuad asuhan Arne Slot di Premier League dan Piala Liga Inggris alias Carabao Cup.

Tapi Salah jangan lantas putus asa. Masih ada harapan untuk memenangkan Ballon d’Or 2025. Berkaca dari sejarah, tak sedikit pemain yang tetap mampu meraih Ballon d'Or meski gagal menjuarai Liga Champions. 

Dilansir Planet Football, berikut tujuh di antaranya. 

 


Rodri (2024)

Gelandang Manchester City dan Timnas Spanyol, Rodri, mendapatkan penghargaan Ballon d'Or 2024 di Theatre du Chatelet di Paris, Senin (28/10/2024) malam waktu setempat. (FRANCK FIFE / AFP)

Meskipun Vinicius Junior difavoritkan untuk menyabet Ballon d’Or setelah aksi heroiknya untuk Real Madrid di final Liga Champions 2023/2024, ternyata Rodri yang jadi pemenang.

Pesepak bola Spanyol yang berkarier di Manchester Citu itu menikmati musim yang luar biasa pada 2023/2024, menjuarai Liga Inggris, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Namun, pada 2024, Rodri hanya berhasil mencapai perempat final Liga Champions. Manchester City kalah dari Real Madrid.

Sebenarnya, mungkin penampilannya di panggung internasional yang membuatnya lebih unggul dibanding Vinicius musim lalu.

Gelandang bertahan yang memainkan peran kunci dalam keberhasilan Spanyol di Euro 2024 itu  mengalahkan Vinicius dengan selisih hanya 41 poin untuk merengkuh Ballon d’Or.

 


Lionel Messi (2023, 2021, 2019, 2012, 2010)

Lionel Messi berpose dengan 5 trofi FIFA Ballon d'Or yang telah diraihnya. Messi meraih gelar Pemain Terbaik Dunia tahun 2009, 2010, 2011, 2012, dan 2015. (AFP/Miguel Ruiz)

Dari delapan Ballon d’Or yang diraihnya, Messi berhasil memenangi lima di antaranya tanpa menjuarai Liga Champions.

Namun, bahkan di tahun-tahun ketika ia tidak menyabet trofi Liga Champions, penampilannya di semua kompetisi sangat luar biasa.

Dua kemenangan Ballon d’Or terakhirnya sangat dipengaruhi oleh penampilannya di turnamen internasional, dengan menjuarai Copa America 2021 dan Piala Dunia  2022.

Kemudian, pada setiap keberhasilannya meraih Ballon d’Or-nya pada 2010, 2012 dan 2019, Messi memang melaju jauh di Liga Champions, tetapi kalah di semifinal di masing-masing tahun tersebut.

 


Cristiano Ronaldo (2013)

DESEMBER - Cristiano Ronaldo memperoleh gelar Ballon d'Or yang keempat dalam kariernya. CR 7 meraih banyak prestasi pada tahun ini, mengantar Portugal juara Piala Eropa dan membawa Real Madrid meraih gelar Liga Champions. (AFP/Franck Seguin)

Menariknya, 2013 adalah satu-satunya tahun ketika Ronaldo berhasil merengkuh Ballon d’Or tanpa menjuarai Liga Champions.

Faktanya, CR7 berhasil menyabet penghargaan bergengsi tersebut tanpa memenangkan satu pun trofi utama tahun itu.

Meski gagal di La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions, Ronaldo tetap berhasil mengalahkan pemain seperti Messi dan Franck Ribery untuk mendapatkan penghargaan tersebut.

Secara adil, Ronaldo tampil luar biasa pada 2013, karena mencetak 69 gol dalam 59 pertandingan sepanjang tahun kalender.

Namun, sangat jarang ada pemain yang meraih Ballon d’Or tanpa memenangkan trofi utama, seperti yang diraih Ronaldo tahun itu.

 

 


Fabio Cannavaro (2006)

Fabio Cannavaro. Eks sayap kanan Portugal berusia 49 tahun ini memperkuat Real Madrid selama 3 musim mulai 2006/2007 hingga 2008/2009. Ia menjadi pemain Real Madrid ke-5 yang meraih gelar Ballon d'Or, yaitu pada tahun 2006. (AFP/Franck Fife)

Barcelona menjuarai Liga Champions pada 2006 dan Ronaldinho adalah pemain mereka dengan peringkat tertinggi dalam Ballon d’Or tahun itu, tepatnya finis keempat.

Namun, seperti biasanya, Piala Dunia cenderung mengalahkan Liga Champions ketika diadakan setiap empat tahun.

Cannavaro berhasil memanfaatkannya pada 2006 karena kepahlawanannya bersama Italia berhasil memenangkan penghargaan individu terbesar dalam dunia sepak bola.

 


Ronaldinho (2005)

Ronaldinho meraih penghargaan Ballon d'Or 2005 setelah mampu mengantarkan Barcelona meraih gelar Liga Spanyol, Liga Champions, dan Liga Super Spanyol, serta Piala Konfederasi FIFA untuk Timnas Brasil pada musim 2004/05. Padahal, saat itu nilai pasarnya masih mencapai 54 juta euro. (AFP/Lluis Gene)

Pada 2005, Liverpool menjuarai Liga Champions, tetapi Ronaldinho berhasil mengalahkan Steven Gerrard untuk meraih Ballon d’Or tahun itu.

Barcelona hanya berhasil mencapai babak 16 besar pada musim 2004/2005, tetapi pemain Brasil itu tetap memenangkan Ballon d’Or berkat kepahlawanannya di La Liga.

“Penghargaan ini mengatakan bahwa saya adalah pemain terbaik di dunia, tetapi saya bahkan bukan pemain terbaik di Barcelona,” kata Ronaldinho kepada FourFourTwo pada 2005.

“Satu nama yang akan saya waspadai adalah Lionel Messi. Dia seperti adik laki-laki saya di sini – dia mungkin dari Argentina dan saya dari Brasil, tetapi saya menjaganya. Dia akan menjadi pemain yang luar biasa.”

 


Andriy Shevchenko (2004)

Berkat kegemilangan performanya saat itu Shevchenko mampu menyabet penghargaan pemain terbaik dunia, Ballon d'Or, pada tahun 2004. (Foto: AFP/Paco Serinelli)

Setelah Porto membuat kejutan di Liga Champions dan Yunani menjadi kampiun Euro pada 2004, tidak ada favorit yang jelas untuk Ballon d'Or.

Pemain seperti Deco, Ronaldinho, dan Thierry Henry semuanya bersaing untuk mendapatkannya, tetapi akhirnya kalah dari Shevchenko.

Sejujurnya, pemain depan Ukraina itu memang moncer pada 2004, memenangkan Serie A dan Piala Super Eropa bersama AC Milan.

 


Pavel Nedved (2003)

Pavel Nedved meraih Ballon d'Or satu musim sebelum Shevchenko. Pemain berkebangsaan Republik Ceska ini berhasil antar Juventus meraih gelar juara Serie A pada musim 2002/2003. Ia tercatat membukukan 14 gol dan 17 assist dalam 46 laga di semua pertandingannya. (Foto: AFP/Michal Svacek)

Meskipun kalah di final Liga Champions dari AC Milan, Nedved masih berhasil mendapatkan Ballon d'Or.

Penghargaan pada 2003 bisa dibilang salah satu yang paling diperebutkan dalam sejarah Ballon d'Or.  Penggemar Arsenal saat ini masih berpendapat Henry layak mendapatkannya tahun itu.

Agar adil bagi Nedved, ia juga tampil luar biasa tahun itu. Ia memainkan peran kunci dalam membawa Juventus ke final Liga Champions dan juga menjuarai Serie A tahun itu.

Pavel Nedved (2003)

Sumber: Planet Football

Berita Terkait