Wojciech Szczesny Bersinar di Barcelona, Lalu Redup oleh Kesalahannya Sendiri

Wojciech Szczesny tampil gemilang di Barcelona, tetapi catatan pelanggaran berujung penaltinya di Liga Champions menjadi sorotan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 April 2025, 17:30 WIB
Penyerang Benfica asal Yunani #14, Vangelis Pavlidis (atas), terjatuh bersama bek Barcelona Spanyol #02, Pau Cubarsi, saat kiper Barcelona asal Polandia #25, Wojciech Szczesny, menyaksikan pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan FC Barcelona di stadion Estadio da Luz di Lisbon, Kamis dini hari WIB (6-3-2025). (Patricia DE MELO MOREIRA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Wojciech Szczesny tampil mengesankan di laga melawan Borussia Dortmund, tetapi aksinya juga menciptakan momen krusial yang justru merugikan Barcelona dalam pertandingan penting Liga Champions.

Pada leg kedua perempat final Liga Champions 2024/2025 melawan Borussia Dortmund, Rabu dini hari WIB (16-4-2025), Wojciech Szczesny sempat membuktikan mengapa dirinya dipercaya mengawal gawang Barcelona.

Advertisement

Kendati Barcelona kalah 1-3 dan hampir tersingkir, penampilan Szczesny di Signal Iduna Park layak diacungi jempol.

Kiper asal Polandia itu mencatat delapan penyelamatan, termasuk enam dari dalam kotak penalti.


Penampilan Gemilang di Tengah Ancaman Penalti

Wojciech Szczesny dalam pertandingan tandang Barcelona melawan Benfica pada laga leg pertama 16 besar Liga Champions 2024/2025 di Estadio do Sport Lisboa e Benfica, Kamis dini hari WIB (6-3-2025). (Bola.com/ X FC Barcelona)

Dengan nilai expected goals prevented (xG prevented) sebesar 1,31, Szczesny berhasil mencegah Dortmund mencetak lebih banyak gol, terutama saat lini belakang Barcelona kewalahan menghadapi kecepatan dan variasi serangan tim tuan rumah.

Bukan hanya refleks cepat, Szczesny juga menunjukkan ketenangan dalam situasi genting. Ia mencatat dua tangkapan bola udara dan satu aksi keluar dari sarangnya yang sukses.

Semua itu menunjukkan betapa pentingnya peran mantan kiper jJuventus itu dalam menjaga asa Barcelona untuk melaju lebih jauh. Secara teknis, penampilan Szczesny patut diapresiasi.


Kebiasaan Lama Kembali Terulang

Ekspresi pemain Barcelona, Gerard Martin (tengah) usai pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2024/2025 melawan BVB Borussia Dortmund di Signal Iduna Park, Dortmund, Jerman, pada 15 April 2025 atau Rabu 15 April 2025 dini hari WIB. (Pau BARRENA/AFP)

Sayangnya, semua performa apik itu seolah tertutup oleh satu kesalahan fatal yang terjadi di awal laga.

Pada menit ke-10, saat skor masih 0-0, Szczesny mencoba menghentikan laju Pascal Gross yang masuk ke kotak penalti. Namun, ia gagal mengontrol kecepatan dan timing, hingga menjatuhkan sang lawan dengan pelanggaran yang jelas.

Tanpa ragu, wasit menunjuk titik putih, dan Serhou Guirassy berhasil membuka keunggulan Dortmund dari eksekusi penalti.

Kesalahan seperti ini bukan hal baru bagi Szczesny. Bahkan, di Liga Champions saja, ini adalah penalti keempat yang ia sebabkan—membuatnya menjadi satu di antara pemain dengan pelanggaran terbanyak yang berujung penalti dalam sejarah kompetisi ini.

Saat ini, Szczesny hanya kalah dari Nicolas Otamendi (6) dan Pepe (5), serta sejajar dengan Clement Lenglet, Dani Carvajal, Casemiro, Tomas Galasek, Naldo, dan Lucio—semua dengan empat pelanggaran serupa.

Yang lebih mengkhawatirkan, dua dari empat pelanggaran tersebut terjadi musim ini. Sebelumnya, di babak kualifikasi melawan Benfica, Szczesny juga menjatuhkan Kerem Akturkoglu dan membuat Barca kembali kebobolan dalam kekalahan dramatis 4-5.


PR untuk Hansi Flick Jelang Semifinal

Sebelumnya ada rumor yang bermunculan terkait kandidat pengganti Xavi. Salah satu nama yang muncul adalah eks pelatih Bayern Munchen dan Timnas Jerman, Hansi Flick. (Ronny HARTMANN/AFP)

Statistik ini tentu menjadi perhatian serius bagi pelatih Barcelona, Hansi Flick. Di babak semifinal nanti, setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal, dan performa Szczesny yang inkonsisten dalam mengambil keputusan kapan harus maju atau tetap di garis gawang bisa menjadi bumerang.

Barcelona masih memimpikan gelar Liga Champions pertama sejak 2015. Untuk mencapainya, mereka butuh sosok penjaga gawang yang bukan hanya tangguh secara teknik, tetapi juga bisa diandalkan dalam momen-momen genting.

Szczesny memiliki pengalaman dan kemampuan untuk menjadi pahlawan musim ini—tetapi, hanya jika ia mampu mengendalikan kebiasaan yang kerap jadi bencana di saat-saat krusial.

Berita Terkait