Final Liga Champions Picu Ledakan Penjualan Jersey Inter Milan di wilayah Anti-PSG

Demam Inter Milan melanda Marseille jelang Final Liga Champions. Jersey I Nerazzurri laris manis diborong, kok bisa?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 Mei 2025, 15:15 WIB
Inter Milan sukses melaju ke final Liga Champions 2024/2025 usai mengalahkan Barcelona dengan skor 4-3 (agregat 7-6). (Marco BERTORELLO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Sementara Paris sedang bersiap menyambut satu di antara malam terbesar dalam sejarah klub mereka—final Liga Champions melawan Inter Milan pada 1 Juni dini hari WIB—sebuah fenomena tak biasa justru terjadi di selatan Prancis.

Marseille, kota yang berjarak sekitar 660 kilometer dari ibu kota dan sejak lama dikenal sebagai wilayah yang memusuhi PSG, mengalami lonjakan permintaan tak terduga terhadap merchandise Inter Milan.

Advertisement

Penjualan jersey klub asal Italia itu meningkat drastis, bahkan bisa disebut "gila-gilaan".

"Sepanjang tahun, tidak ada yang mencari jersey Inter. Sekarang rasanya seperti seluruh kota berubah jadi Interista. Ini benar-benar gila!" kata seorang staf toko Foot.fr cabang Plan de Campagne kepada BFM Marseille.


Semua untuk Inter

Pemain Olympique Marseille (OM) merayakan kemenangan di atas truk di pelabuhan Marseille (disebut Vieux Port) pada tanggal 1 Juni 1993, beberapa hari setelah memenangkan pertandingan final Liga Champions UEFA melawan Milan. (Yang ketiga dari kiri di atas truk adalah Basile Boli, yang mencetak gol kemenangan). Marseille mengalahkan AC Milan di Munich pada tanggal 26 Mei 1993. (Beatrice PINOT/AFP)

Antusiasme itu bukan tanpa alasan. Pendukung Marseille bersatu dalam satu semangat: mempertahankan status unik klub mereka sebagai satu-satunya tim asal Prancis yang pernah menjuarai Liga Champions—gelar yang mereka raih pada 1993.

Ketika itu,  Marseille mengalahkan wakil Italia lainnya, AC Milan, dengan skor 1-0 lewat gol Basile Boli di Olympiastadion, Munich.

Kini, dengan PSG hanya tinggal selangkah lagi menyamai prestasi tersebut di final yang juga akan digelar di Munich, para suporter OM memilih "berjuang" lewat cara lain: belanja.

Satu di antara warga lokal bahkan merangkum perasaannya dengan singkat, tetapi jelas: "Tous pour l'Inter". Semua untuk Inter.


Ketegangan Meningkat, Polisi Marseille Siaga Penuh

Kemenangan ini membuat Paris Saint-Germain berhasil meraih poin penuh di matchday 1 League Phase Liga Champions 2024/2025. (FRANCK FIFE/AFP)

Dengan PSG memburu rekor—meraih treble pertama dalam sejarah klub setelah menjuarai Ligue 1 dan Coupe de France—ketegangan meningkat di Marseille.

Polisi setempat memperketat pengamanan menjelang pertandingan, mengantisipasi kemungkinan kerusuhan jika PSG benar-benar mengangkat trofi Liga Champions untuk pertama kalinya.

"Kemenangan PSG bisa membuat beberapa orang hilang kendali. Jika ditambah dengan aksi kriminal oportunistik, itu kombinasi yang sangat berisiko," ujar seorang sumber dari kepolisian Marseille kepada RMC Sport.

Kekhawatiran ini bukan hanya soal selebrasi berlebihan atau kekecewaan pendukung. Rivalitas Marseille dan PSG sudah tertanam dalam budaya sepak bola Prancis, dan apa pun hasil final nanti, atmosfer tetap berpotensi panas.

Bahkan jika Inter yang menang, pihak kepolisian tetap bersiap menghadapi potensi perayaan besar-besaran di Marseille.

 

Sumber: The Sporting News

Berita Terkait