FIFA Akhirnya Sepakati Aturan Istirahat dan Libur Pemain usai Desakan Global

FIFA dan serikat pemain global sepakati periode istirahat wajib.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 Juli 2025, 08:30 WIB
Logo FIFA terpasang bersama lambang klub peserta menjelang laga pembuka Club World Cup 2025 di Miami, Florida (AP Photo/John Raoux)

Bola.com, Jakarta - FIFA akhirnya mencapai kesepakatan penting dengan serikat pemain sepak bola dunia terkait perlindungan kesejahteraan pemain, khususnya soal waktu istirahat wajib di tengah padatnya kalender kompetisi global.

Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan antara Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan sejumlah perwakilan senior dari serikat pemain dunia, termasuk FIFPRO, yang digelar di New York, Sabtu (12-7-2025) waktu setempat.

Advertisement

Dalam pernyataan resminya, FIFA menegaskan bahwa terjadi konsensus soal pemberlakuan jeda minimal 72 jam antarpertandingan serta masa libur setidaknya tiga pekan di akhir musim kompetisi.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran yang kian meningkat terkait kelelahan fisik dan mental pemain profesional.

Satu di antaranya pemicunya adalah keputusan FIFA menggelar Piala Dunia Antarklub edisi perdana dengan format 32 tim pada musim panas ini, bersamaan dengan masa rehat sebagian besar pemain Eropa.

"Pertemuan ini membahas isu-isu penting terkait kesehatan pemain (baik pria maupun wanita), yang menjadi prioritas utama karena masuk kerangka pencegahan risiko kerja sebagaimana ditetapkan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO)," bunyi pernyataan resmi FIFA.


Aturan Baru

Pemain Chelsea, Christopher Nkunku, mencetak gol ke gawang Benfica pada laga 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 di Bank of America Stadium, Minggu (29/6/2025). (AP Photo/Nell Redmond)

FIFA dan serikat pemain sepakat bahwa setiap pemain harus memiliki waktu istirahat minimal 72 jam antara satu pertandingan dan pertandingan lainnya. Selain itu, libur akhir musim selama 21 hari akan diberlakukan sebagai bagian dari pemulihan dan keseimbangan fisik pemain.

Periode tersebut akan dikelola oleh klub dan pemain masing-masing, dengan mempertimbangkan kalender pertandingan serta perjanjian kolektif yang berlaku di tiap wilayah atau negara.

Di samping itu, FIFA juga menyarankan adanya satu hari libur tiap pekan, yang pengaturannya tetap fleksibel.

Selain waktu pertandingan, FIFA menyampaikan pentingnya memperhatikan faktor lain, seperti perjalanan antarbenua dan kondisi cuaca ekstrem saat menyusun kebijakan di kalender pertandingan internasional yang akan datang (International Match Calendar/IMC).


Jalan Menuju Keseimbangan

Fabian Ruiz jadi bintang utama dengan torehan dua gol, sementara Ousmane Dembele dan Goncalo Ramos masing-masing menyumbang satu gol untuk melengkapi pesta gol Les Parisiens. (AP Photo/Adam Hunger)

Di tengah banyaknya kritik atas keputusan sepihak FIFA dalam menambah jadwal kompetisi internasional, termasuk perluasan Piala Dunia dan pengenalan Piala Dunia Antarklub, diskusi kali ini juga membahas pentingnya menciptakan keseimbangan antara sepak bola level klub dan timnas.

"FIFA dan serikat pemain sepakat akan pentingnya menyeimbangkan kompetisi antarnegara dengan klub, serta antara kompetisi domestik, kontinental, dan global," lanjut pernyataan tersebut.

FIFA juga menekankan pentingnya membuka lebih banyak peluang bagi pemain dari seluruh dunia untuk tampil di kompetisi bergengsi demi mendorong perkembangan sepak bola secara global.

Termasuk di dalamnya, memberikan ruang bermain lebih luas bagi pemain yang belum mencapai level internasional tertinggi.


Serikat Pemain Ajukan Gugatan

Gelandang Paris Saint-Germain (PSG) asal Prancis #14, Desire Doue, merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Paris Saint-Germain asal Prancis dan Bayern Munich asal Jerman di Stadion Mercedes-Benz di Atlanta pada tanggal 5 Juli 2025. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Sebelumnya, pada Juni 2024, FIFPRO bersama serikat pemain Inggris dan Prancis telah melayangkan gugatan terhadap FIFA ke Uni Eropa. Mereka menuduh FIFA menyalahgunakan dominasinya dan melanggar hukum persaingan Eropa melalui ekspansi kalender pertandingan yang padat.

Menanggapi itu, FIFA kini membuka pintu lebih lebar kepada serikat pemain untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.

Satu di antaranya dengan mempertimbangkan keikutsertaan perwakilan serikat pemain dalam rapat Dewan FIFA jika menyangkut isu-isu yang berdampak langsung pada pemain.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait