6 Penyerang Prancis yang Kesulitan di Liverpool: Hugo Ekitike Bakal Mematahkan Kutukan Anfield?

Hugo Ekitike di Ambang Gabung Liverpool. Bisa Pecahkan Kutukan Striker Prancis di Anfield?

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 19 Juli 2025, 15:15 WIB
Liverpool - Ilustrasi Logo Liverpool (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Hugo Ekitike semakin dekat untuk bergabung dengan Liverpool dengan kesepakatan besar senilai 70 juta pound.

Penyerang muda asal Prancis itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan verbal dengan The Reds, dan tinggal menunggu finalisasi detail finansial antara Liverpool dan klub pemiliknya saat ini, Eintracht Frankfurt.

Advertisement

Jika transfer ini terealisasi, Ekitike akan menjadi penyerang Prancis ketujuh dalam sejarah Liverpool. Namun, sejarah tersebut tidak terlalu bersinar.

Hingga kini belum ada satu pun striker Prancis yang benar-benar sukses di Anfield. Apakah Ekitike bisa mematahkan kutukan itu?

Dengan latar belakang itu, tak heran jika banyak yang menaruh harapan besar pada Hugo Ekitike. Penyerang berusia 23 tahun ini merupakan produk akademi Stade de Reims dan sempat memperkuat Paris Saint-Germain (PSG), meskipun tak mendapat banyak kesempatan.

Jika resmi bergabung, Ekitike akan membawa harapan baru bagi publik Anfield untuk melihat striker Prancis pertama yang benar-benar sukses di Liverpool. Dengan potensi besar dan harga yang tinggi, tekanan di pundaknya pun tak akan kecil.

  Sebelum Ekitike, ada enam penyerang asal Prancis sudah lebih dulu mencoba peruntungan di Anfield. Namun, semuanya gagal mencatatkan pengaruh besar. Siapa saja mereka?


Anthony Le Tallec

3. Anthony Le Tallec - Menjadi bintang Timnas Prancis saat meraih Piala Dunia U-17 2001 membuatnya diboyong oleh Liverpool. Gabung The Reds dirinya gagal tampil secara regular hingga akhirnya dibuang dan kariernya meredup. (AFP/Francois Lo Presti)

Didatangkan dari Le Havre pada 2002 saat baru berusia 18 tahun, Le Tallec sempat dipinjamkan kembali ke klub lamanya sebelum memulai debut di musim 2003/2004.

Namun, performanya jauh dari ekspektasi. Ia hanya mencetak 1 gol dalam 32 pertandingan, meski tercatat sebagai bagian dari skuad yang menjuarai Liga Champions 2005, tapi tidak tampil di final.


Florent Sinama-Pongolle

Rekan seangkatan Le Tallec di Le Havre, Sinama-Pongolle juga didatangkan oleh Gerard Houllier. Ia tampil lebih sering, dengan 9 gol dari 65 laga, tetapi kalah bersaing dengan nama-nama besar seperti Fernando Morientes dan Peter Crouch.


Bernard Diomede

Pelatih kepala Prancis U-19, Bernard Diomede berbicara pada konferensi pers setelah pertandingan semifinal Kejuaraan Eropa U-19 2018 antara Italia melawan Prancis di Vaasa, Finlandia pada 26 Juli 2018. (AFP/Lehtikuva/Timo Aalto)

Salah satu rekrutan yang paling mengecewakan. Pemenang Piala Dunia 1998 ini hanya mencatat 5 penampilan dalam dua setengah musim akibat cedera panjang dan tak mampu menembus skuad utama.


Nicolas Anelka

Nicolas Anelka. Eks striker asal Prancis yang kini berusia 43 tahun dan telah pensiun bersama Mumbai City pada Januari 2016 ini pernah berseragam Real Madrid hanya 1 musim, pada 1999/2000 usai didatangkan dari Arsenal. Sementara Liverpool diperkuatnya selama setengah musim, pada tengah musim 2001/2002 dengan status pinjaman dari PSG. Bersama Real Madrid ia total tampil dalam 33 laga dengan torehan 7 gol dan 6 assist. Sementara bersama Liverpool ia total tampil dalam 22 laga dengan torehan 5 gol dan 2 assist. (AFP/Gerry Penny)

Anelka sempat dipinjam Liverpool pada Januari 2002 setelah hubungan buruk dengan pelatih PSG.

Namun, hanya mampu mencetak 5 gol dalam 22 pertandingan, dan Liverpool memilih tidak mempermanenkannya. Ia kemudian pindah ke Manchester City.


David Ngog

Gaya khas striker Liverpool' asal Prancis David Ngog seusai mencetak gol di laga lanjutan EPL melawan Manchester United di Anfield Stadium, 25 Oktober 2009. AFP PHOTO / PAUL ELLIS

Datang dari PSG pada 2008, Ngog menunjukkan potensi di awal kariernya di Inggris. Namun, kedatangan Luis Suarez dan Andy Carroll membuatnya tersingkir.

Ia mencetak 19 gol dalam 93 laga, sebuah catatan yang cukup baik meski ia tak pernah jadi pilihan utama.


Djibril Cisse

Djibril Cisse - Pemain dengan gaya rambut unik ini merupakan bomber yang membawa Liverpool menjuarai Liga Champions 2005 di Istanbul. Pria berkebangsaan Prancis itu tak segan mewarnai hingga mengukir rambut demi penampilan. (AFP/Paul Ellis)

Nama paling dikenal dalam daftar ini. Dibeli dari Auxerre pada 2004, Cisse datang dengan reputasi tinggi. Namun dua cedera parah membuat kariernya di Liverpool tak berkembang maksimal.

Ia mencetak 24 gol, termasuk di adu penalti final Liga Champions 2005, tetapi sering dimainkan di sayap dan akhirnya kembali ke Ligue 1 bersama Marseille.

Sumber: Sportsmole

Berita Terkait