Cerita di Balik Ketegangan Barcelona dan Timnas Spanyol soal Lamine Yamal

Lamine Yamal, yang merupakan salah satu prospek paling cemerlang, kini harus menepi dari pertandingan penting klub, termasuk laga Champions League Barcelona melawan Newcastle United.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 17 September 2025, 21:45 WIB
Selebrasi Lamine Yamal dalam laga semifinal Supercopa de Espana 2025 antara Athletic Bilbao vs Barcelona, Kamis (9/1/2025). (c) AP Photo/Altaf Qadri

Bola.com, Jakarta - Kembalinya Lamine Yamal dari tugas internasional bersama Timnas Spanyol pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa pada FIFA Matchday September 2025 diwarnai cedera yang serius.

Insiden ini memicu badai dan ketegangan sengit antara Barcelona dan Timnas Spanyol, dengan pertanyaan besar mengenai penanganan kesehatan pemain muda berusia 18 tahun tersebut.

Advertisement

Lamine Yamal, yang merupakan salah satu prospek paling cemerlang, kini harus menepi dari pertandingan penting klub, termasuk laga Champions League Barcelona melawan Newcastle United.

Ini adalah konsekuensi langsung dari apa yang terjadi selama jeda internasional. Laporan Cadena SER menyebut remaja tersebut menderita sakit punggung akut sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Turki.

Menurut media Spanyol itu, Lamine Yamal meminta untuk tidak bermain. Namun, dokter memberi suntikan sebelum pertandingan, dan ia tetap diturunkan untuk bermain hampir 80 menit dalam laga yang sebetulnya telah dimenangkan Spanyol pada babak pertama.


Barcelona Meradang

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, berbicara kepada para pemainnya dalam laga La Liga antara Levante dan Barcelona di Valencia, Spanyol, Sabtu, 23 Agustus 2025. (AP Photo/Alberto Saiz)

Barcelona sangat geram saat Lamine Yamal kembali dalam kondisi tidak fit untuk berlatih. Pelatih kepala Hansi Flick dengan jelas menyampaikan kekesalannya.

"Lamine Yamal tidak bisa bermain. Dia pergi bersama timnas dalam keadaan sakit dan tidak berlatih. Mereka memberinya obat penghilang rasa sakit untuk bermain. Itu bukan cara merawat pemain. Saya sangat sedih akan hal ini,” ujar Flick.

Direktur olahraga Barca, Deco, juga mendukung pandangan Flick, menyerukan koordinasi yang lebih baik antara klub dan federasi.

Ia menekankan jeda internasional seringkali memaksakan pemain terlalu jauh, menambahkan: “Kami harus meningkatkan komunikasi kami, kami harus meningkatkan protokol antara klub dan tim nasional.”


RFEF Bela Diri

Logo RFEF (Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol). (Bola.com/Istimewa)

Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) tak mau disalahkan. Para pengurusnya bersikeras mereka telah berkomunikasi dengan Barcelona dan perawatan yang diberikan adalah hal rutin.

Namun, pesan-pesan yang dilaporkan menunjukkan bahwa tim medis Spanyol mengakui telah menyuntikkan Voltaren karena dia tidak bisa meninggalkan hotel dan meminta kami untuk tidak bermain.

Meskipun ada pengakuan tersebut, Lamine Yamal tetap berada di lapangan hingga menit ke-79. Bagi banyak pihak, ini kontroversi sesungguhnya: Jika seorang pemain membutuhkan perawatan untuk bisa masuk ke lapangan, mengapa mengambil risiko menurunkannya padahal pertandingan sudah dipastikan hasilnya?

Terlepas dari semua perdebatan tentang suntikan, protokol, dan catatan medis, satu fakta tetap tak terbantahkan: prospek cerah Spanyol ini harus absen sebelum pertandingan penting klubnya. (Fadillah Setiawan)

Sumber: SportingNews


Persaingan di La Liga

Berita Terkait