Luka Modric Frustrasi: dengan Segala Hormat, Milan Harusnya Menang di Kandang

Milan gagal mengalahkan tim papan bawah, Pisa, di Stadion San Siro setelah hanya bermain dengan skor 2-2.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 Oktober 2025, 05:40 WIB
Gelandang AC Milan asal Kroasia #14, Luka Modric (kanan), berebut bola dengan gelandang Pisa asal Nigeria #14, Ebenezer Akinsanmiro (kiri), dan bek Pisa asal Italia #04, Antonio Caracciolo, dalam pertandingan Serie A Italia antara AC Milan dan Pisa SC di Stadion San Siro di Milan, Italia utara, Sabtu (25-10-2025) dini hari WIB. (Stefano RELLANDINI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Luka Modric tidak menutupi rasa frustrasinya setelah AC Milan kehilangan dua poin berharga dalam hasil imbang 2-2 kontra Pisa di San Siro, Sabtu (25-10-2025) dini hari WIB. Ia dengan tegas menyatakan bahwa kegagalan itu sepenuhnya kesalahan timnya sendiri.

Setelah pertandingan berakhir, kepada DAZN dan Sky Sport, seperti dikutip MilanNews, gelandang veteran Kroasia itu menyampaikan penilaiannya dengan jelas mengenai performa tim dan mentalitas yang dibutuhkan untuk bersaing memperebutkan Scudetto.

Advertisement

Milan menguasai babak pertama dan beberapa kali menciptakan peluang, tetapi gagal menambah gol sebelum keruntuhan di babak kedua membuka peluang bagi tim tamu.

"Seharusnya kami menuntaskan pertandingan di babak pertama. Kami bermain baik, tapi hanya mencetak satu gol. Lalu di babak kedua, kami mulai terlalu santai, dan dengan penalti serta gol itu… itulah sepak bola. Bahkan jika tim Anda lebih kuat dan pantas menang, apa pun bisa terjadi," kata Modric menyoroti titik balik laga dengan tegas.


Strategi Pisa

Penyerang Pisa asal Angola #18, M'Bala Nzola (kanan), merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Serie A Italia antara AC Milan dan Pisa SC di Stadion San Siro, Milan, Italia utara, Sabtu (25-10-2025) dini hari WIB. (Stefano RELLANDINI/AFP)

Pemain berusia 40 tahun itu menegaskan, kesalahan sepenuhnya ada pada Milan, tanpa mencari alasan.

"Hanya kesalahan kami jika tidak menang. Hari ini kami kehilangan dua poin penting. Laga-laga kandang seperti ini, dengan segala hormat kepada Pisa, harus kami menangkan. Kami sedih dan kesal karena melepas peluang besar," tambah Modric.

Pisa menerapkan strategi penjagaan ketat satu lawan satu untuk mengganggu ritme Milan, memaksa Modric dan Samuele Ricci bergantian posisi di lini tengah.

Strategi itu sempat efektif di beberapa fase, tetapi tidak bertahan lama.

"Mereka bermain man-to-man, dan kami pindah posisi untuk menciptakan ruang dan membingungkan mereka. Sebagian besar pertandingan itu berhasil, tapi kami harus lebih baik. Saya harus menyesuaikan diri, dan sebagai tim, kami harus bermain dengan intensitas lebih tinggi. Di kandang, pertandingan seperti ini harus dituntaskan dengan kemenangan," ujar Modric.

Milan akan kembali berlatih pekan ini dengan kebutuhan untuk segera bangkit, sementara Modric memperingatkan bahwa kehilangan poin seperti ini bisa berpengaruh besar pada sisa musim.

 

Sumber: Football Italia


Cek Persaingan Terkini di Liga Italia

Berita Terkait