Kasus Modric Jadi Awal Keretakan Ruang Ganti Real Madrid yang Berujung Mundurnya Alonso 8 Bulan Kemudian

Xabi Alonso kehilangan dukungan sebagian ruang ganti Real Madrid usai penanganan kasus Luka Modric.

Bola.com, Jakarta - Kisah di balik pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid terus terkuak. Fokus utama kini mengarah ke situasi ruang ganti, yang sejak awal disebut tidak sepenuhnya solid di bawah kendali mantan gelandang Los Blancos tersebut.

Pakar bursa transfer, Fabrizio Romano, mengungkapkan konteks penting yang menunjukkan bahwa hubungan Alonso dengan para pemain tidak pernah benar-benar berjalan mulus sejak hari pertama.

Menurut Romano, ikatan Alonso dan sebagian skuad Madrid tak pernah mencapai titik stabil.

Kendati secara terbuka manajemen klub memberikan dukungan penuh dan menyebut proyek jangka panjang, di balik layar sudah muncul tanda-tanda ketidaknyamanan.

Beberapa pemain, khususnya yang berstatus senior, kesulitan memahami dan menerima gagasan serta keputusan Alonso, yang perlahan menciptakan jarak antara pelatih dan ruang ganti.

Satu episode tertentu disebut meninggalkan dampak paling besar: cara klub dan Alonso menangani situasi Luka Modric.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

Muncul Kegelisahan

Gelandang veteran Kroasia itu sejatinya siap bertahan satu musim lagi di Santiago Bernabeu. Modric bahkan bersedia menerima kontrak dengan ketentuan berbeda, sepenuhnya menyadari bahwa perannya akan berubah dan menit bermainnya bakal berkurang.

Bagi Modric, bertahan di Madrid bukan sekadar soal tampil di lapangan. Ia ingin melanjutkan karier di klub yang ia anggap sebagai rumah, membantu para pemain muda, serta berkontribusi kapan pun dibutuhkan.

Namun, Alonso bersama jajaran petinggi klub memilih arah lain. Real Madrid memutuskan untuk memprioritaskan regenerasi, energi baru, dan pembangunan inti lini tengah untuk masa depan.

Secara sportivitas, keputusan tersebut dinilai masuk akal. Akan tetapi, langkah itu tidak sepenuhnya diterima oleh semua pihak di dalam ruang ganti.

Pengaruh, kepemimpinan, dan kehadiran Modric sangat dihormati sehingga melihatnya disisihkan menimbulkan kegelisahan di antara sejumlah pemain.

3 dari 3 halaman

Alonso Frustrasi

Di sisi lain, Alonso sendiri disebut mulai frustrasi dengan komposisi skuad yang dimilikinya. Seperti telah dilaporkan sebelumnya, ia menilai lini tengah Madrid kekurangan sosok pengatur permainan sejati.

Alonso berulang kali menyampaikan kepada klub bahwa sistem yang ia terapkan membutuhkan pemain yang mampu mengontrol tempo, memberi struktur, dan memimpin permainan saat menguasai bola.

Namun, hingga akhir masa jabatannya, pemain yang ia harapkan itu tak pernah datang, sebuah kondisi yang pada akhirnya memperdalam masalah internal dan berkontribusi pada perpisahan antara Alonso dan Real Madrid.

 

Sumber: Madrid Universal

Video Populer

Foto Populer