Transaksi Digital di Indonesia Bisa Capai 538 Miliar Dolar AS pada 2025, QRIS Jadi Faktor Kunci

Proyeksi menunjukkan bahwa nilai Gross Transaction Value (GTV) untuk transaksi digital di Indonesia akan meningkat sebesar 27%.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 14 November 2025, 10:20 WIB
Veronica Utami menjabat sebagai Kepala Pemasaran di Google Indonesia. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

Bola.com, Jakarta - Direktur Negara Google Indonesia, Veronica Utami, menekankan sektor layanan keuangan digital (Digital Financial Services/DFS) telah mengalami perkembangan yang sangat cepat dan menjadi pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air.

Pertumbuhan ini terjadi meskipun ada berbagai tantangan yang dihadapi di tingkat global. Sektor ini masih mampu mencatat pertumbuhan dua digit di seluruh segmennya, berkat peningkatan adopsi sistem pembayaran digital serta inovasi yang terus bermunculan dalam industri keuangan.

Advertisement

Dalam acara Media Briefing yang diadakan pada Kamis (13/11/2025), Veronica menyatakan untuk melihat skala dan ketahanan fondasi ekonomi digital Indonesia, bisa melihatnya dari sektor layanan keuangan digital.

"Sektor ini terus mencatat pertumbuhan dua digit di seluruh segmen, bahkan di tengah tantangan makroekonomi dan regulasi," kata Veronica. 

Pernyataan ini menunjukkan optimisme terhadap masa depan sektor keuangan digital di Indonesia, yang terus beradaptasi dengan perubahan yang ada.

 

 


Keberhasilan Implementasi QRIS

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono mengungkapkan bahwa perhitungan batasan Rp 100.000 ini sudah dihitung dengan data yang dikumpulkan BI. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Data terbaru menunjukkan bahwa nilai Gross Transaction Value (GTV) untuk pembayaran digital di Indonesia diperkirakan akan meningkat sebesar 27% menjadi 538 miliar dolar AS pada 2025.

Ini menjadikan Indonesia sebagai pasar pembayaran digital terbesar di kawasan Asia Tenggara, yang menunjukkan potensi besar dari sektor ini.

Lonjakan yang signifikan ini terutama didorong oleh keberhasilan implementasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yang berhasil menyatukan berbagai sistem pembayaran yang ada dan memperluas adopsi teknologi digital di kalangan masyarakat.

Keberadaan QRIS telah memberikan kemudahan dalam transaksi dan menjadi salah satu faktor kunci dalam pertumbuhan sektor layanan keuangan digital di Indonesia.

 

 


Pembayaran Digital Berkembang Pesat

Warga melakukan transaksi pembayaran dengan QRIS Gopay Tabungan by Jago saat berbelanja di Jakarta, Rabu (7/2/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain sektor pembayaran digital yang mengalami perkembangan pesat, sektor pinjaman online juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan peningkatan sebesar 29% dibandingkan tahun sebelumnya. Total saldo pinjaman mencapai 13 miliar dolar AS.

Selain itu, sektor investasi digital dan asuransi online mengalami pertumbuhan yang positif, masing-masing dengan kenaikan sebesar 25% dan 18% yang diperkirakan akan berlanjut hingga 2025.

"Skala transaksi digital payment kita sangat luar biasa dan menjadikan Indonesia sebagai pasar pembayaran digital terbesar di Asia Tenggara," ujar Veronica. 

Meskipun pertumbuhan sektor pinjaman online di Indonesia menjadi yang tercepat di kawasan ini, Veronica juga menekankan adanya tantangan dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap layanan keuangan digital.

Ia berpendapat ke depan, membangun hubungan yang didasari kepercayaan dan nilai akan menjadi faktor penting dalam memperluas inklusi keuangan digital di Indonesia.

Berita Terkait