Agensi Cole Palmer dan Kobbie Mainoo Ancam Gugat Premier League, Ada Apa?

Tiga agensi ternama yang menaungi pesepak bola top Inggris mengirim surat keberatan ke Premier League melalui irma hukum Clifford Chance.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 17 November 2025, 14:15 WIB
Cole Palmer merayakan golnya dalam pertandingan Tottenham melawan Chelsea di Stadion Tottenham Hotspur pada hari Minggu, 8 Desember 2024.

Bola.com, Jakarta - Tiga agensi besar yang menaungi para pesepak bola top Inggris, yakni CAA Base, CAA Stellar, dan Wasserman, mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap Premier League terkait rencana penerapan regulasi pengeluaran yang baru.

Premier League sedang menggodok paket aturan finansial kontroversial yang di dalamnya mencakup skema "top to bottom anchoring" (TBA).

Advertisement

Mekanisme ini pada dasarnya merupakan bentuk batasan gaji yang berlaku bagi seluruh 20 klub peserta sehingga membatasi total dana yang bisa mereka keluarkan untuk gaji pemain, biaya agen, hingga biaya transfer.

Selain itu, liga akan membahas kemungkinan mengganti aturan profit and sustainability rules (PSR) dengan skema "squad cost ratios" (SCR).

Melalui aturan SCR, klub hanya boleh membelanjakan maksimal 85 persen dari pendapatan tahunan mereka.

Proposal tersebut dijadwalkan masuk agenda pemungutan suara pada rapat pemegang saham Premier League, Jumat mendatang. 


Tiga Agensi Kirim Surat Keberatan

Kobbie Mainoo menjadi bintang dari kemenangan 2-0 Manchester United atas FCSB dalam laga matchday 8 League Phase Liga Europa 2024/2025 yang digelar di Arena Nationala, Jumat (31/1/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Andreea Alexandru)

Menjelang voting penting tersebut, CAA Base, CAA Stellar, dan Wasserman, yang memiliki klien-klien ternama seperti Cole Palmer (Chelsea) dan Kobbie Mainoo (Manchester United), menyampaikan keberatan resmi mereka melalui surat yang dikirimkan firma hukum Clifford Chance, sebagaimana dilaporkan The Athletic.

Dalam surat itu, ketiga agensi menolak keras baik TBA maupun SCR. Mereka menilai batasan tersebut akan menahan ruang gerak klub dan berdampak langsung pada pendapatan pemain serta struktur pasar transfer.

Selain itu, mereka menuduh Premier League merancang aturan tersebut tanpa melibatkan mereka dalam proses konsultasi.


Penolakan Terus Meningkat

Cole Palmer, gelandang serang berusia 21 tahun milik Chelsea yang baru didatangkan pada awal musim 2023/2024 dari Manchester City ini total telah mencetak 8 gol dan 4 assist dari 17 laga di Premier League 2023/2024. Bersama Timnas Inggris, ia telah mengoleksi 2 caps. Keduanya terjadi pada kualifikasi Euro 2024, termasuk laga debutnya saat menang 2-0 atas Malta pada 17 November 2023. (AP Photo/Alastair Grant)

Ancaman gugatan dari tiga agensi besar itu menjadi penolakan publik terbaru terhadap rencana perubahan aturan finansial.

Ketua Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA), Maheta Molango, sebelumnya sudah menegaskan bahwa serikat pemain siap menantang regulasi baru itu jika benar-benar diterapkan.

Molango menambahkan bahwa klub yang menganggap aturan tersebut sebagai "pembatasan perdagangan yang jelas" juga bakal menempuh langkah hukum.

Lebih lanjut, Molango menyebut para ahli persaingan usaha pun menilai tak lazim konsep anchoring yang tidak memiliki preseden sehingga gugatan hukum dipandang sebagai hal yang tak terelakkan.

Manchester City dan Manchester United disebut berada di kelompok klub yang menolak usulan tersebut.

Sesuai ketentuan Premier League, proposal ini hanya bisa lolos jika memperoleh dukungan dua pertiga suara klub dalam voting hari Jumat di London. Jika tidak memenuhi ambang tersebut, regulasi baru ini tidak akan dilanjutkan.

 

Sumber: SI

Berita Terkait