Mengurai Dominasi Haaland atas Leverkusen Menjelang Bentrok di Liga Champions

Erling Haaland kembali menjadi sorotan jelang pertemuan perdana Manchester City dan Bayer Leverkusen

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 24 November 2025, 10:15 WIB
Kiper Dortmund asal Swiss, Gregor Kobel (kanan) menepis tembakan pemain depan Manchester City asal Norwegia, Erling Haaland, dalam pertandingan lanjutan fase liga Liga Champions 2025/2026 antara Manchester City dan Borussia Dortmund di Stadion Etihad, Manchester, Inggris barat laut, pada 5 November 2025 waktu setempat atau Kamis (6/11) dini hari WIB. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Erling Haaland kembali menjadi sorotan jelang pertemuan perdana Manchester City dan Bayer Leverkusen di ajang kompetitif, ketika kedua raksasa Eropa itu bertemu pada laga fase liga Liga Champions di Etihad Stadium, Rabu (26/11/2025) dini hari WIB.

City datang dengan motivasi untuk bangkit setelah kekalahan menyakitkan di Premier League dari Newcastle United. Pada laga tersebut, ketajaman Haaland meredup akibat rapatnya pertahanan The Magpies yang dipimpin Nick Pope.

Advertisement

Namun situasi di Eropa biasanya menghadirkan versi terbaik sang penyerang. Haaland selalu mencetak gol dalam lima penampilan terakhirnya di Liga Champions dan memiliki rekam jejak khusus saat berjumpa Leverkusen ketika masih membela Borussia Dortmund.

Kini, Haaland kembali bertemu Leverkusen tetapi dalam warna Manchester City. Dengan ketajaman yang kembali memuncak di Eropa dan sejarah manisnya melawan tim asal Jerman tersebut, sang striker akan menjadi ancaman terbesar bagi Leverkusen di Etihad. Sementara itu, Guardiola dan City berharap laga ini menjadi titik balik setelah kekecewaan di liga domestik.

Haaland tidak asing dengan momen besar, dan duel di Liga Champions ini bisa menjadi panggung berikutnya bagi sang predator kotak penalti untuk menambah daftar korbannya.


Jejak Haaland vs Bayer Leverkusen

Nama pemain top terakhir yang menjadi klien Mino Raiola adalah Erling Haaland. Ia menjadi agen penyerang asal Norwegia tersebut sejak tahun 2020 dan telah berjasa untuk membantunya pindah ke Borussia Dortmund. Diketahui Haaland akan meninggalkan Signal Iduna Park pada musim depan. Patut dinantikan bagiamana kelanjutannya usai kabar palsu mengenai meninggalnya sang agen, Mino Raiola. (AFP/Ina Fassbender)

Haaland hanya empat kali menghadapi Leverkusen selama kariernya di Bundesliga, tetapi pertemuan-pertemuan tersebut membentuk pola yang menarik. Dalam empat laga itu, ia mengemas empat gol dan satu assist, semua kontribusi tersebut terjadi pada dua pertemuan terakhirnya melawan Die Werkself.

Dua laga awal Haaland melawan Leverkusen justru berakhir pahit. Pada musim 2019–20 yang terdampak pandemi, ia bermain penuh namun gagal mencetak gol dalam kekalahan 3–4.

Situasi serupa terulang pada Januari 2021, ketika Dortmund takluk 1–2 dan Haaland kembali tak mampu memberi kontribusi papan skor. Gol Moussa Diaby dan penyelesaian dingin dari Florian Wirtz yang saat itu masih remaja, menjadi pembeda pada pertandingan tersebut.

Kebangkitan Haaland dimulai pada pertemuan ketiga. Masih di musim 2020–21, ia tampil ganas dengan torehan dua gol dalam kemenangan 3–1 Dortmund. Serangan balik cepat, penempatan posisi tajam, serta kerja sama apik dengan Marco Reus membuat Leverkusen kewalahan.


Duel Spektakuler

Penyerang Borussia Dortmund, Erling Braut Haaland, berusaha mengontrol bola saat menghadapi Bayer Leverkusen pada laga lanjutan Liga Jerman di BayArena Stadium, Rabu (20/1/2021). Bayer Leverkusen menang 2-1 atas Borussia Dortmund. (AFP/Martin Meissner/pool)

Pertemuan keempat menjadi yang paling spektakuler. Pada musim 2021–22, Dortmund dan Leverkusen terlibat dalam duel liar yang menghasilkan tujuh gol. Dortmund tiga kali tertinggal dan tiga kali menyamakan kedudukan sebelum akhirnya menang 4–3.

Haaland mencetak gol penyama pertama, memberi assist untuk Julian Brandt, dan menutup laga sebagai penentu kemenangan lewat penalti pada menit ke-77 setelah Reus dilanggar di kotak terlarang.

Sayangnya, Haaland absen pada pertemuan kedua musim itu karena cedera otot, dan ketidakhadirannya terasa jelas. Dortmund tumbang 2–5 di kandang sendiri, menunjukkan betapa besarnya pengaruh sang penyerang Norwegia itu.

Sumber: Sportsmole

Berita Terkait