Tuchel Angkat Bicara Soal Hasil Undian Piala Dunia 2026, Inggris Siap Hadapi Tantangan di Grup L

Timnas Inggris kini memasuki fase persiapan baru setelah hasil undian Piala Dunia 2026 menempatkan mereka di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 06 Desember 2025, 10:15 WIB
Para pemain Inggris merayakan gol kedua mereka dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Albania dan Inggris di stadion "Air Albania" di Tirana, Senin (17-11-2025) dini hari WIB. (Adnan Beci/AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Inggris kini memasuki fase persiapan baru setelah hasil undian Piala Dunia 2026 menempatkan mereka di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama. Hasil tersebut diumumkan dalam acara megah di Washington D.C yang menghadirkan tokoh penting seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum. Situasi ini membuat publik langsung menilai Inggris berada pada posisi unggulan.

Dengan status sebagai tim berperingkat tertinggi di grup, banyak yang memprediksi Inggris akan melaju ke babak 32 besar tanpa hambatan berarti. Namun, catatan sejarah di Piala Dunia menunjukkan bahwa titel unggulan tidak selalu menjamin kelancaran perjalanan tim. Tuchel pun ingin memastikan skuadnya tetap fokus dan menghargai kekuatan setiap lawan.

Advertisement

Pertemuan dengan Kroasia di laga pembuka menjadi sorotan tersendiri. Duel ini mengingatkan publik pada semifinal Piala Dunia 2018 yang berlangsung penuh emosi. Setelah itu Inggris masih harus menghadapi Ghana, tim yang selalu memiliki talenta menjanjikan, dan Panama yang kerap tampil berani sebagai underdog.

Thomas Tuchel memahami ekspektasi besar yang menyertai timnya. Meski begitu, ia menekankan bahwa persiapan matang dan sikap menghargai seluruh lawan akan menjadi kunci perjalanan Inggris di turnamen empat tahunan tersebut.

 


Tuchel Nilai Grup L sebagai Tantangan Nyata

Pelatih baru Timnas Inggris, Thomas Tuchel memimpin laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Albania di Wembley Stadium, London, Jumat (21/03/2025) waktu setempat. (AFP/Glyn Kirk)

Tuchel menilai lawan-lawan di Grup L memiliki karakter permainan berbeda yang harus dipelajari dengan saksama. Menurutnya, persaingan di level Piala Dunia tidak pernah mudah, meskipun di atas kertas Inggris menjadi favorit.

"Dari sudut pandang saya, ini grup yang sulit, terutama laga pembuka. Kroasia dan Ghana adalah dua negara yang sudah terbiasa tampil di Piala Dunia, punya kebanggaan, dan sangat kuat," ujar Tuchel.

Ia menambahkan bahwa informasi mengenai Panama memang belum lengkap, namun tim pelatih akan bekerja cepat. "Untuk Panama, saya memang belum mengetahui banyak, tetapi tentu kami akan mempelajarinya sebelum turnamen dimulai," lanjutnya.

 


Fokus Inggris: Menjadi Juara Grup

Pemain Inggris, Harry Kane (kiri), merayakan gol kedua timnya bersama rekan satu timnya dalam pertandingan kualifikasi Grup K Piala Dunia 2026 antara Albania dan Inggris di Tirana, Albania, Senin (17-11-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Vlasov Sulaj)

Menghadapi format turnamen yang berbeda dari kompetisi klub, Tuchel menegaskan pentingnya fokus sejak laga pertama. Ia menekankan bahwa Inggris harus mengincar posisi puncak di Grup L, bukan sekadar lolos.

"Saya selalu belajar bahwa dalam sepak bola fase grup, seperti di Liga Champions, Anda harus memberikan rasa hormat tertinggi dan memfokuskan diri untuk menjadi juara grup," tutur Tuchel.

Ia menilai persaingan memang terlihat berat, namun optimisme tetap terjaga. "Semua tampak sulit seperti grup kami sekarang, tetapi kami percaya diri dan akan datang dalam kondisi terbaik," katanya.

 


Tuchel: Semua Lawan Layak Dihormati

Tuchel menegaskan bahwa tidak ada satu pun tim di Grup L yang boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, setiap negara membawa motivasi besar saat tampil di Piala Dunia.

"Tak boleh ada yang diremehkan. Kroasia jelas unggulan dari pot kedua, tetapi Ghana selalu penuh talenta dan mampu memberi kejutan. Panama pun akan berusaha memaksimalkan peran mereka sebagai underdog. Semua layak mendapatkan penghormatan penuh," ujar Tuchel.

Karena berada di Grup L, Inggris baru akan menjalani laga pertamanya pada 17 Juni 2026, hampir satu pekan setelah partai pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan. Jadwal yang lebih lambat ini memunculkan pertanyaan mengenai keuntungannya bagi skuat The Three Lions.

Namun Tuchel menegaskan bahwa timnya tidak meminta perlakuan khusus. "Kami tidak menginginkan apa pun, kami hanya menjalani situasi yang ada. Anda mendapatkan beberapa hari lebih panjang di awal, lalu jadwal menjadi lebih padat di fase berikutnya. Semua ada kelebihan dan kekurangannya," ucapnya.

Berita Terkait