Bola.com, Jakarta - Kembalinya Marc Marquez menjadi juara dunia pada MotoGP 2025 dinilai sebagai salah satu greatest comeback di dunia olahraga.
Salah satu legenda olahraga ikut angkat bicara soal pencapaian Marc Marquez. Adalah Rafael Nadal. Dia mengungkap perubahan besar yang ia lihat pada diri Marc Marquez setelah melewati masa-masa sulit dalam kariernya.
Dalam serial dokumenter DAZN berjudul Volver yang mengisahkan perjalanan Marc Marquez, Rafael Nadal turut memberikan pandangannya.
Legenda tenis peraih 22 gelar Grand Slam itu menyoroti perubahan sikap dan cara pandang Marquez setelah melewati mimpi buruk bernama cedera sejak 2020.
"Kesulitan, cedera, dan penderitaan selalu punya sisi positif. Ketika kamu berhasil melewatinya dan kembali melakukan apa yang dulu kamu lakukan, kamu akan jauh lebih menghargainya. Hal-hal yang sebelumnya mungkin tidak kamu sadari, kini terasa sangat berarti," ungkap Nadal.
Kini Marc Marquez Berbeda
Menurut Nadal, Marquez sebelumnya terbiasa dengan kemenangan. Sejak awal kariernya, ia nyaris selalu berada di puncak dan jarang merasakan fase panjang tanpa kemenangan.
“Dia sudah menjalani hidup dengan kemenangan. Ada masa baik dan buruk, tetapi dia tidak pernah benar-benar mengalami periode panjang tanpa menang atau menderita seperti ini,” lanjut Nadal.
Kini, Nadal melihat Marquez sebagai sosok yang berbeda. "Hari ini, meskipun dia hampir memenangkan setiap balapan, dia menghargai setiap race," beber Nadal.
"Jika ini terjadi sepuluh tahun lalu, tentu dia tetap senang. Tapi ketika kamu sudah terlalu sering menang, satu kemenangan lagi terasa biasa saja. Sekarang, dia tidak lagi menganggap segalanya sebagai sesuatu yang sudah pasti,” pungkas Nadal.
Deretan Rekor
Sejarah tercipta pada MotoGP Jepang 2025, September lalu, ketika Marc Marquez melintasi garis finis dan memastikan gelar juara dunia kelas tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor ketujuh sepanjang kariernya.
Gelar ini terasa sangat spesial karena diraih setelah penantian panjang selama enam tahun. Marquez mencatatkan sejumlah rekor luar biasa. Ia menjadi pembalap dengan jarak terpanjang antara dua gelar juara dunia MotoGP, yakni 2.184 hari.
Tak hanya itu, rider asal Spanyol tersebut juga tercatat sebagai juara tertua di era mesin empat-tak, mematahkan rekor Valentino Rossi yang sebelumnya menjadi juara di usia 30 tahun.