PSSI Jatim Bertindak Tegas! Beri Sanksi Seumur Hidup untuk Pemain Putra Jaya Pasuruan Pelaku Tendangan Kungfu Brutal di Liga 4

PSSI Jawa Timur mengeluarkan keputusan tegas terhadap kekerasan yang dilakukan pemain.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 06 Januari 2026, 23:31 WIB
Logo PSSI. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Komite Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jawa Timur mengambil keputusan tegas dalam menanggapi aksi kekerasan di lapangan hijau. Mereka menjatuhkan sanksi berat kepada pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar.

Diketahui, Hilmi resmi dijatuhi hukuman larangan beraktivitas dalam dunia sepak bola seumur hidup. Langkah tersebut diambil menyusul tindakan brutalnya terhadap pemain lawan pada laga Liga 4 Jatim.

Advertisement

Insiden tersebut pecah saat pertandingan 32 besar Grup C Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 yang mempertemukan Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung.

Bertempat di Stadion Gelora Bangkalan pada Senin (5/1/2026), Hilmi Gimnastiar melakukan pelanggaran berat dengan menendang bagian dada pemain lawan, Firman Nugraha Ardhiansyah, secara sengaja.

Akibat tendangan tersebut, Firman dikabarkan mengalami luka parah. Bahkan, ada bekas pul sepatu di bagian dada pemain tersebut. 

 


Pelanggaran Berat

Logo PSSI. (Bola.com/Dody Iryawan)

Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, Samiadji Makin Rahmat, mengonfirmasi setelah melalui proses pemeriksaan mendalam, perbuatan Hilmi terbukti melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI.

Selain dilarang berkecimpung di sepak bola selamanya, sang pemain juga diwajibkan membayar denda administratif sebesar Rp2,5 juta sesuai Pasal 78.

"Perbuatan menendang pemain lawan yang mengakibatkan luka parah merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat," tegas Makin Rahmat saat dikonfirmasi pada Selasa (6/1/2026).


Efek Jera

Sanksi berat ini sengaja dijatuhkan untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga marwah sepak bola Jawa Timur. PSSI menginginkan agar seluruh pemain mengutamakan keselamatan dan menghormati lawan di lapangan.

"Hukuman itu juga kami putuskan agar tidak ada pemain lainnya yang meremehkan dengan melakukan tindakan yang sama, ini sepak bola bukan bela diri," tambah Makin.

Meskipun putusan ini sangat berat, pihak PSSI Jatim menyatakan Hilmi Gimnastiar masih memiliki hak untuk mengajukan banding. Prosedur ini tetap dibuka sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Kode Disiplin PSSI.

Berita Terkait