Presiden FIFA, Gianni Infantino, Buka Peluang Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim

Piala Dunia 2030 berpotensi diikuti 64 tim, FIFA siap bahas usulannya.

Bola.com, Jakarta - FIFA akan mengkaji kemungkinan menambah jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim mulai edisi 2030.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengatakan pembahasan mengenai usulan tersebut akan dilakukan setelah Piala Dunia 2026 berakhir.

Piala Dunia 2026 ssudah mengalami perluasan dari 32 menjadi 48 peserta. Turnamen itu digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Sementara itu, Piala Dunia 2030 akan berlangsung di enam negara yang tersebar di tiga benua.

Uruguay, tuan rumah edisi perdana pada 1930, bersama Argentina yang menjadi juara dunia 2022 dan Paraguay dijadwalkan masing-masing menggelar satu pertandingan pembuka. Adapun sisa pertandingan akan dibagi antara Maroko, Portugal, dan Spanyol.

Pada September 2025, FIFA telah membahas kemungkinan memperluas jumlah peserta Piala Dunia 2030 setelah menerima proposal resmi dari delegasi sejumlah tokoh berpengaruh Amerika Selatan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Penyataan Infantino

Dilansir dari The Athletic, Infantino memastikan usulan tersebut akan dibahas di komite terkait setelah Piala Dunia 2026 berakhir.

"Ini jelas merupakan isu yang akan dikaji dan didiskusikan di komite-komite terkait setelah Piala Dunia ini," kata Infantino kepada media Swiss, Bluewin.

Ia kembali menegaskan bahwa Piala Dunia diperuntukkan bagi seluruh dunia, bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan.

"Setiap negara harus memiliki mimpi untuk tampil di Piala Dunia. Anda bisa melihat kualitas tim-tim saat ini sangat tinggi dan terus meningkat di seluruh dunia."

"Jika negara-negara yang lebih kecil tidak diberi kesempatan tampil di Piala Dunia, mereka akan kehilangan dorongan untuk terus berkembang," ucapnya.

Tuai Kritik

Infantino juga menilai format 48 tim yang diterapkan pada Piala Dunia edisi kali ini merupakan "keberhasilan 100 persen". Namun, format tersebut tetap menuai kritik.

Setelah fase grup berakhir, pelatih Ghana, Carlos Queiroz, menyebut perluasan peserta telah mengurangi nilai proses kualifikasi dan membuat turnamen menjadi sesuatu yang vulgar dan biasa.

Sebelumnya, Infantino dan FIFA sempat menugaskan studi kelayakan mengenai wacana menggelar Piala Dunia setiap dua tahun sekali, bukan empat tahun sekali, sebelum akhirnya rencana tersebut dibatalkan.

Infantino juga mengungkapkan dirinya hampir setiap hari berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, Trump sangat menikmati jalannya turnamen dan menyaksikan hampir setiap pertandingan melalui televisi, meski belum hadir langsung di stadion.

Pria berusia 56 tahun itu kembali menegaskan pernyataannya pada Juni lalu bahwa Trump akan menghadiri partai final Piala Dunia 2026 dan menyerahkan trofi kepada tim juara.

Dukungan

Gagasan Piala Dunia 64 tim pertama kali diajukan pejabat sepak bola Uruguay, Ignacio Alonso, dalam rapat Dewan FIFA pada Maret 2025.

FIFA sebelumnya menyatakan kepada The New York Times bahwa usulan Alonso muncul secara spontan dalam agenda lain-lain menjelang akhir rapat.

Kemudian, pada November 2025, Presiden CONMEBOL yang juga Wakil Presiden FIFA, Alejandro Dominguez, menyebut Piala Dunia 2030 dengan 64 peserta sebagai mimpi yang menurutnya dapat mempersatukan dunia, sekali saja.

Dengan menjadi tuan rumah sebagian pertandingan Piala Dunia 2030, Amerika Selatan tidak dapat kembali menjadi penyelenggara hingga setidaknya 2042 karena aturan FIFA mengatur satu konfederasi hanya bisa menjadi tuan rumah sekali dalam tiga edisi Piala Dunia.

Hal ini berarti Amerika Selatan hanya menjadi tuan rumah utama satu kali dalam rentang 64 tahun, yakni saat Brasil menggelar Piala Dunia 2014.

Jika jumlah peserta bertambah menjadi 64 tim, Uruguay, Argentina, dan Paraguay berpeluang menjadi tuan rumah satu grup penuh, bukan hanya masing-masing satu pertandingan.

Penolakan

Format 64 tim akan membuat lebih dari seperempat dari 210 tim nasional putra anggota FIFA tampil di putaran final. Kondisi itu dinilai berisiko mengurangi arti penting proses kualifikasi di berbagai kawasan.

Di zona CONMEBOL, enam dari 10 negara sudah lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia dengan format 48 tim, ditambah satu tiket play-off.

April lalu, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menolak usulan tersebut dan menyebutnya sebagai ide yang buruk karena dinilai dapat merusak kualitas turnamen maupun kompetisi kualifikasi di Eropa.

Pandangan serupa juga disampaikan Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, yang menyebut rencana itu bukan ide yang bagus.

 

Sumber: The Athletic

Video Populer

Foto Populer