The 1958 Rencanakan Protes ke Pemilik Klub: MU Jadi Bahan Tertawaan!

Kelompok penggemar MU, The 1958, berencana menggelar aksi protes.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 09 Januari 2026, 15:00 WIB
Suporter mengibarkan bendera dan membentangkan spanduk di tribun penonton selama pertandingan Premier League antara Manchester United dan Arsenal di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 17 Agustus 2025. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kemarahan suporter Manchester United kembali memuncak. Sebuah kelompok pendukung berpengaruh berencana menggelar aksi protes terhadap kepemilikan klub yang mereka tuding telah "mengubah Setan Merah menjadi sirkus".

Kelompok suporter bernama The 1958, yang sebelumnya pernah menggerakkan aksi besar-besaran pada Maret tahun lalu, kembali menyerukan protes terbuka.

Advertisement

Ketidakpuasan kali ini diarahkan terutama kepada pemilik minoritas klub, Sir Jim Ratcliffe, menyusul rangkaian keputusan yang dinilai memperparah kekacauan di Old Trafford.

Gelombang kekecewaan kian menguat dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah penunjukan Ruben Amorim yang berujung pada pemecatan cepat.

Situasi tersebut memicu seruan agar suporter turun ke jalan sebelum MU menghadapi Fulham, Minggu (1-2-2026).


Kritik Tajam

Para pengunjuk rasa berbaris menuju stadion Old Trafford untuk berdemonstrasi menentang pemilik Manchester United menjelang pertandingan Liga Inggris melawan Liverpool di Old Trafford, pada Senin, 22 Agustus 2022. Protes besar-besaran oleh penggemar MU sebelum kick-off ditujukan kepada pemilik klub, keluarga Glazer. (Foto oleh ANTHONY DEVLIN / AFP)

Isyarat kemarahan sudah terlihat saat laga tandang melawan Burnley di Turf Moor, Kamis dini hari WIB kemarin.

Dalam pertandingan yang berakhir imbang 2-2 itu, suporter MU membentangkan spanduk bernada anti-Ratcliffe, sementara nyanyian keras juga diarahkan kepada co-chairman klub, Joel Glazer.

Dalam pernyataan resminya, The 1958 melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan klub.

"Setelah terhuyung-huyung dari satu bencana ke bencana lain, Ratcliffe terlihat seperti badut tidak kompeten yang mengubah klub ini menjadi sebuah sirkus," tulis kelompok tersebut.

"Alih-alih menjadi yang terbaik di kelasnya, kita justru menjadi bahan tertawaan."

Mereka juga menyoroti kondisi klub secara menyeluruh, baik di dalam maupun di luar lapangan.

"Ini adalah beberapa hari yang luar biasa sekaligus sangat mengkhawatirkan di Manchester United. Di atas lapangan, kami menyaksikan penampilan medioker dari tim rata-rata yang melayang tanpa identitas, arah, dan ambisi. Di luar lapangan, kekacauan bahkan lebih parah," tutur The 1958.


Bukan Bela Amorim

Joel Glazer (Kanan) sekali lagi meminta maaf atas keterlibatan Manchester United di Liga Super Eropa. (Dok. Sky Sports)

Sementara itu, manajemen MU masih melanjutkan pencarian pelatih interim untuk menggantikan Amorim. Namun, sumber yang memahami situasi internal klub menyebutkan bahwa pembicaraan substansial dengan dua kandidat terdepan, Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick, belum benar-benar dimulai.

Pihak yang dekat dengan Ratcliffe membela pengusaha berusia 73 tahun itu. Mereka menegaskan Ratcliffe telah mengucurkan sekitar 250 juta paun dari dana pribadinya, termasuk untuk renovasi total kompleks latihan Carrington, sebagai bukti komitmennya membawa klub ke arah yang lebih baik.

Namun, kritik tetap mengalir. Sejumlah pengamat menilai keputusan mempertahankan Erik ten Hag usai kemenangan final Piala FA 2024 atas Manchester City, kemudian menghabiskan 200 juta paun untuk belanja pemain, sebelum memecat pelatih asal Belanda itu hanya sembilan laga memasuki musim Liga Inggris, sebagai contoh nyata pemikiran yang keliru.

Pola serupa juga terlihat pada kasus Amorim, yang diberhentikan setelah Setan Merah finis di posisi ke-15 musim lalu dan di papan tengah dalam perjalanan musim ini.

The 1958 menegaskan bahwa kritik mereka bukanlah pembelaan terhadap Amorim.

"Perlu kami tegaskan: ini bukan pembelaan terhadap Ruben atau sepak bola yang ditampilkan di bawah kepemimpinannya. Banyak di antaranya tidak bisa diterima," lanjut pernyataan tersebut.

"Namun, pemecatannya sekali lagi memperlihatkan disfungsi yang terus berlanjut di klub kita."


Penghematan Biaya

Sir Jim Ratcliffe ketika hadir di Stadion Etihad untuk menyaksikan laga Manchester City vs Manchester United pada pekan ke-4 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

Ratcliffe juga menuai kecaman terkait langkah penghematan biaya, termasuk dua gelombang pemutusan hubungan kerja serta kenaikan harga tiket yang memicu kemarahan suporter.

Di tengah situasi tersebut, MU akan menjamu Brighton pada putaran ketiga Piala FA, Minggu (11-1-2026). Darren Fletcher masih ditunjuk sebagai pelatih sementara.

Mantan gelandang MU dan Timnas Skotlandia itu, yang kini menjabat pelatih tim U-18, disebut meninggalkan kesan positif di mata petinggi klub lewat pendekatannya selama masa transisi.

Manajemen juga menilai performa Matheus Cunha dkk. saat melawan Burnley menunjukkan tanda-tanda perbaikan dan, dalam kondisi berbeda, seharusnya bisa berujung kemenangan meyakinkan.

Kendati belum ada tenggat waktu resmi untuk menunjuk pelatih interim hingga akhir musim, sebelumnya beredar harapan keputusan akan diambil sebelum derbi Manchester di Old Trafford pada 17 Januari.

Namun, sumber internal menyebutkan anggapan tersebut terlalu optimistis dan kecil kemungkinan situasi akan tuntas sebelum laga besar itu.

Sumber yang memahami dinamika klub juga menyatakan Solskjaer dan Carrick kini dipandang sebagai manajer dengan kapasitas masing-masing, bukan lagi sebagai bagian dari satu tim kepelatihan, seperti saat mereka bekerja bersama setelah pemecatan Jose Mourinho pada 2018.

 

Sumber: BBC

Berita Terkait