Rossi Sebut MotoGP 2026 Musim Transisi, Soroti Nasib Pecco Bagnaia dan Jorge Martin

MotoGP 2026 disebut sebagai musim transisi, Valentino Rossi berharap Francesco "Pecco" Bagnaia dan Jorge Martin kembali ke level terbaik.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 Januari 2026, 21:15 WIB
Mantan pembalap MotoGP, Valentino Rossi, pada peluncuran livery Pertamina Enduro VR46 Racing di MotoGP Indonesia 2025, Selasa (30/9/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Valentino Rossi menilai MotoGP 2026 akan menjadi musim transisi, seiring arah pengembangan motor yang mulai beralih ke era baru.

Dengan desain mesin sebagian besar pabrikan dibekukan dan fokus teknis diarahkan ke proyek motor 850cc untuk 2027, legenda hidup MotoGP itu menyebut musim depan sebagai masa peralihan yang unik.

Advertisement

Meski begitu, Rossi menegaskan setiap musim tetap memiliki ceritanya sendiri.

Ia berharap dua mantan juara dunia, Francesco Bagnaia dan Jorge Martin, bisa kembali menunjukkan performa terbaik mereka setelah sama-sama melewati musim 2025 yang sulit, meski dengan latar belakang masalah yang berbeda.

Bagnaia menjalani tahun yang berat bersama Ducati GP25. Ia kesulitan beradaptasi dengan karakter motor terbaru Ducati, tertinggal dalam persaingan dari kakak-beradik Marquez, dan pada akhirnya juga harus mengakui keunggulan Marco Bezzecchi (Aprilia) serta Pedro Acosta (KTM) dalam klasemen kejuaraan dunia.


Cerita Tersendiri

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, asal Spanyol, mengendarai motornya selama sesi latihan bebas MotoGP Grand Prix Jepang di Mobility Resort Motegi, Motegi, Prefektur Tochigi, pada 26 September 2025. (Toshifumi KITAMURA/AFP)

Sementara itu, Jorge Martin nyaris tak sempat benar-benar tampil maksimal. Debutnya bersama Aprilia terganggu cedera berkepanjangan, yang membuatnya hanya bisa mengikuti delapan seri sepanjang musim.

"Dari sisi teknis, tidak banyak yang berubah. Ini adalah musim transisi; semua pabrikan sudah mulai menatap 2027 dan bekerja pada motor baru," ujar Rossi kepada Sky Italia.

"Motor-motor sekarang sangat mirip dengan musim lalu. Tapi, setiap musim selalu punya cerita sendiri. Tahun lalu, ada beberapa pembalap yang tampil di bawah potensi mereka, terutama Pecco, tapi juga Martin, misalnya."

"Kami berharap mereka semua bisa kembali ke level terbaik. Kami juga berharap Franco dan Diggia bisa melangkah maju lagi dan tampil lebih kuat. Setelah itu, kita lihat bagaimana hasilnya," kata Rossi.


Kejar Konsistensi

Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Franco Morbidelli. (c) VR46 Racing Team

Di tim milik Rossi, VR46 Racing Team, duet Franco Morbidelli dan Fabio di Giannantonio masih mengejar konsistensi. Target mereka jelas: mengakhiri paceklik kemenangan MotoGP yang sudah berlangsung dua musim.

"Level persaingan sangat tinggi. Di MotoGP, semua pembalap kuat dan semua motor juga kompetitif," kata Rossi saat peluncuran tim, Rabu lalu.

"Masalahnya, di satu sirkuit motor bisa tampil sangat baik, bersaing di podium. Tapi, seminggu kemudian, dengan kondisi yang tampak sama, tiba-tiba semuanya tidak berjalan dan kami harus berjuang keras untuk menyelamatkan akhir pekan," lanjutnya.

"Karena semua orang begitu cepat dan jaraknya sangat rapat, perbedaan kecil saja bisa membuat Anda berubah dari perebut podium menjadi finis ke-10. Itulah kuncinya. Kami juga harus berkembang sebagai tim dan berusaha datang ke setiap sirkuit dengan kesiapan penuh untuk langsung cepat," tuturnya.

Pada musim lalu, di Giannantonio dan Morbidelli finis tepat di belakang Bagnaia, masing-masing menempati posisi keenam dan ketujuh dalam klasemen akhir kejuaraan dunia.

MotoGP 2026 akan mulai menggeliat dengan tes pramusim perdana yang dijadwalkan berlangsung di Sepang, Malaysia, pada 3 Februari.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait