3 Tim Kuda Hitam Paling Mengejutkan di Putaran Pertama BRI Super League: Ikut Bersaing untuk 4 Besar

Setidaknya ada tiga klub dengan daya ledak tinggi yang paling mengejutkan di putaran pertama BRI Super League musim ini.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 18 Januari 2026, 11:30 WIB
Cover logo-logo tim yang mengikuti kompetisi BRI Super League 2025/2026 (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Bola.com, Jakarta - Banyak kejutan yang terjadi selama putaran pertama BRI Super League 2025/2026. Hingga pekan ke-17, peta persaingan di papan atas klasemen makin mengerucut.

Persib Bandung memimpin klasemen sementara BRI Super League dengan tabungan 38 poin. Disusul Borneo FC dengan koleksi 37 angka dan Persija Jakarta di urutan ketiga dengan nilai 35.

Advertisement

Namun, dominasi tim-tim mapan tersebut tidak berjalan mulus. Sejumlah klub berstatus kuda hitam tampil agresif dan konsisten, bahkan kerap merepotkan kandidat juara.

Setidaknya ada tiga klub dengan daya ledak tinggi yang paling mengejutkan di putaran pertama BRI Super League musim ini. Salah satunya sangat mungkin menjadi penantang serius dalam perburuan gelar. Berikut ulasannya.


Malut United

Starting XI Malut United saat berandang ke markas Persebaya Surabaya di pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026, Sabtu (10/1/2026). (Dok. Malut United)

Malut United langsung meramaikan persaingan papan atas usai promosi pada musim 2023/2024. Bahkan musim lalu, Laskar Kie Raha mampu finis di peringkat ketiga, sebuah pencapaian luar biasa bagi klub yang relatif baru di kasta tertinggi.

Di BRI Super League 2025/2026, Malut United kembali menunjukkan performa impresif mereka bukan sekadar kebetulan. Mereka kini bertengger di posisi keempat dengan torehan 34 poin.

Dari 17 laga, David da Silva dkk. berhasil membukukan 10 kemenangan, empat seri, dan tiga tumbang. Kekuatan Malut United ada pada kolektivitas tim serta keberanian bermain terbuka, termasuk saat menghadapi klub-klub besar.

Laskar Kie Raha juga sulit dikalahkan, terutama saat bermain di hadapan pendukung sendiri. Konsistensi tersebut membuat armada Hendri Susilo itu layak disebut sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya musim ini.


Persita Tangerang

Bertanding di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Jumat (9/1/2026), Pendekar Cisadane unggul dua gol tanpa balas. Tampak dalam foto, pemain Persita merayakan gol yang dicetak Javlon Guseynov (tengah) pada pertandingan pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 melawan Borneo FC di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Jumat (9/1/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Persita Tangerang perlahan tapi pasti kembali menemukan jati dirinya di kasta tertinggi. Setelah promosi ke Liga 1 pada 2019, Pendekar Cisadane sempat mengalami fase naik-turun sebelum akhirnya tampil matang dalam dua musim terakhir.

Di putaran pertama BRI Super League 2025/2026, Persita tampil mengejutkan dengan permainan yang disiplin dan efisien. Saat ini, mereka bercokol di peringkat kelima dengan tabungan 31 angka.

Tim asuhan Carlos Pena itu total mengepak sembilan menang, empat imbang, serta empat tumbang dari 17 pertandingan. Pencapaian itu membuktikan bahwa Persita bukan lagi sekadar tim pelengkap kompetisi.

Solidnya lini belakang serta keseimbangan antar lini menjadi kunci kebangkitan Pendekar Cisadane. Beberapa hasil positif melawan tim papan atas membuat mereka konsisten berada di jalur persaingan.


PSIM Yogyakarta

PSIM Yogyakarta melawan Madura United. (Bola.com/Dok.Instagram PSIM Yogyakarta).

PSIM Yogyakarta datang ke BRI Super League 2025/2026 dengan status juara Pegadaian Liga 2 2024/2025. Tak banyak yang memprediksi Laskar Mataram mampu langsung bersaing, namun hasil di lapangan berkata sebaliknya.

Sebagai tim promosi, PSIM tampil tanpa beban dan penuh determinasi. Mereka mengandalkan organisasi permainan yang rapi, semangat juang tinggi, serta dukungan fanatik suporter yang menjadi energi tambahan di setiap laga.

Pasukan Jean-Paul van Gastel itu telah mengumpulkan delapan kemenangan, enam hasil imang, plus tiga kekalahan sejauh ini. PSIM juga dikenal sebagai tim yang sulit ditaklukkan, terutama saat bermain di kandang.

Hasil-hasil positif di putaran pertama menjadikan skuad Naga Jawa sebagai tim promosi terbaik sejauh ini dan sekaligus kuda hitam yang berpotensi terus membuat kejutan di paruh kedua nanti.

Dengan konsistensi performa dan mentalitas kuat, ketiga tim tersebut menjadi bukti bahwa persaingan BRI Super League kian kompetitif.

Kalau mampu menjaga stabilitas permainan, bukan tak mungkin salah satu dari mereka benar-benar mengganggu dominasi para favorit juara.


Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait