Bola.com, Jakarta - Andoni Iraola akhirnya angkat bicara menanggapi rumor yang mengaitkan dirinya dengan Manchester United dan Tottenham Hotspur.
Pelatih Bournemouth itu menegaskan bahwa ia tetap merasa bahagia di Vitality Stadium dan belum memikirkan untuk meninggalkan klub yang kini ia tangani.
Pelatih asal Spanyol berusia 43 tahun tersebut mengambil alih kursi manajer Bournemouth pada Juni 2023, menggantikan Gary O’Neil.
Sejak saat itu, Iraola berhasil membangun reputasi sebagai satu di antara pelatih paling menjanjikan dan diminati di Premier League.
Pada musim lalu, Iraola mencatatkan sejarah bersama Bournemouth dengan mengantar The Cherries finis di peringkat kesembilan, pencapaian terbaik klub di kasta tertinggi Liga Inggris, sekaligus memecahkan rekor perolehan poin mereka.
Namun, perjalanan musim ini berjalan lebih berat. Bournemouth kehilangan tiga bek utama mereka pada bursa transfer musim panas, yakni Illia Zabarnyi, Dean Huijsen, dan Milos Kerkez, yang membuat stabilitas tim terganggu.
Masalah bertambah ketika penyerang andalan Antoine Semenyo hengkang pada Januari ini setelah menyelesaikan transfer senilai 62,5 juta paun ke Manchester City. Kondisi tersebut turut berkontribusi pada posisi Bournemouth yang saat ini masih berkutat di papan bawah klasemen.
Bahagia di Bournemouth
Meski begitu, dan di tengah derasnya spekulasi ketertarikan dari klub-klub besar seperti Manchester United dan Tottenham, Iraola menegaskan bahwa bertahan di Bournemouth tetap menjadi pilihan yang tepat baginya.
"Saya sangat bahagia di Bournemouth, dan saya selalu mengatakan itu," ujar Iraola kepada Marca, menanggapi rumor yang mengaitkannya dengan MU dan Spurs.
Kontrak Iraola akan berakhir pada akhir musim ini.
"Bagi pelatih, kontrak bukan hal yang paling penting. Menurut saya, kepercayaan harus diperbarui setiap tahun. Jika klub puas dengan saya dan saya juga bahagia, mengapa tidak melanjutkan satu musim lagi?" lanjutnya.
"Saya tidak ingin bertahan di suatu tempat hanya karena memiliki kontrak yang sudah ditandatangani. Setelah tujuan kami tercapai, kami akan duduk bersama dan melihat bagaimana menghadapi musim berikutnya serta apakah akan bertahan atau tidak. Itu yang ada dalam pikiran saya, tetapi melanjutkan di sini adalah opsi yang baik," lanjutnya.
Dikaitkan dengan Athletic Bilbao
Selain rumor dari Inggris, Iraola juga disebut-sebut sebagai kandidat penerus jangka panjang Ernesto Valverde di Athletic Bilbao.
Sebagai mantan pemain, Iraola memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klub asal Basque tersebut dan meninggalkan Bilbao sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak keenam sepanjang sejarah klub.
Menanggapi kemungkinan kembali ke San Mames sebagai pelatih, Iraola menyampaikan pandangannya dengan nada yang sama seperti sebelumnya.
"Itu pertanyaan yang sudah sering saya terima di klub-klub yang pernah saya tangani, dan jawaban saya selalu sama," katanya.
"Di Athletic Bilbao, mereka mungkin memiliki pelatih yang paling saya kagumi, Ernesto Valverde. Saya berharap dia bertahan selama bertahun-tahun ke depan. Itu yang saya rasakan sebagai seorang penggemar," tutur pelatih yang semasa bermain merupakan bek kanan tersebut.
Namun, ia juga menyadari bahwa dunia kepelatihan penuh dengan dinamika.
"Di sisi lain, setiap orang harus membuat keputusan ketika peluang datang. Saat saya memulai karier di Siprus, saya tidak tahu akan pergi ke Miranda, lalu ke Vallecas, dan kemudian ke Bournemouth. Sekarang pun sama, saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan," ucapnya.
Pelatih Basque di Premier League
Saat ini, Iraola menjadi satu dari tiga pelatih asal Basque yang bekerja di Premier League, bersama manajer Arsenal, Mikel Arteta, dan pelatih Aston Villa, Unai Emery.
Ketika ditanya mengenai faktor kesuksesan para pelatih Basque di Inggris, Iraola menilai kualitas pelatih La Liga secara umum memang sangat tinggi.
"Secara umum, level pelatih di La Liga sangat tinggi. Setelah itu, semuanya soal adaptasi dengan Premier League, bahasa, dan lingkungan," ujarnya.
"Kami semua datang dari latar belakang yang berbeda. Arteta, misalnya, hampir menghabiskan seluruh kariernya di Inggris. Premier League adalah liga yang sangat global, dan jumlah pelatih asal Inggris semakin berkurang."
Ia menutup dengan menegaskan ketatnya persaingan di Premier League.
"Persaingannya sangat brutal, tetapi saya selalu bersemangat ketika harus menghadapi Mikel atau orang-orang lain yang saya kenal," kata Iraola.
Sumber: Metro