Bola.com, Jakarta - Xabi Alonso disebut tidak tertarik menerima tawaran dari Tottenham Hotspur apabila klub London tersebut memutuskan memecat Thomas Frank.
Sikap itu terungkap di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi Spurs, menyusul serangkaian hasil buruk di berbagai kompetisi.
Posisi Frank kembali berada di bawah tekanan setelah Tottenham menelan kekalahan 1-2 dari West Ham United di kandang sendiri, Sabtu lalu. Hasil tersebut memperpanjang periode negatif Spurs, yang hanya meraih satu kemenangan dalam tujuh laga terakhir Premier League.
Situasi kian buruk setelah mereka tersingkir dari Piala FA akhir pekan lalu akibat kekalahan 1-2 dari Aston Villa.
Menurut laporan The Independent, jajaran petinggi Tottenham kini mulai serius mengevaluasi masa depan Frank.
Manajemen klub disebut sedang berdebat apakah pelatih berusia 52 tahun itu akan tetap dipertahankan untuk memimpin tim pada laga Liga Champions melawan Borussia Dortmund di kandang sendiri, Rabu (21-1-2026) dini hari WIB.
Sikap Alonso
Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa opsi menunjuk Xabi Alonso sempat dibahas di level dewan direksi Tottenham.
Namun, pelatih berusia 44 tahun itu diyakini merasa masih memiliki pilihan yang lebih baik dalam beberapa bulan ke depan sehingga kecil kemungkinan menerima tawaran dari Spurs.
Nama Alonso belakangan juga dikaitkan dengan Liverpool sebagai kandidat pengganti Arne Slot. Namun, situasinya menjadi rumit setelah ia dipecat Real Madrid pada Senin lalu, hanya tujuh bulan sejak resmi bergabung dengan klub raksasa Spanyol tersebut.
Di sisi lain, tekanan terhadap Thomas Frank makin terasa dari tribune.
Saat kalah dari West Ham, para pendukung Tottenham melantunkan nyanyian "you're getting sacked in the morning", yang secara terang-terangan menyoroti masa depan sang pelatih. Kekalahan itu membuat Spurs kini terpuruk di peringkat ke-14 klasemen Premier League.
Situasi Tak Ideal
Menanggapi reaksi suporter, Frank mengakui situasi yang dihadapinya tidak ideal.
"Tentu saja, saya mungkin pernah berada di masa yang lebih baik. Ini jelas bukan waktu yang terbaik," ujar Frank seusai pertandingan.
"Namun saya mengerti, saya adalah orang yang bertanggung jawab. Jadi, kesalahan akan diarahkan kepada saya. Itu adil, tidak ada masalah dengan hal tersebut," lanjutnya.
Frank menegaskan bahwa dukungan terhadap para pemain tetap menjadi hal utama.
"Selama mereka mendukung para pemain, melakukan segala yang mereka bisa untuk menyemangati dan mendorong mereka ke depan, itulah yang harus kami lakukan. Kami akan terus melangkah maju," imbuhnya.
Ia juga menyadari bahwa hasil buruk berdampak langsung pada dukungan suporter.
"Jika Anda tidak cukup sering menang, kami tahu dukungan dari fans tidak akan maksimal. Tetapi. ketika kami kembali menang, semuanya akan berubah, dan itu akan terjadi. Saya tidak meragukan hal tersebut," ucapnya.
Performa Tim Masih Menjanjikan
Frank menilai performa tim sebenarnya masih menjanjikan.
"Jika para pemain berhenti berlari, berhenti bekerja keras, atau kami tidak terlihat sebagai tim yang paling dekat dengan kemenangan, barulah kritik itu pantas. Namun, saya melihat tim ini bekerja sangat keras."
"Saya masih berpikir, dan saya tahu ini terdengar agak gila, bahwa kami lebih dekat dengan sesuatu yang sangat baik daripada justru menjauh darinya," ujar pelatih asal Denmark itu.
Menurut Frank, Tottenham seharusnya bisa memenangkan laga melawan West Ham.
"Saya rasa semua orang melihat pertandingan hari ini, kami sebenarnya bisa dengan mudah menang 2-1. Ini bukan alasan, tetapi kami memang kekurangan pemain dan kami juga membutuhkan para pemain ofensif untuk mencetak satu atau dua gol," jelasnya.
Ia menutup dengan menegaskan komitmennya.
"Semua itu tidak bisa saya ubah hanya dengan menjentikkan jari. Tetapi, saya bisa berjanji bahwa saya duduk di sini dengan memberikan segalanya, setiap hari. Saya merasakan kepercayaan dari semua pihak, dan hanya ada satu jalan: kami harus terus melangkah," tegas Frank.
Sumber: Metro