Roy Keane Vs Paul Scholes, Dua Legenda MU Beda Pandangan soal Lisandro Martinez

Legenda Manchester United, Roy Keane, angkat bicara dan secara tegas tidak sependapat dengan kritik keras Paul Scholes kepada Lisandro Martinez.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 20 Januari 2026, 06:00 WIB
Bek Manchester United, Lisandro Martinez, membuat Erling Haaland tak berkutik saat timnya menang 2-0 atas Manchester City pada laga pekan ke-22 Premier League musim ini di Old Trafford, Sabtu (17/01/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Roy Keane, angkat bicara dan secara tegas tidak sependapat dengan kritik keras Paul Scholes kepada Lisandro Martinez. Perbedaan pandangan dua ikon Tim Setan Merah itu mencuat selepas laga derbi Manchester pada akhir pekan lalu.

Lisandro Martinez tampil solid saat MU bersua Manchester City pada laga pekan ke-22 Premier League di Old Trafford, Sabtu (17/01/2026) malam WIB. Sepanjang 90 menit, Man City hanya mampu mencatat satu tembakan tepat sasaran.

Advertisement

Bahkan, The Citizens beruntung tak kalah dengan skor lebih besar, setelah gol ketiga MU yang dicetak Mason Mount pada menit ke-90+2 dianulir VAR karena offside. Manchester United pun menyudahi duel dengan kemenangan dua gol tanpa balas.

Sepasang gol The Red Devils dicetak Bryan Mbeumo pada menit ke-65 dan Patrick Dorgu menit ke-76. Berkat hasil tersebut, Manchester United kini berada di peringkat kelima klasemen sementara Premier League dengan nilai 35, tertinggal satu angka dari Liverpool yang menghuni urutan keempat.

 


Diejak Scholes dan Butt

Pemain Manchester United, Lisandro Martinez merayakan gol kemenangan timnya ke gawang Fulham pada laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Craven Cottage, London, Senin (27/01/2025) dini hari WIB. (AFP/Glyn Kirk)

Menariknya, sebelum pertandingan berlangsung, Lisandro Martinez justru menjadi sasaran ejekan dua legenda Manchester United, Paul Scholes dan Nicky Butt, dalam sebuah podcast. Keduanya meragukan kemampuan bek bertubuh mungil itu untuk menghadapi striker Manchester City seperti Erling Haaland.

"Haaland akan mengangkat Martinez lalu berlari bersamanya. Seperti seorang ayah yang berlari sambil menggendong balita sepulang sekolah. Kira-kira seperti itu," ucap Butt.

Scholes kemudian melontarkan komentar yang tak kalah pedas. "Erling Haaland akan mencetak gol, lalu melempar Martinez ke dalam gawang," ucap Scholes.

 


Respons Tegas Lisandro Martinez

Harry Maguire dari Manchester United, di bagian bawah, tergeletak di lapangan kesakitan sementara wasit Anthony Taylor, Lisandro Martinez dari Manchester United, dan Erling Haaland dari Manchester City bereaksi selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Manchester, Inggris, Sabtu, 17 Januari 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Selepas kemenangan di derbi Manchester, Lisandro Martinez pun dimintai tanggapan terkait komentar Scholes. Bek asal Argentina itu memilih bersikap frontal.

"Sejujurnya, dia bisa berkata apa saja. Saya sudah bilang, kalau dia ingin mengatakan sesuatu, datang saja langsung ke saya. Ke rumah saya atau ke mana pun. Saya tidak peduli," ujar Martinez.

Lisandro Martinez menilai kritik akan lebih bermakna jika disampaikan secara langsung, bukan hanya lewat media.

"Saya menghormati orang-orang yang benar-benar ingin membantu klub. Semua orang bisa berbicara di televisi. Tetapi, ketika bertemu langsung, tak ada satu pun yang berani bicara di depan saya," tegasnya.

 


Roy Keane Pasang Badan

Tokoh lainnya adalah Roy Keane. Menurutnya, Liga Super Eropa hanya bergantung kepada uang dan keserakahan dan berharap FIFA dapat menghentikannya. (AFP/Nick Potts/Pool)

Berbeda dengan Scholes, Roy Keane justru sejak lama menunjukkan kepercayaan penuh terhadap kualitas Lisandro Martinez. Bahkan pada 2023, selepas kemenangan 3-0 atas Nottingham Forest, Keane memuji karakter bertahan sang bek.

Keane menyebut Martinez sebagai pemain yang memiliki kebanggaan dalam bertahan dan sosok yang ingin selalu berada di garis depan saat tim tertekan.

"Dia ingin bertahan. Dia punya karakter kuat, tipe pemain yang ingin Anda ajak berjuang di parit peperangan," kata Keane.

"Kami melihatnya malam ini. Saat Manchester United sudah unggul dan pertandingan hampir selesai, dia tetap ingin bertahan," lanjutnya.

"Orang-orang selalu bicara soal pentingnya mencetak tiga gol, tapi bagi seorang bek, clean sheet adalah kepuasan tersendiri," ucapnya.

Sumber: SportBible


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait