Man City Takluk di Liga Champions, Pep Guardiola Menyoroti Banyak Kerugian

Manchester City kalah 1-3 saat bertandang ke markas Bodo/Glimt di matchday 7 Liga Champions 2025/2026, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 21 Januari 2026, 05:38 WIB
Pemain Manchester City, Erling Haaland (kanan), dan pemain Bodo/Glimt, Jostein Gundersen, berebut bola dalam pertandingan Liga Champions di Norwegia, Rabu (21/1/2026). (Fredrik Varfjell/NTB via AP)

Bola.com, Jakarta - Pep Guardiola mengungkapkan kekecewaannya setelah Manchester City kembali menelan kekalahan, kali ini dari Bodo/Glimt di ajang Liga Champions, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.

Pelatih asal Spanyol itu menilai timnya sedang berada di sisi yang kurang beruntung, dengan banyak faktor yang tidak berpihak dalam beberapa waktu terakhir.

Advertisement

Man City harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah kebobolan dua gol di babak pertama melalui Kapser Waarts Hogh. Situasi semakin memburuk ketika Jens Petter Hauge mencetak gol ketiga lewat tendangan melengkung dari jarak jauh.

Meski Rayan Cherki sempat memperkecil ketertinggalan, hasil akhir tetap mengecewakan bagi tim asuhan Guardiola, terlebih setelah Rodri menerima kartu merah.


Kartu Merah Rodri Jadi Titik Balik Pertandingan

Wasit Sven Jablonski memberikan kartu merah kepada gelandang Manchester City, Rodri, dalam pertandingn Liga Champions antra Bodo/Glimt vs Manchester City di Aspmyra Stadion, Bodo, Norwegia, Rabu (21/1/2026) dini ari WIB. (Fredrik Varfjell/NTB via AP)

Pep Guardiola secara khusus menyoroti dua kartu kuning yang diterima Rodri, yang berujung kartu merah dan membuat Man City harus bermain dengan sepuluh orang. Ia menilai situasinya sulit dan sebagian keputusan terasa terlalu ringan.

“Situasi yang sulit,” kata Guardiola soal dua kartu Rodri.

“Kami kehilangan bola dan mereka melakukan transisi. Mereka cepat. Terkadang Anda bereaksi. Saya tidak tahu, yang kedua terasa biasa, tapi ya begitulah adanya," lanjut pelatih asal Spanyol itu.

Pep Guardiola menambahkan bahwa setelah skor menjadi 3-1, keadaan semakin terasa tidak berpihak kepada tim asuhannya.

“Namun, pada momen itu, skor 3-1, satu menit setelahnya, segalanya terasa sedikit melawan kami. Untuk banyak, banyak hal,” tegas Guardiola.


Cedera dan Masalah Internal Memperburuk Situasi Man City

Kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, tertunduk setelah gawangnya kebobolan tiga kali di markas Bodo/Glimt dalam laga matchday ketujuh Liga Champions 2025/2026 di Aspmyra Stadion, Bodo, Norwegia, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. (Fredrik Varfjell/NTB via AP)

Pep Guardiola juga menyinggung berbagai masalah non-teknis yang turut memengaruhi performa Manchester City, termasuk badai cedera dan kondisi fisik para pemain.

Pep Guardiola menyebut sejak pergantian tahun, timnya sudah menghadapi banyak kendala.

“Terutama sejak kami memulai di malam Tahun Baru di Sunderland, kami kehilangan apa yang kami kehilangan,” ujarnya.

Masalah kesehatan pemain pun menjadi sorotan, termasuk kondisi Matheus Nunes.

“Kami mulai mengalami cedera demi cedera. Matheus terkena flu, dia tidak bisa makan. Jadi, banyak, banyak hal yang melawan kami.”


Pep Guardiola Tetap Melihat Perkembangan Positif

Pep Guardiola. (AFP/Lindsey Parnaby)

Meski menelan dua kekalahan beruntun, termasuk saat kalah 0-2 di derbi Manchester akhir pekan lalu, Pep Guardiola tetap melihat adanya peningkatan performa dibandingkan laga sebelumnya.

Pep Guardiola mengakui bahwa konsistensi menjadi tantangan besar di level tertinggi, terutama ketika banyak pemain inti absen.

“Di level itu, di Liga Champions atau melawan United, atau di level teratas, selalu sedikit lebih sulit untuk memiliki konsistensi seperti yang kami miliki selama satu atau dua bulan, ketika kami memenangkan setiap pertandingan.”

Pep Guardiola menutup dengan nada yang lebih optimistis terkait performa timnya secara keseluruhan.

“Sekarang, kami kehilangan pemain-pemain penting dan kami sedikit kehilangan ritme. Tapi secara umum, nada permainan tim jauh, jauh lebih baik dibandingkan yang terakhir melawan United.”

 
Sumber: Hayters

Persaingan di Liga Champions

Berita Terkait