Harry Kane di Ambang Catatan Kelam Liga Champions, Dua Bek Inggris Siap Jadi Penghalang Bayern

Harry Kane kembali mencetak sejarah bersama Bayern Munchen. Namun kali ini, rekor yang mengintai sang striker justru beraroma kelam, terutama di pentas Liga Champions.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 21 Januari 2026, 16:55 WIB
Pemain Bayern Munchen, Harry Kane, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Lazio pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions yang dihelat di Allianz Arena, Rabu (6/3/2024). (Sven Hoppe/DPA via AP)

Bola.com, Jakarta - Harry Kane kembali mencetak sejarah bersama Bayern Munchen. Namun kali ini, rekor yang mengintai sang striker justru beraroma kelam, terutama di pentas Liga Champions.

Mesin gol Timnas Inggris itu tampil luar biasa sepanjang musim ini, memecahkan berbagai rekor impresif di Bundesliga. Akan tetapi, performa gemilang tersebut belum sepenuhnya terbawa ke kompetisi elite Eropa.

Advertisement

Menjelang kembalinya Bayern ke Liga Champions tengah pekan ini, Kane justru menghadapi ancaman catatan negatif yang jarang terjadi dalam kariernya. Ironisnya, hambatan itu bisa datang dari dua bek Inggris yang namanya belum terlalu populer di panggung besar Eropa.

Kedua pemain tersebut adalah Christian Burgess dan Ross Sykes, duet tangguh Union Saint-Gilloise yang secara mengejutkan menjadi salah satu kisah sukses Liga Champions musim ini.

Pertemuan Bayern dengan Union Saint-Gilloise pun berpotensi menghadirkan cerita unik. Kane, yang terbiasa menjadi momok lini belakang lawan, kini justru dibayangi potensi mandul lebih lama di kompetisi Eropa.

 


Produktif di Bundesliga, Kane Justru Seret di Eropa

Belum sekalipun meraih trofi Liga Inggris bersama Tottenham Hotspur yang telah dibelanya selama 13 musim sejak 2010/2011 saat dipromosikan dari tim U-18, Harry Kane akhirnya hijrah ke Liga Jerman untuk bergabung dengan sang langganan juara, Bayern Munchen. Harry Kane dikontrak hingga empat tahun ke depan dengan nilai transfer senilai 100 juta euro. (AFP/Uwe Kraft)

Secara statistik, musim 2025-2026 berjalan sangat baik bagi Harry Kane. Ia menjadi pemain tercepat yang mencapai 100 keterlibatan gol di Bundesliga dan langsung tancap gas memasuki tahun 2026.

Kapten Timnas Inggris itu telah mencetak gol dalam dua dari tiga pertandingan Bayern pada awal tahun ini. Catatan tersebut membuat Kane selalu menembus angka minimal 20 gol dalam tiga musim pertamanya di Jerman.

Menariknya, Kane tidak menjadi pusat segalanya pada Januari. Dari total 16 gol Bayern di semua kompetisi bulan ini, ia hanya mencetak dua gol. Namun kontribusinya tetap terasa lewat pergerakan dan peran taktis di lini depan.

Situasi berbeda justru terjadi di Liga Champions. Kane belum mencetak gol maupun assist dalam tiga penampilan terakhirnya di kompetisi tersebut, menyamai rentetan terburuknya ketika masih membela Tottenham Hotspur pada 2022.

Jika kembali gagal berkontribusi, Kane akan mencatatkan empat laga beruntun tanpa gol atau assist di Liga Champions, sebuah rekor negatif personal yang ingin ia hindari.

 


Tantangan Bernama Burgess dan Sykes

Penyerang Bayern Munchen asal Jerman #07, Serge Gnabry (C), melakukan selebrasi setelah mencetak gol bersama Harry Kane (L) dan Alphonso Davies (R) saat pertandingan Bundesliga Jerman melawan SV Werder Bremen di Bremen, Jerman utara, pada 21 September 2024. (AXEL HEIMKEN/AFP)

Union Saint-Gilloise mungkin bukan nama besar di Eropa, tetapi lini belakang mereka patut diperhitungkan. Christian Burgess dan Ross Sykes menjadi duet bek tengah yang mencuri perhatian sepanjang fase kompetisi.

Menariknya, kedua pemain tersebut sama-sama berasal dari Inggris dan meniti karier dari level bawah English Football League sebelum menembus panggung Liga Champions.

Pakar sepak bola Eropa, Andy Brassell, menilai Burgess dan Sykes sebagai sosok yang akan menikmati tantangan menghadapi Bayern, baik secara defensif maupun ofensif.

“Saya yakin mereka akan sangat menikmati laga melawan Bayern, baik saat bertahan maupun menyerang. Burgess dan Sykes adalah pemain yang sangat berguna,” ujar Brassell.

Ia juga menyoroti kekuatan Union Saint-Gilloise dalam situasi bola mati, yang dinilai krusial di kompetisi sekelas Liga Champions.

“Kita terus membicarakan betapa pentingnya bola mati saat ini, baik di Liga Champions maupun liga domestik. Memiliki dua pemain seperti Burgess dan Sykes yang bisa menjadi target jelas sangat membantu dalam konteks Liga Champions,” tuturnya.

 


Christian Burgess Jadi Sorotan Utama

Di antara dua bek tersebut, Christian Burgess menjadi figur yang paling banyak disorot. Pengalamannya bersama Union Saint-Gilloise membuatnya tampil sebagai pemimpin lini belakang.

“Burgess memang mendapatkan lebih banyak sorotan, dan itu wajar. Dia sudah lebih lama berada di sana dan menjadi sosok penting dalam perjalanan tim,” kata Brassell.

Bagi Harry Kane, duel melawan Union Saint-Gilloise bukan sekadar soal membawa Bayern melangkah jauh di Liga Champions. Ini juga tentang memutus paceklik pribadi dan menjauh dari catatan kelam Eropa.

Namun jika Burgess dan Sykes mampu kembali tampil solid, Kane bisa saja pulang dengan rasa deja vu, mengingatkan pada masa-masa frustrasi di kompetisi Eropa saat masih berseragam Tottenham.

Sumber: TeamTALK


Persaingan di Liga Champions 2025/2026

Berita Terkait