Barcelona di Persimpangan Liga Champions, Hansi Flick Diuji Rotasi dan Risiko Kartu di Praha

Barcelona menghadapi laga krusial saat bertandang ke markas Slavia Praha pada lanjutan fase grup Liga Champions. Kemenangan menjadi harga mati bagi Blaugrana demi menjaga asa finis di delapan besar klasemen akhir.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 21 Januari 2026, 17:55 WIB
Trofi Super Spanyol akhirnya direngkuh Barcelona setelah pertarungan dramatis melawan Real Madrid. Tampak dalam foto, penyerang Barcelona bernomor, Lamine Yamal dan Marc Casado merayakan kemenangan usai memenangkan pertandingan final Piala Super Spanyol melawan Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah pada Minggu 11 Januari 2026 waktu setempat atau Senin 12 Januari 2026 dini hari WIB. (Fadel SENNA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Barcelona menghadapi laga krusial saat bertandang ke markas Slavia Praha pada lanjutan fase grup Liga Champions. Kemenangan menjadi harga mati bagi Blaugrana demi menjaga asa finis di delapan besar klasemen akhir.

Tekanan tidak hanya datang dari tuntutan hasil. Partai ini juga menyimpan kompleksitas tersendiri dalam pemilihan susunan pemain, mengingat ketatnya margin kelolosan dan ancaman sanksi disiplin yang membayangi sejumlah pilar penting.

Advertisement

Barcelona tidak sekadar berburu tiga poin di Praha. Tim asuhan Hansi Flick juga harus berhitung cermat jelang laga penentuan terakhir melawan FC Copenhagen di Spotify Camp Nou, yang bisa menjadi penentu nasib mereka di kompetisi elite Eropa ini.

Situasi semakin rumit karena Flick harus bekerja dengan sumber daya terbatas. Beberapa pemain kunci dipastikan absen, membuat ruang manuver sang pelatih menjadi semakin sempit di momen krusial.

Dengan kondisi seperti ini, setiap keputusan berpotensi membawa konsekuensi besar, baik untuk laga di Praha maupun untuk duel hidup-mati pada pertandingan terakhir fase grup.

 


Krisis Absensi dan Ancaman Skorsing

Gelandang Barcelona asal Spanyol, Daniel Olmo (kanan) merayakan gol bersama Fermin Lopez usai mencetak gol pada pertandingan pekan ke-18 Liga Spanyol 2025/2026 melawan RCD Espanyol di Stadion RCDE, Sabtu 3 Januari 2026 waktu setempat atau Minggu (4/1/2026) dini hari WIB. Derbi Catalunya antara RCD Espanyol dan Barcelona pada pekan ke-18 Liga Spanyol 2025/2026 berakhir dengan kemenangan Blaugrana. (MANAURE QUINTERO/AFP)

Hansi Flick sudah kehilangan beberapa nama penting sebelum laga dimulai. Ferran Torres, Gavi, dan Andreas Christensen harus menepi akibat cedera, sementara Lamine Yamal dipastikan absen karena menjalani hukuman akumulasi kartu.

Absennya para pemain tersebut secara signifikan mengurangi opsi rotasi Barcelona, terutama di lini tengah dan lini belakang. Flick dituntut memaksimalkan pemain yang tersedia tanpa mengorbankan stabilitas tim.

Masalah Barcelona tidak berhenti di situ. Empat pemain Blaugrana kini berada di ambang skorsing di Liga Champions. Frenkie de Jong, Fermin Lopez, Gerard Martin, dan Marc Casado telah mengoleksi dua kartu kuning.

Satu kartu kuning tambahan bagi salah satu dari mereka akan berujung larangan tampil satu pertandingan. Artinya, mereka akan absen pada laga krusial melawan FC Copenhagen.

 


Sensitif

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, berbicara dengan Andreas Christensen saat pertandingan La Liga Spanyol melawan Rayo Vallecano di Stadion Vallecas, Madrid, Spanyol, Senin, 1 September 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Situasi ini menjadi sangat sensitif, khususnya bagi De Jong dan Fermin Lopez. Keduanya diprediksi tetap menjadi pilihan utama di lini tengah karena peran vital mereka dalam menjaga ritme dan struktur permainan Barcelona.

Flick praktis tidak memiliki banyak alternatif untuk mengistirahatkan keduanya. Oleh karena itu, disiplin dan kontrol emosi akan menjadi kunci, terutama dalam laga yang berpotensi berjalan keras dan penuh tekanan seperti di Praha.

Barcelona kini berada dalam posisi serba salah. Mereka harus tampil agresif demi kemenangan, tetapi juga wajib menghindari risiko kehilangan pemain penting di laga penentuan. Di tengah kondisi tersebut, kepiawaian Flick dalam mengelola tim akan benar-benar diuji.


Persaingan di Liga Champions

Berita Terkait