Tak Ada Ruang Gagal, Barcelona Wajib Sapu Bersih Dua Laga Terakhir Liga Champions

Barcelona memasuki fase paling menentukan di Liga Champions musim ini dengan satu kesadaran mutlak, tidak ada lagi ruang untuk kesalahan.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 21 Januari 2026, 21:30 WIB
Marcus Rashford mencetak dua gol kemenangan Barcelona atas Newcastle United pada fase liga Liga Champions 2025/2026 di St's James Park, Jumat (19/9/2025). (AP/Jon Super)

Bola.com, Jakarta - Barcelona memasuki fase paling menentukan di Liga Champions musim ini dengan satu kesadaran mutlak, tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. Setiap detail kini bisa menjadi pembeda antara lolos atau tersingkir lebih awal dari kompetisi elite Eropa.

Setelah rangkaian laga terakhir fase grup, posisi Blaugrana masih jauh dari kata aman. Barcelona kini terdampar di peringkat ke-15 klasemen keseluruhan, berada di luar zona delapan besar yang memberikan tiket otomatis ke babak 16 besar.

Advertisement

Dengan hanya dua pertandingan tersisa, peta persaingan menjadi semakin jelas dan kejam. Barcelona tidak memiliki opsi lain selain meraih kemenangan di dua laga pamungkas mereka.

Margin kelolosan memang masih terbuka, namun situasinya sangat rapuh. Kesalahan sekecil apa pun bisa langsung memupus harapan tim asuhan Hansi Flick untuk melangkah lebih jauh di Liga Champions.

Tekanan inilah yang kini menyelimuti Barcelona jelang lawatan ke markas Slavia Praha, sebelum menutup fase grup dengan laga kandang melawan FC Copenhagen pada 28 Januari mendatang.

 


Enam Poin Harga Mati, Selisih Gol Jadi Penentu

Aksi Lamine Yamal di laga Barcelona vs Eintracht Frankfurt di matchday 6 Liga Champions 2025/2026 di Camp Nou, Rabu (10/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Barcelona saat ini mengoleksi 10 poin dari fase grup. Dengan kondisi tersebut, tidak ada skenario aman atau jalur alternatif yang bisa diandalkan. Enam poin dari dua pertandingan terakhir menjadi harga mati.

Jika mampu menyapu bersih dua laga itu, Barcelona akan mengakhiri fase grup dengan total 16 poin. Secara historis, angka tersebut biasanya cukup untuk mengamankan posisi delapan besar.

Namun, persoalannya tidak sesederhana itu. Barcelona tidak sepenuhnya mengendalikan nasib mereka sendiri. Sejumlah rival langsung masih berada di depan dengan selisih tipis.

Inter Milan, Atletico Madrid, dan Liverpool sama-sama unggul dua poin dari Barcelona. Sementara itu, Atalanta saat ini menempati posisi kedelapan dengan 13 poin, menjadi batas terakhir zona aman.

Kondisi ini membuat Barcelona tidak hanya dituntut untuk menang, tetapi juga menang dengan margin meyakinkan. Selisih gol berpotensi menjadi faktor krusial jika beberapa tim finis dengan poin yang sama.

Situasi semakin rumit ketika melihat jadwal para pesaing. Atalanta akan menjamu Athletic Club dengan selisih gol +2. Atletico Madrid bertandang ke markas Galatasaray dengan margin +3, sementara Liverpool harus melawat ke Marseille dengan catatan selisih gol serupa.

 


Berat Secara Matematis

Di sisi lain, peluang menyalip Newcastle United yang memiliki selisih gol +7 atau Chelsea dengan +5 juga tampak semakin berat secara matematis.

Saat ini, selisih gol Barcelona berada di angka +3. Angka tersebut tergolong positif, namun sangat rentan dalam persaingan yang melibatkan banyak tim dengan jarak poin ketat.

Dalam konteks ini, kemenangan tipis bisa jadi tidak cukup. Barcelona wajib tampil dominan, agresif, dan efektif jika ingin menjaga asa finis di delapan besar dan menghindari drama di menit-menit akhir fase grup Liga Champions.

Sumber: Barca Universal


Persaingan di Liga Champions

Berita Terkait