Bola.com, Jakarta - Manchester City menelan malam yang memalukan di ajang Liga Champions. Bertandang ke markas Bodo/Glimt, raksasa Inggris itu tumbang dengan skor telak 1-3, hasil yang semakin mempertegas periode sulit yang tengah mereka alami di semua kompetisi.
Kekalahan tersebut datang hanya berselang beberapa hari setelah City kalah 0-2 dalam derby Manchester. Alih-alih bangkit, pasukan Pep Guardiola justru kembali terpuruk di Norwegia, bahkan sempat tertinggal tiga gol sebelum Rayan Cherki mencetak gol hiburan.
Situasi semakin runyam ketika Rodri diganjar kartu merah pada babak kedua, memupus sisa harapan comeback. Guardiola pun tak menutupi kegelisahannya, mengakui bahwa ada perasaan kuat bahwa segalanya sedang berjalan ke arah yang salah bagi timnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, para pemain Manchester City akhirnya mengambil langkah tak biasa. Mereka sepakat mengganti biaya tiket bagi ratusan pendukung yang rela menempuh perjalanan jauh ke Lingkar Arktik demi mendukung tim kesayangan.
Pemain City Ganti Biaya Tiket Fans
Sebanyak 374 suporter Manchester City yang hadir langsung di Stadion Aspmyra dipastikan akan menerima penggantian biaya tiket pertandingan. Keputusan itu disampaikan lewat pernyataan resmi dari kelompok kapten tim.
“Kami tahu betul betapa besar pengorbanan para pendukung yang bepergian ke seluruh dunia untuk mendukung kami, baik kandang maupun tandang, dan kami tidak akan pernah menganggapnya remeh. Mereka adalah fans terbaik di dunia,” bunyi pernyataan bersama Bernardo Silva, Ruben Dias, Rodri, dan Erling Haaland.
“Kami juga menyadari perjalanan ke Bodo sangat jauh dan para fans mendukung kami di tengah suhu yang sangat dingin pada malam yang sulit di lapangan. Menanggung biaya tiket mereka adalah hal paling kecil yang bisa kami lakukan,” lanjut pernyataan tersebut.
Para pemain menegaskan fokus kini beralih ke laga domestik dan Eropa berikutnya. “Kami siap berjuang pada laga melawan Wolves hari Sabtu dan kemudian menghadapi Galatasaray pekan depan di Etihad, di depan fans luar biasa kami,” tulis mereka.
Dukungan Fans Diapresiasi
Langkah Manchester City itu mendapat sambutan positif dari perwakilan suporter resmi klub, Kevin Parker. Ia menilai keputusan para pemain menunjukkan kuatnya ikatan antara tim dan pendukung.
“Fans Manchester City akan pergi ke ujung dunia untuk mendukung tim mereka, dan malam di Lingkar Arktik membuktikan itu,” ujar Parker.
“Bodo bukan tempat yang mudah dijangkau, ditambah suhu di bawah nol derajat yang membuat malam itu sangat menantang bagi para fans. Gestur ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara pemain dan suporter, dan itu sangat berarti bagi kami,” lanjutnya.
Parker juga optimistis City bisa segera bangkit. Menurutnya, laga kandang berikutnya menjadi momentum untuk memulihkan kepercayaan diri tim bersama dukungan penuh dari tribun Etihad.
City Akui Rapuh
Di balik kekalahan tersebut, pengakuan jujur datang dari gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders. Pemain yang tampil penuh 90 menit di Norwegia itu menilai timnya sedang berada dalam kondisi rapuh.
“Kami sama sekali tidak meremehkan mereka. Kami tahu mereka sangat kuat bermain di kandang dengan lapangan sintetis,” ucap Reijnders.
“Kami seharusnya bisa tampil jauh lebih baik, apalagi karena sebenarnya kami punya peluang untuk mengamankan tempat di delapan besar. Sekarang semuanya harus ditentukan di laga terakhir,” lanjutnya.
“Kami sedang rapuh dan tidak sekonsisten sebelumnya. Ini sesuatu yang harus segera kami perbaiki. Yang terpenting sekarang adalah tetap bersatu sebagai tim, terutama di masa sulit, dan kembali melakukan hal-hal mendasar dengan benar,” pungkasnya.
Sumber: Sky Sports