Bola.com, Kuala Lumpur - Bola.com bersama sejumlah jurnalis Tanah Air secara terbatas dan eksklusif mendapat pengalaman berharga menumpang pesawat bareng trofi Piala Dunia yang akan dipamerkan di Jakarta pada Kamis, (21/1/2026).
Piala sakral yang akan jadi rebutan 48 negara di Amerika Serikat pada 11 Juni-19 Juli mendatang dipamerkan FIFA di berbagai negara.
Rangkaian ajang FIFA World Cup Trophy Tour 2026 dipertontonkan ke pencinta bola Asia Tenggara pada pekan ini. Trofi tersebut dibawa berkunjung ke Kuala Lumpur, Malaysia pada Rabu (21/1/2026).
Nantinya piala ini bakal singgah ke Tanah Air sehari berselang dan kemudian dipamerkan di Bangkok, Thailand pada Jumat (23/1/2026).
Untuk diketahui, trofi Piala Dunia dipamerkan di Indonesia terakhir pada tahun 2014 silam.
Keriuhan Acara di Malaysia
Bola.com berkesempatan melihat keriuhan acara pameran trofi tersebut di Negeri Jiran. Pusat perbelanjaan Sunway Pyramid, Selangor, dipadati penggila bola Malaysia.
Mereka rela mengantri buat bisa berfoto bareng dengan trofi Piala Dunia yang dipamerkan di Malaysia pada Rabu (21/1/2026). Acara pameran diselenggarakan FIFA dengan menggandeng Coca-Cola salah satu sponsor World Cup 2026.
Akses buat masyarakat Malaysia melihat sekaligus berfoto bareng dengan piala tersebut dibuka seluas-luasnya. Untuk bisa foto dengan trofi ini, mereka cukup membeli produk tertentu Coca-Cola minimal seharga 10 ringgit (sekitar Rp 41 ribu).
Fan Zone
Selain pameran trofi Piala Dunia, penggila sepak bola Negeri Jiran disuguhi hiburan di stand-stand Fan Zone yang dibangun di beberapa titik pusat perbelanjaan.
"Saya rela cuti kerja supaya bisa berfoto dengan trofi Piapa Dunia. Selama ini saya hanya bisa menonton di televisi saja. Melihat Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan banyak lagi superstar dunia mengangkat piala ini," ujar Zainal Hassan, salah satu warga Selangor yang bekerja di bidang konstruksi saat ditemui Bola.com di sela-sela acara.
FIFA menggandeng legenda sepak bola Bradsil, Gilberto Silva di acara FIFA World Cup Trophy Tour 2026 kawasan Asia Tenggara.
Mantan pemain berusia 49 tahun yang jadi bagian skuat Tim Samba di Piala Dunia 2002 tersebut jadi gulali rebutan foto bareng.
Bola.com dapat kesempatan berfoto bareng dengan trofi yang dipamerkan oleh FIFA ke berbagai negara sejak edisi Piala Dunia 2006.
Pengamanan Ketat
Trofi Piala Dunia yang dipamerkan ke masyarakat luas dijaga ketat oleh FIFA. Masyarakat diperbolehkan foto bareng dan diminta tidak boleh menyentuh piala ini.
Trofi dipamerkan dengan penutup kotak kaca menguatkan kesan sakral. Jadi dapat dimaklumi jika FIFA amat waspada, ekstra ketat melakukan pengamanan.
Apalagi dua kali trofi lawas tersebut pernah hilang. Pertama Piala asli Jules Rimet dicuri semasa pameran di London, Inggris, sebelum Piala Dunia 1966, dan ditemui seminggu kemudian, tetapi hilang kali kedua di Brasil pada 1983 dan tidak pernah lagi ditemui sebelum akhirnya FIFA membuat piala baru yang sekarang dipamerkan.
Bola.com ikut dalam rombongan FIFA dan Coca-Cola yang membawa piala menuju Indonesia. Pesawat khusus FIFA jenis Airbus berangkat dari Bandara Subang SkyPark pagi hari pukul 8.30 waktu Malaysia.
Rencananya trofi ini akan dipamerkan Jakarta International Convention Center selama sehari sebelum dibawa ke Bangkok. Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha ikut dalam rombongan ini.
"Pameran trofi Piala Dunia di negara kita menjadi momen kehanggaan bagi publik sepak bola Tanah Air. Setelah terakhir pada tahun 2014 lalu, FIFA memilih lagi Indonesia ymasuk dalam rangkaian FIFA World Cup Trophy Tour 2026. Kepengurusan PSSI di bawah Bapak Erick Thohir mendapat tempat khusus di hari FIFA. Komitmen PSSI melakukan transformasi sepak bola dilihat mereka sebagai sesuatu hal yang positif," ungkap Ratu Tisha.
Piala Terpisah dengan Penumpang
Walau mendapat kesempatan menumpang pesawat FIFA, akses jurnalis dan undangan yang ikut rombongan dibatasi. Piala ditempatkan di area terpisah dengan para penumpang. Tidak boleh mengambil foto atau video trofi secara langsung.
Para penumpang hanya boleh mengabadikan gambar di sekitar area tempat duduk mereka. Hanya personel FIFA yang punya akses bersentuhan dengan piala yang disimpan dalam koper khusus.
Ketatnya pengawalan sudah terasa begitu memasuki bandara Subang. Proses imigrasi berbeda dengan biasanya. Nama-nama yang ikut rombongan, termasuk Bola.com diperiksa secara ketat.
Saat menunggu keberangkatan, para jurnalis ditempatkan di launch khusus, yang terpisah dengan FIFA. Bandara yang punya nama lain Sultan Abdul Aziz Shah bukan bandara umum, melainkan bandara militer.
Dalam pesawat Airbus A320 FIFA membagi beberapa kelompok penumpang. Para jurnalis asal Indonesia dapat duduk di bagian depan pesawat, satu area dengan Ratu Tisha dan influencer, Pangeran Siahaan.
Mimpi Timnas Indonesia
Selama hampir dua jam perjalanan, para penumpang dimanjakan dengan aneka minuman dan camilan. Masing-masing penumpang mendapat gantungan kunci berbau World Cup di kursi masing-masing.
"Walau tak diizinkan bersentuhan dengan pialanya, karena diperlakukan sakral, ini tetap jadi pengalaman seru," ucap Ikhsan Mahar, wartawan dari Harian Kompas yang ikut dalam rombongan.
"Kita harus membangun impian buat sepak bola kita. Kalau sekarang kita baru sebatas melihat pameran trofi, nanti suatu saat nanti kita akan melihat Indonesia tampil di Piala Dunia," timpal Ratu Tisha.
Tahun 2026 mungkin masyarakat Indonesia hanya bisa melihat trofi Piala Dunia, siapa tahu di edisi 2030, Timnas Indonesia jadi peserta dan suatu saat nanti Skuad Garuda bisa mengangkat piala layaknya superstar sepak bola dunia lainnya yang mengecap manisnya madu gelar World Cup.