Muncul Isu Boikot Piala Dunia 2026, Pemerintah Prancis Buka Suara

Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, mengatakan hingga saat ini kementeriannya tidak berencana untuk memboikot ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 22 Januari 2026, 16:00 WIB
Logo Piala Dunia 2026. (FIFA)

Bola.com, Jakarta - Pemerintah Prancis menegaskan belum memiliki rencana untuk memboikot Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan politik terkait isu Greenland yang menyeret Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Advertisement

Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, mengatakan hingga saat ini kementeriannya tidak berencana untuk memboikot ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Ferrari menegaskan Piala Dunia merupakan kompetisi besar yang telah lama dinantikan oleh para pencinta olahraga.

“Untuk saat ini, tidak ada keinginan dari kementerian untuk memboikot kompetisi besar dan sangat dinantikan ini. Namun, saya tidak ingin mendahului apa yang mungkin terjadi,” ujar Ferrari kepada wartawan.

 
 
 

Ingin Pisahkan Olahraga dan Politik

Timnas Prancis merayakan kemenangan atas Ukraina dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stade de France, Paris, Jumat (13/11/2025), Prancis menang telak 4-0 dalam pertandingan tersebut. (FRANCK FIFE / AFP)

Ferrari menekankan pemerintah Prancis ingin menjaga olahraga tidak tercampur dengan kepentingan politik. Menurutnya, Piala Dunia 2026 memiliki arti penting bagi dunia olahraga secara global.

“Piala Dunia 2026 adalah momen yang sangat penting bagi seluruh pencinta olahraga,” katanya.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung mulai Juni 2026 dan akan diselenggarakan di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Namun, ambisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengambil alih kendali Greenland dari Denmark yang merupakan sekutu NATO, dinilai berpotensi memicu ketegangan dengan negara-negara Eropa.


Tekanan dari Dalam

Sementara di Prancis, wacana boikot mulai mencuat dari kalangan politik. Politisi sayap kiri Eric Coquerel menilai opsi boikot oleh Prancis, yang merupakan dua kali juara Piala Dunia, layak untuk dipertimbangkan.

“Bisakah kita membayangkan bermain Piala Dunia sepak bola di sebuah negara yang menyerang tetangganya, mengancam menginvasi Greenland, merusak hukum internasional, dan ingin melemahkan PBB?” tulis Coquerel melalui media sosial.

Ia juga menambahkan masih terbuka kemungkinan untuk memusatkan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Meksiko dan Kanada. Meski demikian, hingga kini pemerintah Prancis belum menunjukkan tanda tanda akan mengambil langkah boikot. (Roby Dian)

Sumber: ESPN

Berita Terkait