Menilik Perbedaan Sejarah Timnas Indonesia Vs Kepulauan Solomon Jelang FIFA Series 2026: Riwayat Skuad Garuda Lebih Panjang

Timnas Indonesia segera tampil dan menjadi tuan rumah ajang bergengsi yakni FIFA Series 2026. Ajang itu rencananya akan digelar di Jakarta pada Maret atau pada periode FIFA Matchday mendatang.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 23 Januari 2026, 05:30 WIB
FIFA Series 2026 di Indonesia (Dok. FIFA)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia segera tampil dan menjadi tuan rumah ajang bergengsi yakni FIFA Series 2026. Ajang itu rencananya akan digelar di Jakarta pada Maret atau pada periode FIFA Matchday mendatang.

Di ajang FIFA Series kali ini, Timnas Indonesia tergabung di grup yang berisi Timnas Bulgaria dari Konfederasi UEFA, Kepulauan Solomon (Oseania), dan Saint Kitts and Nevis (CONCACAF).

Advertisement

Bakal menjadi panggung persaingan yang menarik di grup yang ditempati keempat tim tersebut. Bulgaria dengan status mereka yang pernah menjadi tim kuda hitam di Eropa, Timnas Indonesia juga punya sejarah panjang di sepak bola Asia.

Sementara dua tim lainnya yakni St Kitts and Nevis dan Kepulauan Solomon, tak boleh diabaikan begitu saja. Mereka tetap menjadi jagoan di wilayah konfederasi masing-masing.

Satu di antara hal yang menarik untuk dibahas adalah sejarah tim dari Timnas Indonesia dan Kepulauan Solomon. Berikut ini ulasan menarik yang disajikan Bola.com:

 


Rekam Jejak

Lini tengah dan depan Timnas Indonesia: Thom Haye, Joey Pelupessy, Ole Romeny, Miliano Jonathans. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Timnas Indonesia sudah lama menjadi kekuatan sepak bola, khususnya di wilayah Asia. Indonesia termasuk negara dengan sejarah panjang sepak bola, bahkan pernah masuk Piala Dunia ketika masih bernama Hindia Belanda.

Hindia Belanda tampil di Piala Dunia edisi 1938 di Prancis. Menjadikan status mereka sebagai wakil dari Asia pertama yang pernah merasakan penampilan di Piala Dunia, meski belum bernama Indonesia.

Soal prestasi, Indonesia pernah tampil hingga perempat final Olimpiade (1958), lima kali berpartisipasi di Piala Asia hingga melaju ke babak gugur pada edisi 2023. Indonesia juga menjadi raja runner-up Piala AFF dengan enam kali pencapaian.

Prestasi mentereng terkini Indonesia adalah menjadi wakil Asia Tenggara pertama yang menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sementara itu, tim nasional sepak bola Kepulauan Solomon merupakan wakil dari konfederasi Oseania dan masuk keanggotaan FIFA sejak tahun 1988.

Kekuatan sepak bola Kepulauan Solomon terletak pada statusnya sebagai salah satu tim kuat di Oseania setelah Selandia Baru, sering menjadi kuda hitam di kualifikasi Piala Dunia.

Mereka sering terlibat duel melawan tim langganan Piala Dunia, Australia, meski dengan hasil kekalahan. Tapi Kepulauan Solomon pernah berhasil mengalahkan tim kuat seperti Selandia Baru (di kualifikasi 2006).

Dalam ranking FIFA terkini, Kepulauan Solomon ada di peringkat ke-152. Masih di bawah Timnas Indonesia yang ada di peringkat 122, dan lebih baik dari St Kitts and Nevis yang berada di peringkat ke-154.

 


Kekuatan Tim

John Herdman. (AFP/Patrick T. Fallon)

Timnas Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kekuatan skuad Garuda berkembang pesat sejak ditangani Shin Tae-yong, dengan beberapa pencapaian apik.

Kemudian dilanjutkan oleh Patrick Kluivert yang membuatnya Indonesia sempat bersaing sengit menuju Piala Dunia. Kini Timnas Indonesia dengan wajah baru dengan keberadaan pelatih anyar John Herdman, yang diharapkan semakin membuat prestasi tim Merah-Putih tambah mengkilap.

Berbicara kekuatan Timnas Indonesia, tim ini punya kekuatan yang terletak pada pemain-pemain diasporanya. Ada belasan pemain keturunan Indonesia-Belanda yang menjadi sumber kekuatan utama skuad Garuda dalam berapa tahun terakhir.

Siapa tak mengenal Emil Audero, Kevin Diks, Jay Idzes, Calvin Verdonk, Dean James, Miliano Jonathans yang bermain di klub-klub kelas atas Liga-Liga Eropa. Belum lagi potensi lokal seperti Rizky Ridho, Ricky Kambuaya, Yakob Sayuri, dan segudang pemain potensial lainnya.

Di lain sisi, tak banyak informasi terkini dari kekuatan Timnas Kepulauan Solomon saat ini. Namun menurut data dari Transfermarkt, mereka diasuh oleh Joshua Smith (38 tahun). Sebagian besar pemain mereka bermain di kompetisi domestik.

Beberapa pemain berkiprah di luar negeri sepeti William Komasi (Adelaide Omonia Cobras), Micah Lea'alafa (Vipers FC), dan Raphael Lea'i (Wollongong Wolves). Raphael Lea'i merupakan bintang di Timnas Kepulauan Solomon, dengan mengoleksi 11 gol dari 22 laga.

Sementara pemain paling senior mereka adalah kiper Philip Mango. Pemain berusia 30 tahun dengan 45 caps saat ini.

Berita Terkait