Bola.com, Jakarta - Gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders, mengenang kembali masa-masa awal perjalanannya di dunia sepak bola. Salah satu pengalaman yang sangat membekas di awal kariernya adalah saat bekerja di salah satu jaringan supermarket terbesar di Eropa.
Sejak bergabung dengan City di Etihad Stadium pada musim 2025, Reijnders dengan cepat memantapkan dirinya sebagai pemain yang dipercaya dalam skema lini tengah Pep Guardiola. Ia mendapat pujian berkat kualitas teknik serta disiplin taktis yang dimilikinya.
Tim rekrutmen Manchester City memang dikenal tak hanya menilai kemampuan di lapangan, tetapi juga mentalitas pemain. Dalam diri Reijnders, klub melihat sosok yang mampu menghadapi tekanan dan ekspektasi di level tertinggi.
Pada bursa transfer musim panas 2025, City menunjukkan keseriusan lewat investasi besar. Mereka kemudian melanjutkannya pada jendela transfer Januari 2026 dengan mendatangkan Antoine Semenyo dan Marc Guehi.
Reijnders menjadi simbol dari strategi jangka panjang City, yaitu merekrut pemain berkarakter kuat dan bernilai tinggi dalam jangka panjang, sekaligus mampu menjawab kebutuhan taktis tim yang sedang menjalani proses peremajaan skuad.
Pelajaran Menghargai Uang
Dalam wawancara terbarunya bersama Paul Hirst dari The Times, Reijnders mengungkap pelajaran penting yang ia terima dari sang ibu. Pelajaran itu didapay melalui pengalamannya bekerja di supermarket Aldi saat masih menimba ilmu di akademi PEC Zwolle.
“Saya bekerja di Aldi selama satu tahun ketika masih di akademi PEC Zwolle. Setelah latihan atau bahkan setelah pertandingan, saya harus pergi ke Aldi untuk mengemas belanjaan,” ujar Reijnders, seperti dikutip dari The Times, Kamis (22/1/2026).
“Ibu saya ingin saya memahami bahwa di usia tersebut, penting untuk belajar menghargai uang dan melihat sisi lain dari bagaimana uang diperoleh," imbuh Reijnders.
Kerendahan Hati dan Kedisiplinan
Kisah ini memberi gambaran tentang fondasi mental Reijnders, kerendahan hati dan kedisiplinan yang terus ia bawa hingga menjadi pesepak bola profesional. Inilah yang membuat Manchester City yakin berinvestasi pada pemain yang dinilai bisa diandalkan, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Seiring City melangkah ke depan dan telah memastikan tidak akan ada tambahan pemain tim utama lagi pada bursa transfer Januari, peran pemain seperti Reijnders menjadi semakin penting untuk menjaga konsistensi dan kepemimpinan di dalam skuad.
Di sisi lain, dengan aktivitas transfer masuk yang diperkirakan telah selesai untuk musim 2025/2026. Spekulasi tetap berkembang mengenai potensi pemain yang akan hengkang, seperti Oscar Bobb, serta ketertarikan klub lain terhadap Stefan Ortega dan James Trafford.
Sumber: The Times