BRI Super League: Suporter Persijap Dilarang Hadir, Panpel PSIM Siapkan Armada Evakuasi dari Stadion Sultan Agung

Panitia Penyelenggara (Panpel) PSIM Yogyakarta memastikan pengamanan maksimal pada laga pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 kontra Persijap Jepara.

Bola.com, Yogyakarta - Panitia Penyelenggara (Panpel) PSIM Yogyakarta memastikan pengamanan maksimal pada laga pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 kontra Persijap Jepara. Laga itu digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Rabu (11/3/2026) pukul 20.30 WIB.

Panpel PSIM tetap mengikuti regulasi liga terkait larangan kehadiran suporter tim tamu pada masa transisi kompetisi. Namun, mereka sudah menyiapkan mitigasi jika ada pendukung Persijap nekat hadir ke stadion.

Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar Senoaji, menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian, termasuk menyiapkan armada khusus untuk mengangkut suporter tim tamu keluar dari area stadion.

"Apabila di sana masih terindikasi ada teman-teman atau saudara dari Persijap yang datang, kami sudah koordinasi dengan pihak Polda untuk menyiapkan tiga armada untuk nantinya kita bantu evakuasi dari Stadion Sultan Agung," katanya pada Selasa (10/3/2026).

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

750 Personel Kepolisian Disiagakan

Wendy menjelaskan, pengamanan pertandingan kali ini akan melibatkan sekitar 750 personel kepolisian dari Polda DIY. Jumlah tersebut sesuai dengan rencana pengamanan yang disusun dalam rapat koordinasi sebelumnya.

"Jumlah personel kepolisian yang diterjunkan oleh Polda DIY sesuai dengan Renpam dari hasil rakor kemarin itu di kisaran 750 personel kepolisian," ujar Wendy.

"Kalau dilihat dari analisa risikonya dengan Persijap ini kondisinya aman. Karena tidak ada histori meskipun dulu pernah ada gesekan suporter, tetapi dalam lima tahun terakhir hubungan baiknya sudah terjalin," jelasnya.

Meskipun demikian, Panpel Laskar Mataram tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal tersebut tidak lepas dari sejumlah kejadian yang terjadi pada pekan ke-24 BRI Super League.

 

Belajar dari Insiden Pekan ke-24

Satu di antaranya ialah insiden bentrokan antarsuporter dalam Derbi Jawa Tengah antara Persijap dan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (5/3/2026), yang menyebabkan kerusakan fasilitas dan kendaraan di sekitar stadion.

"Kemarin kita ketahui ada beberapa kejadian di pertandingan-pertandingan pekan ke-24, dan itu juga menjadi evaluasi dari pihak kepolisian," ucapnya.

"Kami sudah koordinasi dengan teman-teman dari Persijap, manajemen, dan suporter bahwa mereka juga komitmen untuk menjalankan regulasi berkaitan dengan larangan suporter tim tamu datang ke laga away pada masa transisi ini."

"Itu mereka juga menghormati keputusan tersebut. Dua wadah suporter kami, Brajamusti dan The Maident, juga upload ke sosial media mereka untuk menghormati, ya, imbauan tersebut mereka tetap jalankan," sambungnya.

 

Langkah Antisipasi

Di sisi lain, Panpel PSIM juga menyiapkan langkah antisipasi jika ada suporter Persijap yang datang ke Bantul, yaitu dengan melakukan filterisasi ketat dalam penjualan tiket pertandingan.

"Kami sudah sampaikan dari awal kepada dua wadah suporter dan semua pihak-pihak terkait bahwa yang berkaitan dengan regulasi dari liga harus tetap dihormati dan jalankan. Mitigasi dari Panpel sendiri kami sudah mulai filterisasi dari penjualan tiket," paparnya.

"Penjualan tiket kami sudah lewat dua wadah suporter dengan NIK dan lewat laskar-laskar dari dua wadah suporter. Untuk online-nya kami tetap batasi NIK-nya hanya NIK DIY yang dapat," imbuh Wendy.

Sementara itu, kuota tiket untuk pertandingan kontra Persijap juga mengalami peningkatan ketimbang laga sebelumnya. Dari 6 ribu menjadi 7 ribu penonton.

"Kami estimasinya sampai di 7 ribu, tetapi pihak kepolisian menyarankan agar bisa dimaksimalkan di 7 ribu dulu. Nanti kalau ada peningkatan, akan dikomunikasikan di pertandingan-pertandingan selanjutnya," terang Wendy.

"Melihat dari minat sampai presale hari kedua kemarin, kami sudah bisa menjual kisaran di 50 persen dari kuota yang diberikan. Nanti kami akan maksimalkan di online hari ini dan besok on the spot (OTS). Jadi kalau masih belum bisa dapat tiket, di hari-H kami masih melayani untuk online dan OTS," pungkasnya.

Video Populer

Foto Populer