Bola.com, Jakarta - Seorang mantan rekan setim David Beckham mengenang bagaimana istrinya merasa kesal dengan tingkah laku mantan kapten timnas Inggris tersebut saat sang istri, Victoria Beckham, sedang tidak berada di Madrid
Cerita lama ini kembali mencuat di tengah konflik yang sedang terjadi antara keluarga Beckham dan putra mereka, Brooklyn Beckham.
Brooklyn, yang kini berusia 26 tahun, membuat pernyataan mengejutkan pada Senin (19/1/2026) malam waktu setempat, menuduh orang tuanya berusaha merusak hubungannya dengan sang istri, Nicola Peltz-Beckham.
Brooklyn bahkan menuding ibunya bersikap tidak pantas dengan menari secara tidak wajar dengannya di pesta pernikahan.
Pernyataan tersebut muncul setelah berbulan-bulan spekulasi mengenai keretakan hubungan keluarga Beckham, terutama setelah diketahui Brooklyn telah memblokir kedua orang tuanya dari media sosial.
David Beckham telah menanggapi situasi tersebut dengan mengatakan: “Anda harus membiarkan anak-anakmu membuat kesalahan.”
Meski begitu, Beckham diyakini merasa kecewa karena konflik keluarga ini harus tersaji di hadapan publik.
Beckham dan Kehidupan di Real Madrid
Karier sepak bola David Beckham yang gemilang, ditambah popularitas sang istri di industri musik, membuat pasangan ini nyaris tak pernah lepas dari sorotan media.
Namun, perhatian publik terhadap Beckham meningkat drastis ketika ia bergabung dengan Real Madrid pada 2003.
Didatangkan Florentino Perez sebagai bagian dari era Galacticos, Beckham berada dalam situasi unik karena hanya segelintir pemain di skuad Real Madrid saat itu yang bisa berbahasa Inggris.
Dengan Victoria yang kerap berada di Los Angeles dan Inggris, Beckham pun banyak bergantung pada rekan setimnya, Michel Salgado.
Salgado, yang termasuk sedikit pemain Real Madrid yang fasih berbahasa Inggris, mengungkapkan pada acara League of Legends bahwa dirinya sering “menjaga” Beckham ketika Victoria tidak berada di Madrid. Namun, kondisi tersebut ternyata membuat istrinya kurang senang.
“Saya yang menjaga David Beckham. Saya sering melakukannya, karena aku satu-satunya yang bisa berbicara bahasa Inggris," ujar Salgado.
“Bersama Beckham itu menyenangkan. Dia sendirian di Madrid karena istrinya sering bepergian, tinggal di LA dan Inggris. Jadi dia meneleponku setiap hari sambil berkata, ‘Ayo kita keluar’,” lanjur mantan pemain Real Madrid itu.
Namun, kebiasaan tersebut membuat istri Salgado kesal. “Dan istriku benar-benar kesal dengan situasi itu, tapi tetap saja itu masa yang menyenangkan.”
Salgado juga Mengasuh Pemain Inggris Lain
David Beckham bukan satu-satunya pemain Inggris yang berada di bawah pengawasan Michel Salgado. Steve McManaman, yang pindah dari Liverpool ke Real Madrid pada 1999, juga mengalami hal serupa.
Salgado mengaku awalnya tidak terlalu antusias harus menemani McManaman. “Saya ingat hari pertama di pramusim Real Madrid. Saat itu kami berbagi kamar dan mereka berkata, ‘Kamu sekamar dengan pemain Inggris, Steven McManaman’.”
Ia melanjutkan dengan nada bercanda: “Saya langsung berpikir, ‘Ya Tuhan, kenapa?’ Mereka menjawab, ‘Karena kamu satu-satunya yang bisa bahasa Inggris’.”
Namun, seiring waktu, hubungan mereka justru berjalan baik. Kisah ini menunjukkan sisi lain kehidupan David Beckham di balik gemerlap kariernya, penuh cerita unik, persahabatan, dan dinamika personal yang kembali menjadi sorotan publik.
Sumber: Give Me Sport