Bos Trackhouse Berharap Duel Sengit ala Rossi Vs Lorenzo Terulang di MotoGP 2026

Bos tim MotoGP Trackhouse Racing, Davide Brivio, berharap bisa kembali menyaksikan duel sengit di lintasan seperti rivalitas Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 23 Januari 2026, 22:30 WIB
Pebalap Yamaha Movistar, Valentino Rossi, ternyata masih lebih baik ketimbang Jorge Lorenzo pada musim perdana bersama Ducati. (EPA/Ettore Ferrari)

Bola.com, Jakarta - Bos tim MotoGP Trackhouse Racing, Davide Brivio, berharap bisa kembali menyaksikan duel sengit di lintasan seperti rivalitas legendaris Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo pada musim 2009.

Ia membayangkan ketegangan serupa bisa terulang lewat persaingan dua pembalapnya saat ini, Raul Fernandez dan Ai Ogura.

Advertisement

Rivalitas Rossi dan Lorenzo hingga kini masih dikenang sebagai satu di antara yang paling ikonik dalam sejarah MotoGP.

Duel keduanya pada Grand Prix Katalonia 2009 bahkan kerap disebut sebagai satu di antara balapan terbaik abad ke-21. Saat itu, kedua pembalap masih menjadi rekan setim di Yamaha dan terlibat pertarungan sengit hingga lap terakhir di Sirkuit Barcelona.

Rossi akhirnya keluar sebagai pemenang lewat manuver berani di tikungan terakhir pada lap pamungkas, momen yang menjadi satu di antara adegan paling bersejarah di MotoGP.

Pada periode tersebut, Brivio merupakan bagian dari jajaran manajemen Yamaha dan merasakan langsung atmosfer panas di balik layar.

Kini, Brivio berstatus sebagai manajer tim Trackhouse Racing, tim milik Amerika Serikat yang mulai berlaga di MotoGP pada 2024 dengan dukungan Aprilia.


Persaingan Rossi-Lorenzo

Giliran Marquez yang membuat kontroversi di MotoGP Australia 2015 yang berlangsung di Phillipe Island. The Baby Alien diduga memperlambat motornya untuk memberi ruang kepada Jorge Lorenzo yang tengah bersaing dengan Rossi memperebutkan Gelar Juara Dunia MotoGP 2015. (AFP/Saeed Khan)

Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport, ia mengenang situasi di garasi Yamaha usai balapan dramatis di Barcelona tersebut.

Menurut Brivio, perayaan kemenangan yang dilakukan tim Rossi ketika itu justru dipersepsikan sebagai bentuk penghinaan oleh kru Jorge Lorenzo.

"Itu menjadi masalah besar," ungkap Brivio, meski ia mengaku berharap situasi seperti itu bisa terulang kembali. kali ini bersama duet Trackhouse, Raul Fernandez dan Ai Ogura.

"Saya mengalami pengalaman profesional yang luar biasa pada 2009," kata Brivio saat ditanya soal persaingan Rossi dan Lorenzo di Yamaha.

"Jorge dan Valentino sedang bertarung memperebutkan gelar juara dunia."

"Sangat aneh ketika dua pembalap dari satu tim saling berebut titel."

"Satu pembalap tahu segalanya tentang yang lain. Ketegangannya luar biasa."

"Puncaknya adalah GP Barcelona yang dimenangi Valentino," kata Brivio.

"Garasinya merayakan kemenangan dan tim Jorge menganggap itu sebagai sebuah penghinaan, seolah-olah mereka merayakan secara berlebihan karena mengalahkan Jorge," lanjutnya.

"Padahal, kenyataannya, para teknisi Rossi akan melakukan hal yang sama kepada siapa pun," kata Brivio lagi.


Ingin Terjadi Lagi

Trackhouse MotoGP Team menurunkan dua motor dengan livery berbeda pada MotoGP 2026. Ai Ogura (kiri) dan Raul Fernandez (kanan). (X/Trackhouse)

Brivio menambahkan setelah itu ada pertemuan-pertemuan untuk menjelaskan dan meluruskan situasi.

"Masalah besar, tapi saya berharap itu bisa terjadi lagi!”

Di luar kisah nostalgia tersebut, Trackhouse Racing baru saja meluncurkan livery motor mereka untuk musim 2026 pada Rabu (21-1-2026).

Tim ini kembali tampil unik dengan menggunakan dua skema warna berbeda sepanjang musim.

Selain warna korporat utama mereka, Trackhouse akan mengusung livery ikonik Gulf pada lima seri MotoGP 2026, termasuk pada balapan pembuka musim di Thailand.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait