5 Perubahan Besar Michael Carrick di MU setelah Menggantikan Ruben Amorim

Berikut lima perubahan penting Michael Carrick di MU usai menggantikan Ruben Amorim.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 24 Januari 2026, 16:00 WIB
Semasa menjadi pemain, Michael Carrick bermain dalam 464 pertandingan bersama The Red Devils. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat tiba di Katedral Manchester untuk menghadiri pemakaman pemenang Piala Dunia Inggris dan legenda Manchester United, Bobby Charlton, di Manchester, Inggris utara, pada 13 November 2023. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Michael Carrick mulai menancapkan pengaruhnya di Manchester United.

Sejak resmi ditunjuk sebagai pelatih interim pekan lalu, mantan gelandang Setan Merah itu langsung melakukan sejumlah perubahan penting, baik di dalam maupun di luar lapangan, sebagai bagian dari upayanya memberi warna baru hingga akhir musim.

Advertisement

Carrick ditunjuk menangani MU sementara hingga musim berakhir. Satu di antara langkah awalnya langsung menyita perhatian publik.

Pada Selasa malam waktu setempat, ia hadir langsung di Leigh Sports Village untuk menyaksikan pertandingan tim Manchester United U-21.

Langkah tersebut menjadi simbol perubahan yang jelas. Selama 14 bulan masa kepemimpinan Ruben Amorim di Old Trafford, sang pelatih tercatat tidak pernah menyaksikan laga tim usia muda.

Sebaliknya, Carrick datang bersama jajaran staf pelatihnya, termasuk Jonathan Woodgate dan Steve Holland, meski harus menembus kemacetan jam pulang kerja.

Kehadiran itu selaras dengan pernyataan Carrick dalam wawancara perdananya sebagai pelatih interim. Ia menegaskan bahwa MU adalah klub yang berfokus pada pengembangan pemain muda dan harus selaras dengan akademi.


Kepercayaan Kembali untuk Mainoo

Gelandang Manchester United asal Inggris bernomor punggung 37, Kobbie Mainoo (C), berduel dengan gelandang Bournemouth asal Inggris bernomor punggung 16, Marcus Tavernier (L), selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Bournemouth di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, Selasa (16-12-2025) dini hari WIB. (PETER POWELL/AFP)

Perhatian Carrick terhadap akademi tidak berhenti pada kunjungan simbolis. Satu di antara keputusan paling menonjol di pekan pertamanya adalah mengembalikan kepercayaan kepada produk akademi, Kobbie Mainoo.

Seperti dilaporkan Manchester Evening News, Carrick telah memulihkan kepercayaan terhadap gelandang muda tersebut.

Sebelum laga derbi Manchester pekan lalu, Mainoo hanya sekali menjadi starter, yakni saat Setan Merah kalah di Carabao Cup dari klub League Two, Grimsby Town.

Di era Amorim, Mainoo praktis tersisih dan bahkan disebut berada di ambang pintu keluar Old Trafford.

Namun, keputusan Carrick memainkan Mainoo sebagai starter melawan Manchester City terbukti tepat. Pemain internasional Inggris itu tampil gemilang dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Laga.

Seusai pertandingan, Carrick terlihat berbincang dengan Mainoo di lorong stadion, momen yang kemudian diunggah Mainoo di media sosialnya.

Unggahan itu menjadi konten pertama terkait MU sejak April lalu.


Pendekatan Baru di Lapangan Latihan

Pemain MU,Casemiro (dua kanan) dan Bruno Fernandes (kanan) tengah melakukan latihan di Carrington setelah cukup lama absen dari skuat, Kamis (4/1/2024). (X/ManUtd)

Selain fokus pada akademi, Carrick mulai menerapkan perubahan dalam rutinitas latihan tim utama.

Ia memperkenalkan sesi latihan yang lebih singkat, tetapi intens, serta memberikan porsi lebih besar pada latihan individual untuk membantu peningkatan performa para pemain.

Menurut laporan Manchester Evening News, para pemain terkesan dengan pendekatan Carrick dan stafnya yang dinilai lebih "hands-on" dibanding Amorim.

Kendati Amorim tetap terlibat, ia kerap memilih mengamati daripada terjun langsung secara intens dalam sesi latihan.


Komunikasi Langsung di Ruang Ganti

Lisandro Martinez (kiri) dan rekan setimnya, Matheus Cunha, memberikan apresiasi kepada suporter MU selepas duel melawan Newcastle United dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Old Trafford, Sabtu (27/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Perubahan lain terlihat dalam pendekatan Carrick di ruang ganti. Seusai hasil melawan Man City, Harry Maguire dan Lisandro Martinez sama-sama memberikan respons positif terhadap cara Carrick menangani tim setelah pertandingan.

Carrick dikenal lebih memilih berbicara langsung kepada pemain usai laga. Hal ini berbeda dengan Amorim, yang justru menghindari pembicaraan pascapertandingan.

Amorim memilih memberi waktu agar emosi mereda dan membiarkan pemain melakukan evaluasi sendiri jika diperlukan.

Biasanya, Amorim baru menyampaikan pandangannya keesokan hari setelah melakukan analisis mendalam, dengan alasan agar penilaian yang disampaikan lebih jernih dan objektif.


Rutinitas Hari Pertandingan

Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, memberi ucapan selamat kepada gelandang asal Kamerun Bryan Mbeumo saat meninggalkan lapangan setelah ditarik keluar dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, Sabtu (17/1/2026). (Darren Staples / AFP)

Perubahan kelima yang diterapkan Carrick mungkin terlihat kecil, tetapi tetap signifikan. Ia memilih agar skuad MU tiba di Old Trafford sedikit lebih dekat dengan waktu kick-off.

Rutinitas baru ini disebut sebagai upaya untuk menyegarkan suasana dan memutus kebiasaan lama di hari pertandingan.

Sebuah sentuhan halus, tetapi mencerminkan tekad Carrick untuk menghadirkan pendekatan berbeda selama masa kepemimpinannya.

Dalam waktu singkat, Carrick telah menunjukkan bahwa dirinya tidak sekadar mengisi posisi sementara. Serangkaian langkah yang ia ambil menjadi sinyal kuat bahwa ia ingin meninggalkan jejak nyata di MU, meski hanya hingga akhir musim.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait