Keluarga Pemain Akademi MU Senang Ruben Amorim Diganti, Harapan Ada di Tangan Carrick

Penunjukan Michael Carrick sebagai manajer Manchester United disambut dengan antusias besar oleh para pemain akademi klub beserta orang tua mereka.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 26 Januari 2026, 09:15 WIB
Michael Carrick saat menjadi pelatih Middlesbrough merayakan kemenangan di akhir pertandingan perempat final Piala Liga Inggris melawan Port Vale di Vale Park, Stoke-on-Trent, Inggris tengah, pada 19 Desember 2023. Manchester United (MU) resmi mengumumkan Michael Carrick sebagai pelatih kepala mengisi posisi Ruben Amorim yang dipecat pada 5 Januari 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Manchester - Penunjukan Michael Carrick sebagai manajer Manchester United disambut dengan antusias besar oleh para pemain akademi klub beserta orang tua mereka.

Di lingkungan internal Carrington, suasana optimisme kembali terasa, terutama di kalangan talenta muda yang merasa jalur menuju tim utama kini kembali terbuka setelah periode penuh ketegangan di bawah kepemimpinan manajer sebelumnya, Ruben Amorim.

Advertisement

Selama Amorim menangani Setan Merah, hubungan antara tim utama dan akademi disebut tidak berjalan harmonis. Amorim kerap melontarkan kritik terhadap sikap para pemain muda, bahkan secara terbuka menyebut adanya 'rasa berhak' di dalam klub.

Pernyataan tersebut menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan keluarga pemain akademi, yang merasa kerja keras dan pengorbanan para pemain muda tidak dihargai secara adil.


Dampak Kebijakan Amorim

Gelandang Manchester United asal Inggris bernomor punggung 37, Kobbie Mainoo, melakukan pemanasan sebelum pertandingan Liga Inggris antara Burnley dan Manchester United di Turf Moor, Burnley, barat laut Inggris pada 7 Januari 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Kebijakan Amorim juga berdampak langsung pada sejumlah nama besar lulusan akademi. Kobbie Mainoo, yang sebelumnya digadang-gadang sebagai bintang masa depan Manchester United, sempat disingkirkan dari skuad utama tanpa penjelasan yang jelas.

Selain itu, keputusan klub melepas Alejandro Garnacho ke Chelsea semakin memperkuat kesan bahwa era Amorim bukanlah masa yang ramah bagi pemain muda, terlepas dari bakat dan kontribusi mereka.

Kehadiran Michael Carrick membawa angin segar. Sebagai mantan gelandang legendaris United sekaligus figur yang memahami kultur klub, Carrick dinilai mampu menjembatani jarak antara akademi dan tim utama.

Ia dikenal sering terlihat di lapangan latihan akademi, mengikuti perkembangan para pemain muda, salah satunya karena putranya sendiri juga menjadi bagian dari sistem pembinaan klub.


Pendekatan Carrick

Seperti diketahui, Manchester United tengah terpuruk beberapa pekan terakhir. Puncaknya, mereka harus mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim sebagai manajer. Posisi tersebut kini untuk sementara waktu diisi oleh Michael Carrick. (AP Photo/Dave Thompson)

Seorang anggota keluarga pemain U-16 Manchester United mengungkapkan kepada The Sun bahwa Carrick memiliki pendekatan yang sangat berbeda dibanding pendahulunya.

Ia digambarkan sebagai sosok yang ramah, mudah didekati, dan selalu meluangkan waktu untuk menyapa siapa pun di lingkungan latihan. Sikap tersebut membuatnya dihormati, bukan hanya karena karier gemilangnya bersama United, tetapi juga karena empatinya sebagai orang tua dari pemain akademi.

Menurut sumber tersebut, para orang tua merasa Carrick benar-benar memahami tekanan, tantangan, dan kerasnya perjuangan anak-anak mereka dalam meniti karier sepak bola profesional.

Mereka menilai komentar Amorim sebelumnya sangat menyakitkan, terutama karena datang dari sosok yang seharusnya mengerti betapa kecilnya peluang untuk bisa bertahan dan sukses di level tertinggi, apalagi di klub sebesar Manchester United.


Suasana Berubah

Para pemain akademi pun merasakan perubahan suasana. Dengan Carrick di kursi manajer, kepercayaan diri mereka meningkat karena merasa kerja keras di level usia muda kembali mendapat perhatian serius.

Filosofi Carrick yang diyakini mengedepankan pengembangan pemain serta pemahaman terhadap DNA klub menjadi alasan utama mengapa penunjukan ini disambut hangat.

Manajemen MU berharap Carrick mampu mengembalikan identitas klub sebagai rumah bagi talenta muda, sebagaimana yang telah menjadi ciri khas sepanjang sejarah klub. Dari generasi Class of ’92 hingga pemain-pemain muda era modern, akademi selalu menjadi fondasi penting bagi kesuksesan Setan Merah.

Sumber: The Sun

Berita Terkait