Chelsea Alami Kebocoran Informasi Seperti MU Berujung Kalah Telak dari PSG, Rosenior: Akan Saya Usut sampai Tuntas!

Chelsea mengalami kebocoran seperti MU. Sang pelatih, Liam Rosenior, berjanji akan mengusutnya sampai tuntas.

Bola.com, Jakarta - Liam Rosenior berjanji akan menelusuri asal-usul kebocoran informasi di dalam skuad Chelsea, menyusul kekalahan telak 2-5 dari Paris Saint-Germain di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis dini hari WIB kemarin.

Chelsea sebenarnya tampil tangguh lebih dari satu jam di Parc des Princes, sebelum akhirnya melemah. Kekalahan ini membuat peluang mereka melangkah ke babak berikutnya kini berada di posisi sulit menjelang leg kedua, pekan depan.

Sebelum pertandingan, daftar pemain inti Chelsea sudah beredar di media, delapan jam sebelum kick-off.

Informasi tersebut ternyata akurat, dan starting XI itu sempat mampu menahan permainan PSG dalam beberapa fase pertandingan.

Rosenior mengaku awalnya tidak menyadari kebocoran itu. Namun, manajer Chelsea itu berjanji akan mengusut tuntas masalah tersebut.

"Saya tidak menyadarinya. Kalau memang benar ada kebocoran, kami pasti akan mencari tahu asal-usulnya," ujarnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Insiden Serupa MU

Insiden ini mengingatkan publik pada kasus serupa yang menimpa Michael Carrick di Manchester United. Formasi awal MU bocor ke media sosial beberapa jam sebelum mereka menghadapi Manchester City, Januari lalu.

Kendati tidak memengaruhi hasil akhir, MU menang 2-0, Carrick tentu tidak ingin kejadian serupa terulang.

Sebenarnya, kebocoran bukan hal baru bagi Setan Merah. Pada Desember lalu, klub itu dikabarkan memulai investigasi terkait rencana taktik Ruben Amorim saat melawan Bournemouth yang bocor ke publik, meski pertandingan berakhir imbang 4-4.

Seorang juru bicara klub menolak memberikan komentar lebih lanjut.

Kekalahan Chelsea

Kembali ke Chelsea, musim ini tim asal London itu sempat mencatat kemenangan impresif di Eropa, termasuk menaklukkan Barcelona di Stamford Bridge dan meraih kemenangan penting di markas Napoli.

Melawan PSG, Chelsea sempat memimpin 2-2 hingga menit ke-74, sebelum Vitinha membuat PSG unggul 3-2. Khvicha Kvaratskhelia, yang masuk dari bangku cadangan, menambah dua gol telat untuk menutup skor 5-2.

Gol ketiga PSG lahir dari kesalahan kiper Filip Jorgensen. Kiper asal Denmark itu sempat terlalu berani membawa bola, hingga akhirnya kehilangan penguasaan dan dibobol Vitinha.

Kesalahan Kiper

Rosenior menegaskan tidak ingin menyalahkan Jorgensen secara berlebihan.

"Pemain pasti membuat kesalahan. Filip bukan yang pertama, dan itu bagian dari sepak bola," katanya.

"Memang menyakitkan… Pada saat skor 2-2, saya pikir kami sedang unggul. Kami hanya selangkah lagi untuk menyamakan 3-3. Gol Joao Pedro sepertinya hampir offside. Tapi, di level tertinggi, seperti Liga Champions, margin itu kecil sekali. Gol kelima mereka paling menyakitkan, kami gagal mengatur permainan dasar. Mereka mencetak gol kelima dan membuat pertandingan sangat berat bagi kami," ulas Rosenior.

PSG sedang berusaha menjadi tim kedua di era Liga Champions yang berhasil mempertahankan gelar, dan Rosenior mengakui kualitas mereka luar biasa, level yang jarang terlihat di Inggris.

"Di Premier League, tidak ada pemain seperti Doue, Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, Vitinha, atau Joao Neves. Ini tim luar biasa. Juara Eropa yang luar biasa," ucap mantan pelatih Strasbourgh itu.

 

Sumber: Express

Video Populer

Foto Populer