Jelang FIFA Series dan Piala AFF 2026, Marselino Ferdinan Diharapkan Bisa Perkuat Timnas Indonesia Era John Herdman

Satu dari sekian banyak pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri adalah Marselino Ferdinan.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 26 Januari 2026, 16:45 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, merayakan gol yang dicetak oleh Ole Romeny ke gawang Bahrain pada laga kedelapan putaran ketiga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (25/3/2025) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia besutan John Herdman bersiap melakoni dua agenda penting pada 2026, yakni FIFA Series pada Maret dan Piala AFF pada Juli.

John Herdman terus memantau pemain lewat pertandingan-pertandingan BRI Super League musim ini, termasuk menyaksikan langsung laga Persija Jakarta vs Madura United di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta beberapa waktu lalu.

Advertisement

Selain diperkuat pemain-pemain yang bermain di dalam negeri, John Herdman juga kemungkinan akan memanggil sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri.

Satu dari sekian banyak pemain yang berkarier di luar negeri adalah Marselino Ferdinan. Marselino selama ini merupakan salah satu andalan, termasuk di sepanjang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Saat ini, penyerang muda yang masih berusia 21 tahun itu masih tercatat sebagai pemain Oxford United, Inggris, yang sedang dipinjamkan kepada tim Slowakia, AS Trencin.

Tak bisa dipastikan apakah Marselino akan dipanggil oleh John Herdman. Soalnya, eks tukang gedor Persebaya Surabaya itu mengalami kesulitan bermain di klubnya dan kabar terkini menyebutkan ia tengah berkutat dengan cedera hamstring.

 


Pemain Potensial

Gelandang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, mencetak gol ke Gawang Arab Saudi pada matchday 6 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pada Selasa (19/11/2024) malam WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, via kanal YouTube Nusantara TV ikut angkat suara ihwal kondisi Marselino.

"Memang menjadi kesulitan bagi seorang pemain kalau dia tidak punya jam bermain kalau ingin bermain di tim nasional. Tapi ini kan salah satu pemain muda yang punya talenta luar biasa," kata Ronny Pangemanan.

Ronny memuji Marselino sebagai pemain muda lokal yang potensial, termasuk kala mencetak gol ke gawang Arab Saudi di laga babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

"Jarang pemain muda berada di Timnas Indonesia dari lokal bicara semuda dia dan sudah bermain di tim senior. Kan dia main di tim senior. Pada usia 19 tahun dia sudah dipakai dan dia menunjukkan kapasitasnya," ujar Ronny Pangemanan.

"Apalagi seorang pemain muda yang bisa mencetak gol ke gawang Arab Saudi dengan dua kali. Tetapi ketika dia mengalami masalah-masalah, jam bermain yang kurang, termasuk cedera ini yang menjadi saya pikir kesulitan buat dia untuk bisa kembali lagi masuk ke timnas dalam bersaing," imbuh Ronny Pangemanan.

 


Berharap Dapat Menit Bermain Lebih Banyak di Klub

Marselino Ferdinan bersama jersey AS Trencin. (X/AS Trencin)

Menurut pengamat yang akrab disapa Ropan, Marselino juga absen di skuad Timnas Indonesia di ajang SEA Games 2025. Namanya tak masuk daftar di menit-menit akhir PSSI merilis siapa saja yang bermain di SEA Games.

"Dia butuh waktu lagi, walaupun saya kira ini pemain yang oke, yang baik. Cuma sayang, di usia muda juga sudah tertimpa dengan beberapa kali cedera. Termasuk tadinya kan dia diplot juga masuk di SEA Games sebenarnya. Tapi di detik-detik akhir dia diumumkan dia tidak bisa bermain," tukas Ropan.

Ropan berharap Marselino bisa kembali ke Timnas Indonesia, mengingat ia sosok pemain yang kaya pengalaman di pentas Internasional. Ropan juga berharap Marselino mendapat menit bermain lebih banyak di klub agar bisa lebih meyakinkan John Herdman selaku juru taktik anyar Skuad Garuda.

"Apalagi kalau pemain itu sudah kena cedera hamstring atau kena di lutut itu agak-agak berat. Tapi kita berharap, kita berdoa semoga dia bisa kembali ke performa terbaiknya. Tapi dia butuh klub sebenarnya. Karena kalau dia sudah enggak mungkin balik lagi, dia butuh klub yang menjamin dia bisa bermain," tukas Ropan.

"Kita berharap dia akan tetap di Eropa, tapi klub mana yang menjamin dia bisa bermain terus. Gitu loh. Susah. Sedangkan di klub yang misalnya di Oxford saja yang punya orang Indonesia, Ketum PSSI, tidak ada jaminan bagi seorang pelatih untuk bisa memasang dia. Walaupun pelatih tahu dia pemain timnas," tutup Ropan.

 

Berita Terkait