CAS Perbolehkan 7 Pemain Timnas Malaysia yang Terlibat Kasus Dokumen Bodong Kembali Bermain Sementara

Kabar datang dari sepak bola Malaysia. Tujuh pemain naturalisasi mereka yang sempat tersandung kasus pemalsuan dokumen, akhirnya mendapat jalan terang.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 27 Januari 2026, 11:45 WIB
Joao Figueiredo, pemain naturalisasi baru Timnas Malaysia. (Bola.com/Dok.Facebook Timnas Malaysia).

Bola.com, Jakarta - Kabar datang dari sepak bola Malaysia. Tujuh pemain naturalisasi mereka yang sempat tersandung kasus pemalsuan dokumen, akhirnya mendapat jalan terang.

Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), telah mengabulkan permohonan penangguhan hukuman kepada ketujuh pemain Timnas Malaysia.

Advertisement

Ketujuh pemain tersebut antara lain; Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Pada 26 September 2025, FIFA dalam pernyataan resminya mengkonfirmasi bahwa federasi sepak bola Malaysia atau FAM dan ketujuh pemain tersebut terbukti melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA.

Kemudian FAM dijatuhi sanksi denda 350.000 franc Swiss atau setara dengan Rp7,3 miliar oleh FIFA. Sementara, ketujuh pemain dilarang bermain selama setahun plus denda 2.000 franc Swiss (Rp41 juta).

 


Sambil Menunggu Keputusan Akhir

Gelandang naturalisasi Timnas Malaysia, Lee Tuck mencoba melewati gelandang Timnas Thailand, Theerathon Bunmathan dalam laga leg pertama semifinal Piala AFF 2022, Sabtu (7/1/2023) malam WIB di Stadion Bukit Jalil. (Dok. FA Malaysia)

Dalam informasi terkini, FAM mengeluarkan pengumuman terkait nasib ketujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Bahwa mereka dapat kembali beraksi dan melanjutkan karier di sepak bola.

FAM mengkonfirmasi bahwa CAS telah mengabulkan permohonan penangguhan eksekusi yang diajukan oleh tujuh pemain tim nasional.

"Keputusan ini berarti bahwa skorsing 12 bulan dari semua aktivitas sepak bola yang dijatuhkan oleh FIFA kepada tujuh pemain Harimau Malaya ditangguhkan sementara," tulis FAM yang dilansir dari media setempat, Berita Harian, Selasa (27/1/2026).

"Mereka diizinkan untuk melanjutkan karier mereka dan berpartisipasi dalam aktivitas terkait sepak bola apa pun sampai keputusan akhir atas banding di CAS dibuat," lanjut pernyataan FAM.

 


Nilai Pasar Anjlok

Aksi striker naturalisasi Timnas Malaysia, Joao Figueiredo saat menghadapi Singapura dalam laga uji coba di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur (4/9/2025). (Instagram/joaovfigueiredo).

Dampak paling besar yang harus diterima ketujuh pemain naturalisasi Malaysia tersebut adalah penurunan nilai pasar mereka yang langsung seperti tidak ada harganya alias menjadi nol.

Pemain dengan nilai tertinggi, pemain sayap Imanol Machuca, mencatat penurunan paling drastis karena sebelumnya bernilai RM11,9 juta (49 miliar rupiah),

Nilai pasar pemain Johor Darul Ta'zim (JDT), Joao Figueiredo, juga turun sebesar Rp39 miliar, diikuti oleh bek tengah Facundo Garces yang sebelumnya memiliki nilai pasar Rp19,7 miliar,

Disusul pemain lain yakni Jon Irazabal yang harus kehilangan nilai pasar sebesar Rp11,5 miliar, kemudian Rodrigo Holgado (Rp8,9 miliar) dan juga pemain JDT lainnya, Hector Hevel (Rp7,8 miliar).

Sementara itu, nilai pasar Gabriel Palmero sebelumnya adalah Rp986 juta. Kini mereka sedang menanti babak baru dalam kariernya di level klub.

Sumber: Berita Harian

Berita Terkait