Alan Shearer: Ruben Amorim Arogan, Tak Mau Beradaptasi dengan Manchester United

Legenda timnas Inggris, Alan Shearer, melontarkan kritik pedas kepada mantan manajer Manchester United, Ruben Amorim.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 27 Januari 2026, 21:00 WIB
Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim, bereaksi di akhir pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Wolverhampton Wanderers di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, Rabu (31-12-2025) dini hari WIB. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Legenda timnas Inggris, Alan Shearer, melontarkan kritik pedas kepada mantan manajer Manchester United, Ruben Amorim, menyusul perubahan drastis performa Setan Merah sejak ditangani Michael Carrick.

Sejak Carrick menggantikan Amorim, MU langsung menunjukkan kebangkitan signifikan. Dalam dua laga awalnya sebagai pelatih, Carrick sukses membawa MU meraih kemenangan besar atas Manchester City dan Arsenal, hasil yang langsung mengubah suasana di Old Trafford.

Advertisement

Berbicara dalam podcast The Rest is Football, Shearer mempertanyakan keras pendekatan Amorim selama menangani United, khususnya soal keras kepala dalam menerapkan taktik.

“Apa sebenarnya yang dipikirkan Ruben Amorim sekarang, melihat dua penampilan itu? Jujur saja, saya tidak tahu apa yang ada di kepalanya,” ujar Shearer.


Tak Mau Beradaptasi

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim menyeka wajahnya dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Brentford di Gtech Community Stadium, London, Inggris, Minggu (04/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/PA/John Walton)

Shearer menilai kegagalan Amorim bukan semata karena kualitas skuad, melainkan karena ketidakmauan sang pelatih untuk beradaptasi ketika sistem yang diterapkan jelas tidak berjalan efektif.

“Ini benar-benar gila ketika Anda tidak mencoba mengubah formasi. Arogansi untuk berkata, ‘Tidak, saya tidak akan melakukan hal lain. Ini cara saya atau tidak sama sekali,’” lanjut mantan striker Newcastle United tersebut.

Menurut Shearer, Amorim seharusnya bisa lebih fleksibel dan realistis dalam membaca situasi tim. Ia menyayangkan keputusan Amorim yang terus memaksakan sistem permainan meski hasil di lapangan tidak mendukung.

“Bahkan untuk sekadar menggeser pendekatan atau mengakui bahwa ini mungkin tidak berhasil, lalu berkata ‘mungkin saya harus mencoba sesuatu yang lain’, itu tidak pernah terjadi. Dia menaruh semua telur dalam satu keranjang. Dan ketika itu gagal, semuanya selesai. Dan memang itu gagal,” tegas Shearer.


Pujian untuk Carrick

Setelah pensiun pada 2018, Michael Carrick bergabung sebagai staf pelatih The Red Devils, ia sempat menjabat sebagai pelatih sementara ketika Solskjaer tak lagi melatih MU. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat masih menjadi pelatih sementara Manchester United memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris melawan Arsenal di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 2 Desember 2021. (Oli SCARFF/AFP)

Sebaliknya, Shearer memberikan pujian besar kepada Michael Carrick, yang dinilainya membuat awal karier kepelatihan yang luar biasa bersama Manchester United. Sebagai sesama pria asal Tyneside, Shearer mengaku terkesan dengan keberanian dan kecerdasan Carrick dalam mengelola tim di tengah tekanan besar.

“Dia membuat awal yang luar biasa, mungkin bahkan mengejutkan dirinya sendiri. Tapi soal apakah dia pantas mendapat jabatan permanen, tanyakan lagi pada saya dua bulan ke depan,” kata Shearer.

Meski demikian, Shearer tetap menekankan bahwa dua pertandingan belum cukup untuk mengambil kesimpulan jangka panjang. Ia menyarankan agar Manchester United tetap berhati-hati sebelum memutuskan masa depan kursi pelatih secara permanen.

 

Berita Terkait