Rapor Calvin Verdonk dan Dean James di Liga Europa Tadi Malam: Sama-Sama Main 80 Menit Lebih, tapi Beda Nasib

Simak rapor Calvin Verdonk dan Dean James pada laga pamungkas League Phase Liga Europa.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 30 Januari 2026, 07:45 WIB
Calvin Verdonk (depan kiri) bersama tim Lille jelang laga di matchday 8 Liga Europa melawan SC Freiburg di Stade Pierre Mauroy, Jumat dini hari WIB. (Dok. losc.fr)

Bola.com, Jakarta - Dua pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk dan Dean James, sama-sama beraksi dalam matchday pamungkas League Phase Liga Europa 2025/2026, Jumat (30/1/2026) dini hari WIB.

Hasil berbeda didapat kedua pemain bersama klub masing-masing. Calvin Verdonk berhasil meloloskan timnya, LOSC Lille, ke babak 16 besar Liga Europa.

Advertisement

Lille menang 1-0 atas SC Freiburg lewat gol penalti Oliver Giroud (90+2'). Dengan kemenangan itu, Lille menempati urutan ke-18 di klasemen akhir.

Nasib berbeda dialami Dean James. Ia dan timnya, Go Ahead Eagles, gagal melaju jauh usai tersingkir di fase penyisihan.

Pada matchday 8, Go Ahead Eagles hanya bermain 0-0 kontra Braga di De Adelaarshorst.

Lalu, seperti apa performa dan rapor dari Calvin Verdonk dan Dean James pada laga pamungkas babak penyisihan Liga Europa dini hari tadi?

Simak ulasannya berikut ini:


Beda Hasil

Olivier Giroud dari Lille merayakan golnya pada pertandingan fase pembuka Liga Europa antara Lille dan SC Freiburg di Villeneuve-d'Ascq, di luar Lille, Prancis, Jumat (30-1-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jean-Francois Badias)

Setelah dalam beberapa laga terakhir sering menjadi pemain pengganti, Calvin Verdonk masuk sejak menit pertama ketika Lille menjamu Freiburg (Jerman) pada laga kedelapan atau terakhir League Phase Liga Europa 2025/2026.

Bermain di kandang sendiri, Decathlon Arena - Stade Pierre-Mauroy, Lille bermain sangat dominan. Mereka unggul penguasaan bola hingga 65 persen.

Dari 10 peluang tembakan, berhasil menjadi satu gol berkat eksekusi penalti Olivier Giroud, yang juga menjadi pencetak satu-satunya gol di pertandingan ini. Lille menang tipis 1-0 atas Freiburg dan finis di posisi ke-18 dengan poin 12, serta berhak lolos ke babak play-off.

Sementara Go Ahead Eagles hanya mampu bermain draw 0-0 kala menjamu wakil Portugal, Braga, di De Adelaarshorst Stadium.

Dean James juga kembali menjadi starter di pertandingan ini. Namun, hasil imbang di partai terakhir memaksa Go Ahead Eagles tersingkir karena finis di urutan ke-28 dengan poin tujuh.


Calvin Verdonk Menyala

Pemain LOSC Lille, Calvin Verdonk (kiri) ikut merayakan gol yang dicetak oleh Olivier Giroud dalam laga Liga Europa 2025/2026 melawan SK Brann di Stade Pierre-Mauroy in Villeneuve-d'Ascq, Prancis, Kamis (25/09/2025) waktu setempat. (AP Photo/Jean-Francois Badias)

Calvin Verdonk memperoleh rating cukup tinggi yakni 7,1 oleh Fotmob. Ia turun sejak menit pertama, membentuk kekuatan empat bek sejajar bersama Nathan Ngoy, Aissa Mandi, dan Tiago Santos.

Verdonk membukukan beberapa aksi ciamik di antaranya; satu kali mengkreasi peluang, tiga kali melakukan defensive contribution, empat kali sentuhan bola di kotak penalti, enam kali mengirimkan bola ke jantung pertahanan lawan, satu kali tekel, satu sapuan, satu intersep, dan empat kali recoveries.

Pada menit ke-82, Verdonk ditarik keluar dan digantikan Romain Perraud.

Ini sebuah pencapaian mengesankan bagi Calvin Verdonk, yang berhasil menapaki babak gugur Liga Europa di musim pertamanya bersama Lille.


Dean James cs. Angkat Koper

Aksi bek Timnas Indonesia, Dean James saat memperkuat Go Ahead Eagles menjamu VfB Stuttgart dalam lanjutan Liga Europa 2025/2026, (28/11/2025). (AFP/Vincent Jannink)

Nasib berbeda dialami Dean James. Bek kiri andalan Go Ahead Eagles ini juga menjadi starter oleh pelatih Melvin Boel saat melawan Braga.

Dean James bermain selama 90 menit, dan tak tampil buruk dengan rating 7,1 oleh Fotmob.

Kendati akurasi passingnya di angka 70 persen, ia sukses melakukan delapan kali defensive contribution, tiga kali mengirimkan bola ke wilayah pertahanan lawan.

Tak cukup sampai di situ, ia melancarkan tujuh kali sapuan demi menghindarkan timnya dari kebobolan, satu kali intersep, sembilan kali recoveries.

Pemain berusia 25 tahun itu digantikan Julius Dirksen pada menit ke-90, dan hasil imbang ini mengandaskan perjuangan tim asal Deventer untuk melaju jauh di Liga Europa.

 

Sumber: Fotmob

Berita Terkait