Media Prancis Mengulas Performa Calvin Verdonk saat Lille Bekuk Freiburg dan Lolos Play-off Liga Europa: Paket Lengkap, Kian Bisa Diandalkan

Ulasan media Prancis terhadap performa Calvin Verdonk bersama Lille pada matchday 8 League Phase Liga Europa melawan Freiburg.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 30 Januari 2026, 12:00 WIB
Para pemain Lille termasuk Calvin Verdonk merayakan kemenangan pertandingan sepak bola L1 Prancis antara LOSC Lille dan Angers SCO di Stade Pierre-Mauroy di Villeneuve-d'Ascq, dekat Lille pada 2 November 2025. (Anne-Christine POUJOULAT / AFP)

Bola.com, Jakarta - Lille berhasil lolos ke babak play-off Liga Europa 2025/2026 setelah meraih kemenangan pada matchday terakhir League Phase.

Lille menang tipis 1-0 atas Freiburg di Decathlon Arena - Stade Pierre-Mauroy, Jumat (30-1-2026) dini hari WIB.

Advertisement

Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, tampil untuk Lille sebagai starter di pertandingan ini. Perannya cukup krusial dengan bermain selama 82 menit.

Lille bermain dominan atas Freiburg. Mereka unggul penguasaan bola hingga 65 persen dan termasuk punya 10 peluang dari tembakan.

Akan tetapi, keberhasilan Olivier Giroud mengeksekusi penalti menjadi satu-satunya gol yang tercipta di pertandingan ini.

Kemenangan atas Freiburg ini membawa Lille finis di posisi ke-18 dengan poin 12, serta berhak lolos ke babak play-off Liga Europa.


Bayar Kepercayaan

Calvin Verdonk (depan kiri) bersama tim Lille jelang laga di matchday 8 Liga Europa melawan SC Freiburg di Stade Pierre Mauroy, Jumat dini hari WIB. (Dok. losc.fr)

Media Prancis yang kerap memberitakan sepak terjang Lille, Le Petit Lillois, memuat artikel mengenai performa seluruh pemain tim berjuluk Les Dogues tersebut ketika mengalahkan Freiburg.

Kendati kemenangan krusial Lille ditentukan via penalti Olivier Giroud, jjustru Hakon Haraldsson yang punya rapor terbaik.

Le Petit Lillois memberi penilaian 6,5 kepada Hakon Haraldsson, sementara Calvin Verdonk ada di angka 5,5.

Verdonk dinilai menjadi satu di antara pemain yang cukup menonjol. Ia digambarkan sebagai bek sayap dengan kemampuan lengkap.

"Verdonk kembali masuk sebelas pemain inti, bek kiri Lille itu dapat diandalkan, baik secara teknis, taktis, defensif, maupun ofensif," tulis Le Petit Lillois.


Penampilan Calvin Verdonk

Pemain LOSC Lille, Calvin Verdonk (kiri) ikut merayakan gol yang dicetak oleh Olivier Giroud dalam laga Liga Europa 2025/2026 melawan SK Brann di Stade Pierre-Mauroy in Villeneuve-d'Ascq, Prancis, Kamis (25/09/2025) waktu setempat. (AP Photo/Jean-Francois Badias)

Calvin Verdonk turun sejak menit pertama, membentuk kekuatan empat bek sejajar bersama Nathan Ngoy, Aissa Mandi, dan Tiago Santos.

Verdonk membukukan beberapa aksi ciamik di antaranya sekali mengkreasi peluang, tiga kali melakukan defensive contribution, empat sentuhan bola di kotak penalti, enam kali mengirimkan bola ke jantung pertahanan lawan, satu tekel, satu sapuan, satu intersep, dan empat kali recoveries.

Pada menit ke-82, Verdonk ditarik keluar dan digantikan Romain Perraud. Ini tetap menjadi sebuah pencapaian mengesankan bagi Calvin Verdonk, yang berhasil menapaki babak gugur Liga Europa di musim pertamanya bersama Lille.

Sepanjang musim ini, Verdonk telah membukukan enam laga bersama Lille di ajang Liga Europa. Dari jumlah itu, ia sukses mempersembahkan satu assist saat bertemu PAOK pada 24 Oktober 2025.


Bikin Bangga

Calvin Verdonk bersama Lille ketika bermain melawan Red Star Belgrade di ajang Liga Europa 2025/2026. (Andrej ISAKOVIC / AFP)

Di sisi lain, kemenangan atas Freiburg terbilang jadi angin segar bagi Lillie. Bagaimana tidak, sebelum menaklukkan wakil Jerman itu, Lille selalu menelan kekalahan di lima laga beruntun.

Ya, Lille selalu menelan lima kekalahan selama memasuki tahun 2026. Mereka digasak Rennes (0-2), kalah 1-2 dari Lyon di ajang Piala Prancis, kemudian keok 0-3 dari PSG di Ligue 1, kalah 1-2 dari Celta Vigo di Liga Europa, dan dipermalukan 1-4 oleh Strasbourg di Ligue 1.

Pelatih Lille, Bruno Genesio, merespons keberhasilan timnya, secara khusus setelah memastikan melangkah lebih jauh di kompetisi kasta kedua antarklub Eropa.

"Rasanya menyenangkan untuk menemukan kembali kegembiraan setelah pertandingan. Sejak awal Januari, kami belum memiliki kesempatan untuk merasakannya di ruang ganti. Jadi, itulah perasaan yang terutama memotivasi saya malam ini," ujar Genesio, dikutip dari laman resmi klub Lille.

"Saya rasa kami belum menyelesaikan semuanya malam ini. Tetapi, bagaimanapun, penting untuk lolos ke kompetisi ini. Penting untuk lolos dengan menang dan, jika memungkinkan, dengan menunjukkan jenis tim yang ingin kami lihat karena kami sudah banyak menunjukkannya di paruh pertama musim. Kami perlu mempertahankan konsistensi tersebut," imbuh Genesio.

 

Sumber: Lille, Le Petit Lillois

Berita Terkait