Jorge Martin Gantikan Fabio Quartararo di Yamaha, Opsi Terbaik untuk Pecco Bagnaia Jika Tinggalkan Ducati adalah Aprilia

Agen pembalap MotoGP ternama Alberto Vergani angkat bicara terkait dinamika pasar pembalap setelah kabar panas Fabio Quartararo ke Honda dan Jorge Martin gabung Yamaha mencuat. Vergani menyarankan Pecco Bagnaia untuk mengarahkan fokusnya ke Aprilia, yang ditinggalkan Jorge Martin.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 30 Januari 2026, 22:15 WIB
Pecco Bagnaia saat memenangi MotoGP Mandalika, Indonesia, pada 2024. (c) Ducati Corse

Bola.com, Jakarta - Hari pertama tes Shakedown MotoGP 2026 di Sepang, Malaysia, 29 Januari justru diwarnai oleh gempa besar di bursa perindahan pembalap untuk musim 2027. Sejumlah kabar mengejutkan muncul dan langsung mengubah situasi pasar. 

Kejutan pertama datang dari laporan yang menyebut pembalap Yamaha Fabio Quartararo tengah memfinalisasi kesepakatan untuk bergabung dengan Honda, menyongsong era baru regulasi MotoGP.

Advertisement

Tak lama berselang, Yamaha dikabarkan langsung bergerak cepat dengan menyiapkan Jorge Martin sebagai pengganti Fabio Quartararo.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari kedua pabrikan, rumor tersebut sudah cukup membuat pasar pembalap MotoGP 2027 bergejolak hebat, pasanya nama-nama yang muncul jauh dari perkiraan banyak pihak.

Situasi di atas otomatis membuka satu kursi kosong di tim pabrikan Aprilia. Kondisi tersebut bisa menjadi peluang emas bagi Pecco Bagnaia, jika ia benar-benar tersingkir dari Ducati.

 

 


Agen Top MotoGP Sarankan Bagnaia ke Aprilia

Pecco Bagnaia pada balapan MotoGP Austria 2025. (ERWIN SCHERIAU / APA / AFP)

Dalam wawancara bersama GPOne, agen pembalap MotoGP ternama Alberto Vergani angkat bicara terkait dinamika pasar pembalap setelah kabar panas Fabio Quartararo ke Honda dan Jorge Martin gabung Yamaha mencuat.

Vergani menyarankan Bagnaia untuk mengarahkan fokusnya ke Aprilia, yang ditinggalkan Jorge Martin. “Saya menyarankan Pecco untuk fokus ke Aprilia, karena itu akan menjadi lingkungan yang tepat untuknya,” ujar Vergani.

“Di sana tidak ada ketegangan, atmosfernya harmonis, dan proyeknya sangat ambisius, seperti yang ditunjukkan Marco Bezzecchi pada musim pertamanya bersama RS-GP,” lanjutnya.

Vergani juga memuji kinerja CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola. “Saya rasa Rivola sudah melakukan pekerjaan luar biasa, dan kehadiran Pecco akan menjadi pelengkap sempurna,” tambahnya.

Namun, jika Bagnaia memilih mencari opsi lain, Vergani menyebut Enea Bastianini sebagai alternatif yang layak untuk Aprilia.

"Bastianini bisa dipertimbangkan. Enea adalah pembalap kuat dan sudah membuktikan potensinya di masa lalu,” katanya.

 

 

 

 


Pecco Bagnaia Juga Punya Opsi ke VR46

Sebelumnya, Rivola sendiri sempat memberi sinyal ketertarikan terhadap Bagnaia. Pada launching tim Aprilia untuk musim 2026, ia menyebut juara dunia dua kali itu sebagai sosok yang menggoda semua tim.

Di sisi lain, Bagnaia disebut tidak tertarik pindah ke tim satelit. Hal tersebut membuat kursi tim pabrikan Aprilia di Noale dinilai sebagai opsi terbaik bagi pembalap berusia 29 tahun tersebut jika terdepak dari pabrikan Ducati.

Meski peluang ke tim pabrikan terbuka, hubungan spesial Bagnaia dengan Valentino Rossi juga membuka kemungkinan lain, yakni bergabung dengan VR46 Racing Team.

Vergani menilai opsi ini cukup realistis. “Saya pikir struktur tim seperti VR46 milik ValentinoRossi  bisa menjadi lingkungan yang familiar bagi Pecco,” ujarnya.

“Dia juga akan tetap berada dalam orbit Ducati, sudah memahami proyek 2027, dan tidak perlu berada satu garasi dengan Marc Marquez,” jelas Vergani.

Meski demikian, Vergani menegaskan value Bagnaia sebagai pembalap papan atas. “Jangan lupakan nilai Bagnaia dan hasil yang telah ia capai selama ini. Namun menurut saya, Aprilia tetap menjadi opsi terbaik,” pungkasnya.

Berita Terkait