88 Podium Beruntun Ducati Terhenti di MotoGP Thailand, Pecco Bagnaia: Mustahil!

Juara dunia dua kali, Pecco Bagnaia, mengaku terkejut Ducati gagal menembus podium pada balapan MotoGP Thailand 2026.

Bola.com, Jakarta - Dominasi panjang Ducati akhirnya runtuh di seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand. Meski tampil meyakinkan saat tes pramusim, pabrikan asal Italia itu tak mampu menempatkan satu pun pembalapnya di podium, baik Sprint Race maupun Main Race. 

Untuk pertama kalinya sejak MotoGP Inggris 2021, tak ada satu pun rider Ducati yang finis tiga besar. Catatan podium beruntun sepanjang 88 balapan pun resmi terhenti.

Juara dunia dua kali, Pecco Bagnaia, mengaku terkejut Ducati gagal menembus podium. Anak didik Valentino Rossi itu pun tidak bisa berbuat banyak karena hanya finis sembilan dan berselisih 18,340 detik. 

Pecco Bagnaia berbicara seperti itu karena motor Ducati Desmosedici GP26 sangat kompetitif pada tes pramusim di Sepang, Malaysia dan Buriram, Thailand. 

"Setelah tes, saya akan bilang itu mustahil terjadi,” ujar Bagnaia kepada Moto.it. "Saat tes kami sangat cepat dan punya pace bagus. Tapi sejak awal akhir pekan ini, saya merasakan kondisi yang berbeda," tambah pembalap asal Italia itu.

Pecco Bagnaia mengakui dirinya kalah kompetitif dibanding rider Ducati lain, terutama saat time attack pada balapan MotoGP Thailand.

"Terutama di flying lap, dan terutama Marc yang juga kompetitif saat balapan. Kami tidak dalam posisi untuk banyak bicara di sini. Kami hanya mencoba menyelesaikan balapan," lanjutnya. 

 

 

 

 

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Aprilia Berpesta di Buriram, Ducati Muram

Balapan di Sirkuit Buriram, Thailand menjadi panggung milik Aprilia Racing. Marco Bezzecchi tampil dominan dan menang dengan selisih lebih dari lima detik atas Pedro Acosta di posisi kedua. Sementara podium terakhir direbut Raul Fernandez.

Aprilia bahkan menyapu lima besar dengan keempat pembalapnya tampil kompetitif, sinyal jelas bahwa peta kekuatan MotoGP mulai berubah.

Hasil terbaik Ducati justru datang dari Fabio Di Giannantonio di posisi keenam. Nasib kurang baik dialami dua bersaudara Marquez.

 

Dominasi Ducati Tak Lagi Absolut

Marc Marquez harus mundur lebih awal akibat ban belakangnya bocor setelah menghantam kerb. Tak lama berselang, Alex Marquez juga terjatuh.

Franco Morbidelli finis kedelapan, tepat satu posisi di depan Pecco Bagnaia. Sementara wildcard Michele Pirro, yang menggantikan Fermin Aldeguer, finis paling belakang dari pembalap yang menyentuh garis akhir.

MotoGP 2026 memang masih panjang, tetapi satu pesan sudah jelas: dominasi Ducati tak lagi absolut. MotoGP 2026 resmi dibuka dengan kejutan besar di Buriram.

Video Populer

Foto Populer