Anomali Allano Lima: 10 Gol dan Assist, 5 Player of the Match untuk Persija, tapi Jadi Pemain Kartu Kuning Terbanyak di BRI Super League

Penampilan Allano Lima bak anomali di Persija Jakarta.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 31 Januari 2026, 15:00 WIB
Allano Lima cetak gol di laga Persija Jakarta vs Bhayangkara FC. (X Persija)

Bola.com, Tangerang - Penampilan Allano Lima bak anomali di Persija Jakarta. Di satu sisi, winger asal Brasil itu tampil produktif dan menjadi motor serangan tim ibu kota.

Di sisi lain, pemain berusia 30 tahun itu juga tercatat sebagai pemain dengan koleksi kartu kuning terbanyak yang tidak jarang merugikan Persija.

Advertisement

Allano bergabung dengan Persija pada awal musim BRI Super League 2025/2026. Curriculum Vitae-nya cukup mentereng, termasuk pernah berkarier di Serie A Brasil, Super Lig Turki, hingga Liga Portugal, kasta teratas di negara masing-masing.

Hingga pekan ke-19 BRI Super League musim ini, Allano hampir selalu tampil untuk Persija, kecuali dalam pekan ketiga dan pekan ke-13 ketika ia menjalani skorsing kartu merah dan kartu kuning.


Pemain Kunci Persija

Pemain Persija Jakarta, Allano Lima dan Donny Tri Pamungkas melakukan selebrasi ketika melawan Persita Tangerang pada pekan perdana BRI Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium, Minggu (10/8/2025). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Catatan detail Allano bersama Persija musim ini ialah 17 kali menjadi starter dan hanya dua kali ditarik keluar, yang terjadi pada menit ke-88 dan ke-87.

Data itu menunjukkan bahwa Allano dibutuhkan Persija hampir setiap menit di atas lapangan, kecuali ketika Persija telah unggul jauh, misalnya atas Bhayangkara FC 3-0 dan Persijap Jepara 2-0, momen kala ia digantikan.

Kontribusi Allano juga tidak main-main; enam gol, empat assist, dan lima Player of the Match (POTM). Untuk POTM, ia menjadi satu di antara pemain tersering yang mendapatkannya bersama Ezra Walian dari Persik Kediri dan Mariano Peralta dari Borneo FC Samarinda.

Namun, tidak ada pemain yang sempurna. Begitu pula bagi Allano. Statistik dari Lapang Bola memperlihatkan bahwa Allano menjadi pemain dengan koleksi kartu kuning terbanyak di BRI Super League bersama pemain Persijap Jepara, Carlos Franca.

Keduanya sama-sama telah diganjar sembilan kartu kuning, dengan Allano dari 17 penampilan, sedangkan Carlos Franca lewat dua pertandingan lebih sedikit.


Kartu Kuning ke-9

Terbaru, Allano dihadiahi kartu kuning pada menit ke-90 ketika Persija menang 2-0 atas tuan rumah Persita Tangerang dalam pekan ke-19 di Indomilk Arena, Tangerang, Jumat (30-1-2026).

Kartu kuning itu membuat Allano bakal absen saat Persija menjamu Arema FC dalam pekan ke-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, 8 Februari 2026.


Unek-Unek Allano Lima

Terkait kartu kuning yang melekatnya pada akhir pertandingan kontra Persita, Allano melakukan pembelaan. Dia bertanya balik apakah layak mendapatkan ganjaran itu dari wasit Steven Yubel Poli.

"Anda lihat itu akhir dari pertandingan? Anda pikir saya dipantas untuk dikartu kuning? Orang bilang saya kasar, tapi itu gaya main saya. Saya tahu siapa saya. Saya punya kepercayaan dari klub dan pelatih. Kartu kuning di akhir itu keputusan wasit, saya tidak memukul siapa pun," ujar Allano.

"Jadi, mungkin mereka bicara saya terlalu keras sama lawan. Mungkin saya itu sedikit ya, rewel kalau saya main, bagaimana saya tahan bola, Anda tahu? Jadi, apa orang katakan tentang saya, itu tidak arti buat saya sebenarnya karena saya tahu siapa saya. Saya itu punya kepercayaan dari pelatih, dari klub juga."

"Saya, juga teman-teman saya percaya sama saya juga. Jadi, sekali lagi, kalau Anda lihat itu bagaimana saya dikartu kuning, itu tidak bisa didiskusi lagi, pasti... Ya. bisa dinilai sendiri. Ini sepak bola, ada kontak, bukan berarti agresif. Semua terjadi di dalam sepak bola dunia. Bukan karena kita, mungkin itu bicara sama pemain saling adu mulut, ada itu kontak, kita harus selalu dikartu kuning, seperti itu. Saya tidak pukul siapa pun."

"Saya di situ membela Persija melawan Persita, terjadi insiden di situ, tapi saya pikir tidak pantas dikartu kuning. Jadi, wasit itu bisa, harus bisa nilai. Apa yang kartu kuning atau itu cuma ada kontak itu. Jadi, mereka harus bisa nilai, wasit bisa nilai itu," tutur mantan pemain Cruzeiro di Brasil dan Estoril di Portugal itu.


Persaingan Musim Ini

Berita Terkait