Musim Sulit Man City: Kalah Saing di Liga dan Terjerat 115 Dakwaan

Masalah demi masalah belum juga beranjak dari Manchester City.

Bola.com, Jakarta - Masalah demi masalah belum juga beranjak dari Manchester City. Setelah terancam gagal memenangkan persaingan perburuan gelar Premier League 2025/2026, Manchester City terkini tersingkir dari Liga Champions musim ini.

Di kasta teratas Inggris, City, hingga pekan ke-30, masih terpatri di posisi kedua klasemen sementara dengan torehan 61 poin atau tertinggal sembilan angka dari Arsenal di posisi teratas yang sudah mengepak 70 poin.

Di Liga Champions, pasukan Pep Guardiola kalah kuta dari wakil Spanyol, Real Madrid. The Sky Blues terhenti di babak 16 besar, takluk dalam dua laga, baik tandang maupun kandang.

Di Santiago Bernabeu, Erling Haaland dkk. rubuh tiga gol tanpa balas dan kembali tumbang 1-2 saat menjamu Los Blancos di Etihad Stadium.

Dua prahara ini melengkapi penderitaan City, mengingat sampai saat ini mereka belum juga lolos dari kasus 115 dakwaan. Dakwaan? Ya, dakwaan. Bagaimana ceritanya?

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kasus Lama

Manchester City dan Premier League masih menunggu putusan akhir terkait 115 dakwaan yang menjerat klub sejak Februari 2023. Tuduhan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan keuangan dalam rentang waktu 2009 hingga 2018.

CEO Premier League, Richard Masters, menegaskan bahwa proses hukum harus tetap dijalankan demi menjaga integritas kompetisi, meskipun kasus ini sangat kompleks dan membutuhkan biaya besar.

“Tidak ada alternatif yang lebih baik daripada menegakkan aturan, prinsip itu tidak boleh dikorbankan hanya karena terlalu sulit atau mahal,” ujar Masters.

Pengacara olahraga Simon Leaf juga menyebut kasus ini sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola, baik di Inggris maupun dunia, mengingat jumlah dakwaan dan skala permasalahannya.

Sidang terhadap Manchester City telah dimulai sejak September 2024 dan berlangsung selama sekitar 10 minggu. Meski sempat ada harapan keputusan keluar lebih cepat, hingga kini belum ada kepastian. Banyak pihak menilai lamanya proses ini wajar, mengingat kompleksitas kasus dan besarnya bukti yang harus ditinjau sebelum keputusan final diambil.    

Apa saja dakwaannya?

Kasus Manchester City mencakup total 115 dakwaan yang terbagi dalam lima kategori utama, menunjukkan kompleksitas luar biasa dalam penyelidikan oleh Premier League.

Rinciannya meliputi:

  • 54 pelanggaran terkait kegagalan memberikan laporan keuangan yang akurat (2009–2018)
  • 14 pelanggaran terkait ketidakakuratan rincian pembayaran pemain dan manajer
  • 5 pelanggaran aturan UEFA termasuk Financial Fair Play (FFP)7 pelanggaran aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR)
  • 35 pelanggaran karena tidak bekerja sama dalam investigasi (2018–2023)

Proses hukum yang panjang juga dipengaruhi oleh kuatnya upaya pembelaan dari pihak City. Pengacara Yasin Patel menyebut tim hukum klub sebagai “tim super” yang belum pernah dihadapi sebelumnya oleh Premier League.

“Ada banyak hal yang dipertaruhkan bagi Liga Premier dan juga Manchester City,” ujar Patel.

Bahkan, menurut laporan media dan analis seperti Kieran Maguire, jumlah dakwaan sempat disebut bisa mencapai lebih dari 115, menunjukkan betapa luasnya cakupan kasus ini.

Patel juga menilai pendekatan City dalam membela diri sangat agresif, termasuk dengan menyerang balik argumentasi Premier League. Hal inilah yang membuat proses semakin panjang, karena kedua pihak sama-sama mempertahankan posisi mereka dengan kuat dalam salah satu kasus terbesar dalam sejarah sepak bola.

Mengapa Berlarut-larut?

Lamanya proses kasus City dinilai wajar karena jauh lebih kompleks dibanding kasus Nottingham Forest dan Everton, yang hanya melibatkan satu pelanggaran aturan keuangan (PSR) dan bukti yang relatif sedikit.

Menurut pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire, kasus City bisa melibatkan hingga ratusan ribu dokumen bukti, jauh lebih banyak dibanding sekitar 50.000 bukti pada kasus lain. Hal ini membuat proses peninjauan oleh komisi menjadi sangat memakan waktu.

Selain itu, proses juga berlangsung tertutup tanpa kebocoran informasi. Meski banyak pihak, termasuk Daniel Levy, menilai prosesnya terlalu lama, pihak Premier League menegaskan bahwa keputusan tidak bisa dipercepat demi menjaga akurasi dan keadilan.

Sumber: Yahoo

Video Populer

Foto Populer